Sesekali, keras dan didiklah diri sendiri untuk bisa menerima segala luka dangan sabar dan redha. Mungkin hati memang tak kuat menerima, tetapi tetaplah bertahan dengan ketabahan. Sebab, setiap kepahitan dan luka yang kita jalani: Tuhan, telan janjikan bahagia yang melimpah di ujung perjuangan nanti.
Tetaplah, kamu menjadi kamu tanpa harus kau
lukis dengan pena / kuas palsu. Sebab, menjadi
kamu yang kamu adalah sesuatu yang sederhana
namun mahal di mata juga hati para pemiliknya.