
Sign up to save your podcasts
Or


Kisah “Minyak dari Seorang Janda” di dalam 2 Raja-Raja 4:1-7 mengajarkan pada kita:
Pertama. Berhenti menunggu dengan pasif akan apa yang kita mau, tetapi mulailah bekerja terlebih dahulu dengan apa yang ada pada kita. Kedua. Persembahkan apa yang masih kita miliki kepada Tuhan, dan teruslah mempercayai bahwa Dia itu masih sanggup untuk memberi apa yang kita perlukan tepat pada waktu-Nya.
Saat kita lemah, Dia yang menjadi Sumber kekuatan. Dia adalah Penyembuh bagi setiap luka di dalam hidup. Tuhan Yesus menjadi Roti dan Air Hidup bagi setiap rasa lapar dan haus yang tak ada habisnya di dalam hidup ini. Dan Dia adalah Batu Karang yang teguh, bagi setiap kita.
“Collecting Jars”
—Pdt. Anugerah Saron
#MDCSurabayaSundayService
By MDC SurabayaKisah “Minyak dari Seorang Janda” di dalam 2 Raja-Raja 4:1-7 mengajarkan pada kita:
Pertama. Berhenti menunggu dengan pasif akan apa yang kita mau, tetapi mulailah bekerja terlebih dahulu dengan apa yang ada pada kita. Kedua. Persembahkan apa yang masih kita miliki kepada Tuhan, dan teruslah mempercayai bahwa Dia itu masih sanggup untuk memberi apa yang kita perlukan tepat pada waktu-Nya.
Saat kita lemah, Dia yang menjadi Sumber kekuatan. Dia adalah Penyembuh bagi setiap luka di dalam hidup. Tuhan Yesus menjadi Roti dan Air Hidup bagi setiap rasa lapar dan haus yang tak ada habisnya di dalam hidup ini. Dan Dia adalah Batu Karang yang teguh, bagi setiap kita.
“Collecting Jars”
—Pdt. Anugerah Saron
#MDCSurabayaSundayService