Pembahasan mendalam tentang "Dataism", "agama" baru yang diidentifikasi oleh Yuval Noah Harari dalam mahakaryanya, "Homo Deus: A Brief History of Tomorrow". Harari memperingatkan bahwa data kini adalah aset paling penting di masa depan, menggantikan tanah atau pabrik sebagai sumber kekuasaan ekonomi dan politik.Konsep inti Dataism adalah kepercayaan bahwa organisme adalah algoritma dan kehidupan adalah pemrosesan data. Dalam pandangan ini, kecerdasan (sapience) akan terlepas dari kesadaran (sentience). Algoritma non-sadar namun sangat cerdas akan segera mengenal kita lebih baik dari diri kita sendiri, bahkan mampu memprediksi dan memanipulasi perilaku manusia dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.