Batas
Download on the App Store

Batas episodes

  • 16. Bincang Tamu: Perempuan, Islam dan Sejarah ft Aldi Rainaldi (Bismillah Open Minded :v)
    (Intermezo: Saya buka feminist HAHAHA) Haii, saat ini kamu sedang mendegarkan podcast Batas, dan kita kedatangan seorang narasumber yang luar biasa, dia adalah Aldi Rainaldi santri dari Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur. Disesi ini kita bicara tentang banyak hal, mulai dari bagaimana fenomena perempuan dari waktu ke waktu, peran serta apa yang harus dilakukan menurut pandangan Islam, filsafat dan "buku yang Aldi baca". Untuk kamu yang merasa baperan mohon tidak mendengarkan podcast ini. Segala hal yang menyebabkan kekacauan berfikir, perdebatan, dan lain lain, bukan tanggung jawab saya. Terima kasih ^^
    41 min
  • 15. Puisi: Sebuah Tanya (Soe Hok Gie) -Nicholas Saputra

    “akhirnya semua akan tiba

    pada suatu hari yang biasa
    pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
    apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
    memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
    sambil membenarkan letak leher kemejaku”

    (kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi

    kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
    meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

    “apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

    ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

    (lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

    “apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua

    kecuali dalam cinta?”

    (haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

    “manisku, aku akan jalan terus

    membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
    bersama hidup yang begitu biru”

    Selasa, 1 April 1969

    3 min
  • 12. Puisi: Catatan Seorang Demonstran (Soe Hok Gie)

    ====================================================

    ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah

    ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
    tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

    bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

    atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
    ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
    ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

    tapi aku ingin mati di sisimu sayangku

    setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
    tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

    mari, sini sayangku

    kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
    tegakklah ke langit atau awan mendung
    kita tak pernah menanamkan apa-apa,
    kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

    3 min
  • 10. Puisi: Akan kukatakan kepadamu, Aku mencintaimu- Nizar Qabbani
    4
    سأقول لك: أحبك عندما تسقط الحدودُ نهائيا بينك وبين القصيدة ويصبح النوم على ورقة الكتابة شهياً ومدمراَ كالنوم معك ليس الأمر سهلا كما تتصورين فأنا لا أستطيع أن أحب امرأة خارج إيقاعات الشعر ولا أن أدخل في حوارٍ مع جسدٍ لا أعرف أن أتهجأه كلمةَ كلمه ومقطعاَ كقطعاَ إنني لاأعاني من عقدة المثقفين لكن طبيعتي ترفضُ الأجساد التي لاتتكلمُ بذكاء والعيون التي لا تطرحُ الأسئلة إن شرط الشهوة عندي, مرتبطٌ بشرط الشعر فالمرأة قصيدةٌ أموت عندما أكتبها أموت عندما أنساها
    Untuk puisi puisi lainnya : https://nizarq.com/ar/poem436.html
    7 min
  • 23. Bincang Tamu :Privilege dan Takdir with Aldi Rinaldi
    Haiii, saat ini kamu sedang mendengarkan Batas. Bahasan kali ini tentang privilege. Hmm apa sih ituu?? Mari kuceritakan suatu hal.. Ada anak yang lahir dari keluarga menengah keatas, semua kebutuhannya terpenuhi, nutrisi yang masuk kedalam tubuhnya sejak janin baik, sehingga anak menjadi cerdas, namun kondisi rumahnya tiada pernah ada ketenangan, orangtuanya menekan anak untuk menjadi ini atau itu, cita cita sang anakpun kandas, depresi, bunuh diri.
    Adapula anak yang lahir dari keluarga yang serba kekurangan, namun siapa sangka orangtuanya sangat berusaha mencukupkan gizi sang anak sampai rela setiap hari harus ke sungai agar dapat ikan, demi menjaga gizi sang anak agar tidak mengalami stunting, hingga anak besar anak tumbuh dengan fikiran yang cerdas, semua cita -cita sang anak didukung, keluarganya damai, akhirnya sang anak "sukses" sengan jalannya.
    Siapa yang tau dengan takdir Tuhan?
    Gapapa gagal, gapapa jatuh, gapapa kalau merasa kalah, apa salahnya? Toh hidup bukan kompetisi
    52 min

About Batas

From the publisher's feed

Haii, selamat datang di Batas. Akun ini merupakan tempat berbagi cerita tentang banyak hal. Terima kasih untuk selalu medukung dan setia mendengarkan Batas ❤️🌻