
Sign up to save your podcasts
Or


Mengapa Perlu Mengucap Syukur? Karena Mempengaruhi Kesehatan, Relasi dengan Sesama, dan Jawaban Doa. Tuhan tidak pernah menjawab doa seseorang yang hidupnya suka mengeluh.
Apa Pengaruh Mengucap Syukur dengan Kerohanian Kita?
Pertama. Mengucap Syukur & Hadirat Tuhan. Kita dipanggil untuk menyembah Tuhan, dan tidak mungkin bila hidup dipenuhi sikap menggerutu. Kedua. Mengucap Syukur & Kepuasan Jiwa. Belajar berpuas diri, karena iman harus dapat mengatakan cukup untuk diri sendiri. Ketiga. Mengucap Syukur & Kemurahan Hati. Tidak mungkin orang yang suka mengomel itu memiliki sikap bermurah hati. Keempat. Mengucap Syukur & Kerendahan Hati. Pada waktu menaikkan ucapan syukur, kita sedang memperlihatkan hidup yang dipenuhi kerendahan hati.
“Mengucap Syukur Senantiasa” (2)
—Pdt. Andreas Rahardjo
#MDCSurabayaSundayService
By MDC SurabayaMengapa Perlu Mengucap Syukur? Karena Mempengaruhi Kesehatan, Relasi dengan Sesama, dan Jawaban Doa. Tuhan tidak pernah menjawab doa seseorang yang hidupnya suka mengeluh.
Apa Pengaruh Mengucap Syukur dengan Kerohanian Kita?
Pertama. Mengucap Syukur & Hadirat Tuhan. Kita dipanggil untuk menyembah Tuhan, dan tidak mungkin bila hidup dipenuhi sikap menggerutu. Kedua. Mengucap Syukur & Kepuasan Jiwa. Belajar berpuas diri, karena iman harus dapat mengatakan cukup untuk diri sendiri. Ketiga. Mengucap Syukur & Kemurahan Hati. Tidak mungkin orang yang suka mengomel itu memiliki sikap bermurah hati. Keempat. Mengucap Syukur & Kerendahan Hati. Pada waktu menaikkan ucapan syukur, kita sedang memperlihatkan hidup yang dipenuhi kerendahan hati.
“Mengucap Syukur Senantiasa” (2)
—Pdt. Andreas Rahardjo
#MDCSurabayaSundayService