Fluent Fiction - Indonesian:
Arif's Green Dream: Jakarta's Fresh Wave of Eco-Entrepreneurship Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2025-09-30-07-38-20-id
Story Transcript:
Id: Di lantai tiga belas sebuah gedung pencakar langit di Jakarta, cahaya matahari menerobos melalui jendela besar, menerangi kantor dengan lantai terbuka Jakarta Startup Incubator.
En: On the thirteenth floor of a skyscraper in Jakarta, sunlight pierced through large windows, illuminating the open-floor office of the Jakarta Startup Incubator.
Id: Suara dering telepon dan tawa kecil dari para tim startup mengisi udara.
En: The sounds of ringing phones and the soft laughter of startup teams filled the air.
Id: Arif berdiri di pojok ruangan, menatap jendela.
En: Arif stood in the corner of the room, staring out the window.
Id: Pemandangan Jakarta yang sibuk seolah mengguncang pikirannya yang kacau.
En: The bustling view of Jakarta seemed to shake his already tangled thoughts.
Id: Arif adalah seorang pengusaha muda dengan mimpi besar.
En: Arif was a young entrepreneur with big dreams.
Id: Dia memiliki ide untuk layanan pengiriman ramah lingkungan.
En: He had an idea for an environmentally-friendly delivery service.
Id: Dengan sepeda listrik, Arif percaya dirinya dapat mengurangi polusi di Jakarta, sedikit demi sedikit.
En: With electric bikes, Arif believed he could reduce pollution in Jakarta, little by little.
Id: Namun, satu masalah menghantui: dia harus meyakinkan para investor.
En: However, one problem loomed over him: he had to convince the investors.
Id: Hari ini, Arif harus mempresentasikan idenya.
En: Today, Arif had to present his idea.
Id: Tapi ada Joko.
En: But there was Joko.
Id: Joko adalah pesaing yang kuat, mempunyai latar belakang bisnis yang lebih menjual serta slide presentasi yang rapi.
En: Joko was a strong competitor, with a more marketable business background and polished presentation slides.
Id: Sinta, sahabat Arif dan juga mitra bisnisnya, menyemangatinya, “Jangan khawatir, Arif. Berbicara dari hati. Fokus pada misi kita untuk lingkungan.”
En: Sinta, Arif's best friend and business partner, encouraged him, “Don’t worry, Arif. Speak from the heart. Focus on our mission for the environment.”
Id: Saat waktunya tiba, Arif maju ke depan.
En: When the time came, Arif stepped forward.
Id: Jantungnya berdetak cepat.
En: His heart raced.
Id: Dia membuka dengan ungkapan yang sederhana, “Selamat pagi, saya Arif, dan saya peduli pada lingkungan Jakarta.”
En: He opened with a simple expression, “Good morning, I am Arif, and I care about the environment of Jakarta.”
Id: Para investor terlihat serius, beberapa dari mereka mencatat.
En: The investors looked serious, some of them taking notes.
Id: Ketika tiba giliran Joko, dia memulai dengan percaya diri.
En: When it was Joko’s turn, he started confidently.
Id: Slide presentasinya penuh data dan grafik yang memukau.
En: His presentation slides were full of impressive data and graphs.
Id: Namun, di tengah jalan, raut wajahnya berubah.
En: However, midway through, his expression changed.
Id: Ia lupa kata-kata penting.
En: He forgot some important words.
Id: Terlihat kebingungan menguasai dirinya.
En: Confusion took over him.
Id: Sebuah kesempatan muncul.
En: An opportunity arose.
Id: Arif berdiri, suara Sinta seolah terngiang kembali di telinganya.
En: Arif stood up, Sinta’s voice seemed to echo in his ear again.
Id: “Kami ingin membuat Jakarta lebih hijau,” katanya dengan penuh tekad.
En: “We want to make Jakarta greener,” he said with determination.
Id: Dia berbicara dengan penuh keyakinan tentang betapa pentingnya solusi lingkungan.
En: He spoke with great confidence about the importance of environmental solutions.
Id: Alih-alih berfokus pada keuntungan, Arif menekankan bagaimana startup-nya bisa menjadi bagian dari solusi lingkungan global.
En: Instead of focusing on profits, Arif emphasized how his startup could become part of a global environmental solution.
Id: Para investor mulai berbisik satu sama lain.
En: The investors began whispering to one another.
Id: Ketika sesi berakhir, salah satu investor mendekati Arif.
En: When the session ended, one of the investors approached Arif.
Id: “Ide Anda menarik, kami tertarik mendanai sebagian.” kata investor itu.
En: “Your idea is interesting, we’re interested in partially funding it,” the investor said.
Id: Mata Arif berbinar, tidak menyangka dirinya akan mendapatkan kesempatan seperti ini.
En: Arif’s eyes lit up, not expecting that he would receive such an opportunity.
Id: Dengan langkah lebih ringan dan hati yang puas, Arif keluar dari ruangan.
En: With lighter steps and a satisfied heart, Arif left the room.
Id: Kali ini, ia bukan hanya seorang pemimpi, tetapi juga seseorang yang percaya pada visi dan kemampuan dirinya.
En: This time, he wasn’t just a dreamer, but someone who believed in his vision and capabilities.
Id: Jakarta terdengar lebih menggairahkan baginya.
En: Jakarta sounded more exciting to him.
Id: Perubahan kecil telah membangun kepercayaan diri yang besar dalam dirinya.
En: A small change had built a great confidence within him.
Id: Sinta memeluknya, “Kamu berhasil, Arif! Kita baru saja memulai perjalanan besar ini!”
En: Sinta hugged him, “You did it, Arif! We’ve just begun this great journey!”
Id: Arif tersenyum, “Ini baru permulaan, Sinta. Kita akan membawa angin perubahan ke Jakarta.”
En: Arif smiled, “This is just the beginning, Sinta. We’re going to bring a breeze of change to Jakarta.”
Id: Dan dengan itu, Arif tahu bahwa tidak ada batasan untuk mimpi dan usaha yang dijalani dengan ketulusan hati.
En: And with that, Arif knew that there were no limits to dreams and efforts pursued with sincerity of heart.
Vocabulary Words:
- skyscraper: gedung pencakar langit
- pierced: menerobos
- window: jendela
- illuminating: menerangi
- bustling: sibuk
- tangled: kacau
- entrepreneur: pengusaha
- environmentally-friendly: ramah lingkungan
- pollution: polusi
- loomed: menghantui
- convince: meyakinkan
- investors: investor
- present: mempresentasikan
- competitor: pesaing
- marketable: menjual
- polished: rapi
- encouraged: menyemangatinya
- mission: misi
- impressive: memukau
- midway: di tengah jalan
- confusion: kebingungan
- opportunity: kesempatan
- determination: tekad
- confidence: keyakinan
- profits: keuntungan
- funding: mendanai
- vision: visi
- capabilities: kemampuan
- exciting: menggairahkan
- breeze: angin