Hari-hari ini dunia lebih memandang tinggi sifat rebel / memberontak daripada ketaatan / obedience. Tetapi kita dapat belajar dari sikap Naaman mengenai Ketaatan ini,
1. Ketaatan pada Tuhan dimulai dengan iman, bukan dengan pengertian kita manusia yang terbatas.
2. Ketaatan mengubah apa yang berada di dalam diri kita terlebih dahulu, yakni hati kita, sebelum mengubah keadaan yang ada di luar kita.
3. Ketaatan membuka jalan untuk pemeliharaan dan kuasa Tuhan di dalam hidup kita.
Taat pada Tuhan bukan hanya sekadar apa yang dilakukan itu nantinya akan mendapat berkat, mengalami mukjizat kesembuhan, keluarga yang dipulihkan Tuhan, dan banyak hal baik lainnya dari Dia.. tetapi lebih kepada relasi kita dengan Bapa yang ada di Surga, yang dipulihkan.
—Bp. Soetjipto Koesno, Obedience, dari Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan pada Tgl. 16 November 2025.