Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?
Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya.
Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini.
Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan.
—Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.
Youtube :
https://www.youtube.com/watch?v=36P3X6zrFAg