Truth Daily Enlightenment

ALLAH SUDAH MATI


Listen Later

Kalau Allah itu benar-benar ada dan hidup, seharusnya kita memiliki pengalaman nyata dengan Dia. Sama seperti realitas hubungan interaksi kita dengan seseorang di dunia ini, demikian seharusnya kita berinteraksi dengan Allah. Perjumpaan dengan Allah dalam perjalanan hidup setiap hari haruslah sesuatu yang riil yang berlangsung dalam kehidupan secara wajar dan normal di setiap waktu, dalam segala keadaan dan persoalan. Memang untuk itulah Allah hadir dalam kehidupan manusia; Immanuel. Seharusnya, perjumpaan dengan Allah dan hidup berjalan dengan Dia sehingga mengalami kehadiran Dia, berlangsung setiap hari. Hal ini haruslah sesuatu yang dipandang “biasa” atau normal, sebab memang Allah adalah pribadi yang hidup dan nyata. Justru, kalau memandang perjumpaan dengan Allah dan hidup berjalan dengan Dia adalah sesuatu yang luar biasa dan dianggap tidak normal, berarti ada sesuatu yang salah dalam hidup kekristenan seperti itu.
Segala sesuatu belum ada namun Allah sudah ada, dari kekal sampai kekal. Langit dan bumi dengan segala isinya diciptakan oleh Allah, juga semua makhluk hidup, termasuk manusia. Segala sesuatu bisa terjadi atau berlangsung atas kehadiran kuasa dan tatanan-Nya. Tentu saja hal ini membuat Allah lebih nyata dari segala sesuatu. Dia adalah realitas di atas segala realitas. Dia adalah realitas yang sejati. Segala sesuatu bisa berubah, berbayang, bahkan lenyap, tetapi Allah tetap kekal selama-lamanya, tidak berubah, dan tidak berbayang sedikit pun. Dengan demikian, benar-benar suatu kekacauan kalau sampai Allah menjadi tidak nyata dalam kehidupan. Di dunia yang semakin fasik ini, dimana orang tidak takut akan Allah dan tidak memedulikan hukum maupun kehendak-Nya, Allah semakin tidak nyata dalam kehidupan manusia. Allah seperti “sudah mati.”
Kalau makhluk ciptaan-Nya—dalam hal ini manusia, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sebagai potensi untuk berinteraksi dengan Allah—tidak mengalami Allah, berarti ada sesuatu yang benar-benar telah rusak atau keluar dari relnya. Tentu saja kerusakan dan kesalahannya bukan terletak pada Allah, melainkan pada pihak manusia. Keselamatan dalam Yesus Kristus hendak memperbaiki kerusakan tersebut dengan mengembalikan manusia kepada rancangan Allah semula, yaitu persekutuan antara Allah sebagai Bapa, dan manusia sebagai anak-anak-Nya. Itulah sebabnya, Allah Bapa mengirim Putra Tunggal-Nya untuk menebus dosa manusia dan membenarkannya di hadapan Dia, serta memberikan Injil yang memuat kebenaran untuk mengubah kodrat manusia. Selanjutnya, Dia juga menjadi model atau contoh kehidupan yang Allah kehendaki.
Oleh sebab itu, orang percaya harus memahami dengan benar maksud keselamatan yang diberikan oleh Allah. Kekristenan bukanlah sekadar agama yang melengkapi kehidupan manusia di bumi, melainkan jalan hidup yang mengubah manusia dari kodrat dosa menjadi manusia yang berkodrat ilahi agar dapat berinteraksi dengan Allah secara ideal. Kesalahan banyak orang Kristen yang mengakibatkan mereka tidak mengalami perubahan kodrat dan tidak pernah memiliki hubungan interaksi dengan Allah, disebabkan karena mereka menjadikan kekristenan sekadar agama. Sehingga, banyak orang Kristen hanya memiliki pengalaman keberagamaan, tetapi bukan perjumpaan yang benar dengan Allah, serta tidak pernah memiliki pengalaman berjalan dengan Allah. Ini adalah kemerosotan dan penyimpangan yang sudah berlangsung berabad-abad. Orang-orang Kristen hari ini hanya mewarisi doktrin dan liturgi, tetapi bukan impartasi kehidupan yang berinteraksi dengan Allah.
Dengan standar kekristenan yang telah merosot dan mengalami penyimpangan tersebut, banyak teolog-teolog puas dengan pengetahuan Alkitab atau teologi yang mereka kuasai yang telah terkristal dalam buku-buku di perpustakaan, bahan-bahan ajar di seminari atau sekolah tinggi teologi, berbagai karya ilmiah dan jurnal. Allah hanya menjadi ilmu yang dinalar, dipercakapkan di ruang-ruang kuliah dan aula akademis, seminar-seminar rohani,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings