Qasidah ini menggunakan irama Allah Allahu Rabbi Faj'alna Minal Akhyar, namun pada syair berisi tentang Habib Umar Mudhor. Berikut sekilas tentang Beliau, agar mendengarkan Podcast ini lebih menghayati.
Beliau adalah seseorang yang mulia, maha guru di masanya, wali putra wali, alim putra alim, menguasai Al Qu’ran, Sunnah, secara bertahap berkembang-dan berkembang hingga orang-orang menjulukinya dengan Al Muhdhar.
Beliau terkenal sangat kuat pendirian sedari kecil, petuah-petuah ayahnya Syekh Abdul Rahman Al Saqqaf terpatri kuat dalam kepribadian beliau.
Dalam Al Jauhar dikatakan, cerita ke 258 dari manaqib Al Imam Al Saqqaf dikatakan, guru kami Syekh Umar putra Syekh Abdul Rahman mengatakan, dalam majelis ta’lim ayah saya di sebutkan cerita tentang seorang ahli fiqih yang ingin buang air kecil lalu ketika dia menghadap ke kiblat dia ingat itu haram lalu ketika dia membelakanginya dia ingat itu juga haram lalu dia menghadap ke arah yang lain, sebab pindahnya dia ini dia diampuni oleh Allah dari dosa-dosanya. Lalu aku berniat untuk membaca ilmu syariah besok pagi, dan aku termasuk orang yang paling akhir yang berdiri dari majelis, lalu ayahku menghampiriku dan berkata wahai Umar! Cepatlah berjalan (berusahalah dengan sekuat tenaga: Pen) karena para ahli fiqih hanya memiliki Qobas (belajar dengan mengmbil dalil dari Al Qur’an dan Al Hadits,Ijma’ dan Qiyas), beliau juga mengatakan satu uqiyah (ukuran timbangan kecil) amalan bathin sama dengan satu bahar (ukuran timbangan besar) amal dhahir.
Dalam Al Jauhar Al Syaffaf dalam cerita ke 259 disebutkan, suatu hari di majelis taklim ayahku disebutkan nama Al Hallaj di majelis dan dibahas singkat, lalu dalam benakku terbersit “adakah orang yang seperti dia” lalu ayah ku menoleh kepadaku, dan berkata Al Hallaj tidak main-main congklak , konon saat itu Syekh Umar sangat senang bermain congklak, ayah Syekh Umar ingin anaknya merubah kebiasaan dari bermain congklak menjadi perjuangan untuk melawan hawa nafsu (mujahadah) sehingga kelak menjadi ahli ilmu bathin yang terkemuka, dan memang begitulah jadinya.
Penulis Al Jauhar, mengkomentari maksud dari Syekh Abdul Rahman Al Saqqaf pada ucapan beliau ” satu Awqiyah dari amal batin sebanding dengan satu bahar amal dhahir” amal batin adalah amalan hati dan amalan dhahir adalah amalan jasmani, artinya sedikit amalan bathin sebanding dengan setumpuk amalan jasmani. Jangan dikira Syekh Abdul Rahman dengan stetemen itu berarti beliau menganggap enteng ilmu Syariat, bahkan beliau adalah orang yang paling handal dalam ilmu syariat, hanya saja beliau sadar bahwa ilmu bathin itu derajatnya lebih tinggi dari ilmu syariat, beliau juga melihat putra beliau Syekh Umar Muhdar sangat berbakat untuk mendalami ilmu tersebut.
Dari sinilah pendidikan ruhaniah dimulai, Syekh Umar dalam waktu singkat sudah bisa mencapai derajat yang sulit diterima akal kalau bukan karena para periwayatnya sangat bisa dipercaya.