
Sign up to save your podcasts
Or


“akhirnya semua akan tiba
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
Selasa, 1 April 1969
"Dari jendela kau melihat bintang-bintang tanggal. Satu demi satu, berulang mengucapkan selamat tinggal, kadang kau pikir lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang. Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya menyentuh kemungkinan." Aan Mansyur
====================================================
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
mari, sini sayangku
From the publisher's feed