Truth Daily Enlightenment

ALLAH DALAM FANTASI


Listen Later

Fantasi dalam arti sempit adalah khayalan, gambar dalam angan-angan, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak benar-benar ada dan hanya ada dalam pikiran. Fantasi juga berarti hanya di dalam imajinasi atau bukan suatu realitas, sesuatu yang tidak nyata atau tidak riil. Kalau dikatakan Allah dalam fantasi, artinya Allah yang hanya ada di dalam angan-angan atau khayalan, bukan sungguh-sungguh Pribadi atau Entitas yang dijumpai dan dialami. Sedangkan, arti dari kata “virtual” adalah sesuatu yang pada mulanya memang tidak kelihatan atau secara langsung belum bersentuhan, tetapi ada atau nyata. Allah lebih dari “virtual,” Dia adalah realitas yang selalu “real time” dan benar-benar nyata bagi mereka yang sungguh-sungguh mau berurusan dengan Dia, dengan segala harga yang harus dibayar. Ciptaan Allah benar-benar nyata, dan tidak terbantahkan, baik makhluk hidup seperti manusia, alam, dan jagat raya yang sangat sempurna. Semua ini ada, tidak dengan sendirinya. Pasti ada yang merancang dan menciptakan. Dalam hal ini, keberadaan Allah nyata terbukti dari karya-Nya yang luar biasa.
Kalau dikatakan “Allah dalam fantasi,” bukan berarti bahwa Allah adalah fantasi. Sejatinya, Allah adalah pribadi yang hidup, nyata, dan Dia adalah realitas, bahkan di atas segala realitas. Dia sudah ada dari kekal sampai kekal. Ia lebih dari segala realitas, sebab Dia sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia tidak diciptakan dan tidak diadakan. Dia yang menciptakan segala sesuatu. Dikatakan “Allah dalam fantasi,” artinya Allah yang hanya dibicarakan dengan kata-kata lisan, Allah yang hanya dipelajari sebagai objek pengetahuan di seminari atau sekolah tinggi teologi, dalam pembahasan diskusi-diskusi, isi khotbah di mimbar-mimbar, konten perdebatan-perdebatan atau adu argumentasi, dan di atas lembar kertas sebagai buku, jurnal-jurnal, karya tulis, skripsi, tesis, serta disertasi.
Allah dalam fantasi adalah Allah yang hanya ada di dalam angan-angan tanpa dialami secara konkret dalam kehidupan riil. Sebenarnya, banyak teolog, pemimpin gereja, dan jemaat Kristen yang masih hidup dalam keberagamaan kosong, yaitu memiliki Allah dalam fantasi. Mereka masih hidup dalam keberagamaan seperti itu karena memiliki pandangan yang salah mengenai pengertian percaya. Percaya dipandang hanya dari satu arah atau satu pihak saja, yaitu dari arah atau pihak manusia, tetapi tidak memerhatikan dari arah atau pihak Allah. Banyak orang Kristen merasa bahwa dirinya sudah memercayai Allah, tetapi tidak mempersoalkan apakah Allah yang dipercaya merasa dan mengakui kepercayaan orang Kristen tersebut. Mereka merasa sudah percaya dan mereka yakin Allah sudah menerima kepercayaan mereka itu. Kalau seseorang tidak mempersoalkan hal tersebut, pasti ia tidak merasa perlu benar-benar mengalami perjumpaan dengan Allah. Mereka membangun hidup kekristenan yang hanya didasarkan pada doktrin dan ajaran yang mereka mengerti, mereka yakini, dan mereka akui sebagai kebenaran. Mereka sibuk dengan doktrin atau sistematika teologi, tetapi mereka tidak sibuk dengan Allah secara pribadi. Itulah sebabnya, Allah yang mereka kenal adalah Allah yang hanya di nalar, bukan Allah yang dijumpai langsung secara konkret. Itulah Allah dalam fantasi.
Cara beragama dan isi kegiatan rohani dalam gereja seperti itu sudah menjadi standar gereja dari abad ke abad selama ratusan tahun. Itulah sebabnya, gereja-gereja pada umumnya memiliki tradisi bahwa yang penting adalah seorang pelayan jemaat atau pendeta sudah lulus dari seminari atau sekolah tinggi teologi, maka sudah bisa mengambil bagian dalam pelayanan. Mereka memandang bahwa seminari atau sekolah tinggi teologi sudah cukup membekali seseorang menjadi seorang pelayan Tuhan. Hal ini disebabkan oleh pemikiran bahwa kekayaan pengetahuan teologi adalah tiang utama dalam pelayanan yang dapat menjawab semua kebutuhan jemaat. Semakin tahun, gereja mengalami kemerosotan yang sangat tajam, bahkan nyaris membuat kekristenan punah di negara-neg...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings