Paradoks di dalam Alkitab yang dapat menjadi prinsip hidup dalam Kerajaan Allah adalah,
Pertama. Untuk hidup kita harus mati, yang berbicara tentang bertobat dan meninggalkan kehidupan lama untuk beralih menjadi ciptaan baru, yang mau hidup berdasarkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kedua. Ketika kita lemah justru kita kuat yang berbicara tentang meluluhkan ego, meningkatkan kebergantungan kita pada Dia, serta nantinya membuka lebar pintu kuasa-Nya untuk dinyatakan di dalam hidup kita.
Ketiga. Memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Keempat. Untuk menjadi besar harus menjadi pelayan, hiduplah rendah hati. Kelima. Orang miskin di hadapan Allah memiliki Kerajaan Surga, milikilah sikap selalu membutuhkan Dia, apa pun keadaan yang sedang kita alami.
Kristus menjadi lemah untuk menguatkan kita, mati agar kita hidup, memberi diri-Nya agar kita dapat menjadi kaya di dalam kasih, serta rela menjadi Hamba untuk menyelamatkan kita.
—Pdt. Andreas Rahardjo, “Paradoks dalam Alkitab” di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Desember 2025.