
Sign up to save your podcasts
Or


Mohamad Syafi' Alieha atau biasa disapa Savic Ali merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama. Kiprah pergerakannya dimulai semenjak kuliah saat dirinya aktif bergerak di organisasi demonstrasi ‘98. Perjalanan Savic Ali menyambangi perjuangan lantas mengantarnya untuk tidak sepenuhnya kecewa terhadap politik. Terutama, setelah sakit melihat Gus Dur lengser dari tahta kepresidenan. Dengarkan kisah Savic Ali berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
Savic Ali memegang peran penting di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai ketua. Kiprahnya ini meluas kepada divisi teknologi dan informatika NU dengan membuat NU Online. Pembicaraan juga meluas kepada prinsip NU terhadap politik negeri. Savic juga mengutarakan pendapatnya atas isu kepemimpinan tiga periode dan pemunduran pemilu imbas pandemi Covid-19. Dengarkan kisah Savic Ali berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
Kak Seto menekankan kondisi remaja yang penuh pertanyaan serta peran orangtua untuk andil pada masa itu. Kak Seto menjelaskan kemungkinan bila remaja tidak didengar adalah fight atau flight (melawan atau kabur). Kisah ini membawa kepada perjalanan pribadi Kak Seto yang memutuskan flight. Dengarkan kisah Kak Seto berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
Kak Seto sebagai pemerhati anak memiliki kisah panjang sebelum sampai saat ini. Kisahnya berpegang pada GEMBIRA. Pegangan itu yang bisa membangkitkan diri Kak Seto pada kondisi sulit sekalipun. Sekaligus, Kak Seto menekankan pesan soal pribadi yang unik. Dengarkan kisah Kak Seto berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
Wisnu Nugroho berterima kasih kepada Fluxcup. Seniman ini mampu menghilangkan efek traumatis dari film G30S. Fluxcup melalui imajinasi dan ramuan kritiknya, membuat bentuk komedi dengan men-dubbing film itu dan menggeser kengerian yang sempat ada. Lalu, bagaimana dengan keseluruhan pengaryaan Fluxcup? Dengarkan kisah Fluxcup berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/SiniarMedio
Saran & Kolaborasi: [email protected]
Fluxcup berbagi kisah awal pengaryaannya. Kisah ini bermula dari keresahannya atas film tanpa teks penerjemah. Ide membuat subtitle unik berangkat menjadi sebuah identitas karyanya untuk menertawakan amarah. Dengarkan kisah Fluxcup berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/SiniarMedio
Saran & Kolaborasi: [email protected]
The Popo menjadikan Warpopski sebagai playground alias tempatnya bermain. Sebuah unit usaha yang The Popo hadirkan dengan landas sebuah tempat eksplorasi rasa dan cerita. Tidak hanya menjual makanan, The Popo berusaha menjual rasa dan kisah. Selain itu, Warpopski menjadi wadah The Popo mengajarkan kebutuhan kepada konsumen. Dengarkan kisah The Popo berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/SiniarMedio
Saran & Kolaborasi: [email protected]
Berkisah tentang mudik, dari mana awal mula dan penggerak fenomena sosial ini? Sejarawan JJ Rizal berbincang dengan Wisnu Nugroho membahas awal mula hingga pergeseran makna mudik bagi masyarakat. Keterikatan mudik dengan lebaran juga kental dengan pengaruh adat masyarakat, termasuk dalam kaitan masyarakat memaknai Idul Fitri. Dengarkan perbincangan Wisnu Nugroho bersama JJ Rizal berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
Riyan Riyadi atau dikenal sebagai The Popo berbagi kisah tentang pengaryaan di dapur. The Popo menyebutkan dapur sebagai wadah berseni dari dirinya yang seutuhnya. The Popo juga bercerita tentang kondisi penghargaan karya yang tidak seutuhnya, tidak seperti ketulusan rasa dari sajian seni di sebuah piring. Dengarkan kisah The Popo berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
Ulin Yusron, Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkisah tentang dirinya yang berhasil ke Bali lagi. Ulin terakhir mengunjungi Pulau Dewata pada 2000 dan setelah 19 tahun lebih akhirnya datang kembali. Bali menyuguhkan pengalaman baginya, terlebih menjadi agendanya pula untuk mengundang masyarakat berwisata ke Bali. Bahkan, aksi memberi makan monyet juga menjadi wahana Ulin memahami pola sosial bagi monyet dan melihat nilai-nilai dari situ. Dengarkan kisah Ulin Yusron berikut ini!
MEDIO by KG Media
https://linktr.ee/Siniar
Medio Saran & Kolaborasi: [email protected]
From the publisher's feed

30,641 Listeners