
Sign up to save your podcasts
Or


Sapto Anggoro memulai langkahnya menuju dunia baru bernama media daring pada masa akhir orde baru. Sapto berkisah pengalaman perdananya dari Detik.com. Sapto memulai langkah sebagai jurnalis kemudian bertransformasi menjadi marketing. Pengalaman ini membuat Sapto semakin mendalami perannya di media daring, hingga menghidupi dua media daring lainnya. Bagaimana perjalanan Sapto Anggoro membina perjalanan media daring di Indonesia? Dengarkan kisah Sapto Anggoro berikut ini!
MEDIO by KG Media
Wisnu Nugroho mendapat kesempatan berlayar ke Roma pada November 2021. Bukan tanpa alasan esensial, Wisnu berangkat mewakili Indonesia di dialog jurnalis lintas agama di Vatikan. Pembawa acara BEGINU berkisah pertemuannya dengan berbagai pandangan isu agama. Perjalanannya di Vatikan membawanya ke peziarahan batin. Sampai-sampai membuat lututnya tak kuasa dan merinding. Apa saja pengalaman Wisnu Nugroho saat berkunjung ke Roma? Dengarkan kisah Wisnu Nugroho berikut ini!
MEDIO by KG Media
Saran dan kolaborasi: [email protected]
Budiman Sudjatmiko sejak kecil sudah memimpikan langkahnya mengembangkan manusia melalui politik. Budiman sudah menyiapkan langkah yang sejalan dengan lima obsesi dirinya untuk membebaskan manusia. Pada obsesi ini, Budiman bertujuan untuk hegemoni manusia. Namun, obsesi ini memerlukan ide untuk bisa berjalan. Bagaimana proses Budiman merealisasikan obsesinya? Dengarkan obrolan Wisnu Nugroho bersama Budiman Sudjatmiko berikut ini!
MEDIO by KG Media
Faizal Rochmad memulai perjuangannya di Pos Indonesia sejak 2020. Tantangan pria asal Surabaya ini berpadu dengan inovasi untuk menyalakan lagi nadi usaha Pos Indonesia agar tetap bisa berkarya lebih dari 275 tahun. Uniknya, Pos Bloc menjadi salah satu cara Faizal bangkitkan nadi usaha Pos Indonesia. Bagaimana bisa sebuah lokasi ruang publik berkontribusi untuk selamatkan Pos Indonesia? Dengarkan obrolan Wisnu Nugroho bersama Faizal Rochmad, CEO Pos Indonesia berikut ini!
MEDIO by KG Media
Bermula dari kepercayaannya dengan media daring, Sapto Anggoro juga meyakini bila masih banyak ruang pengembangan jurnalistik bersama teknologi. Sapto melihat peran teknologi sebagai wadah dan memerlukan informasi sebagai isi, tetapi masih belum terisi baik. Melalui obrolan Wisnu Nugroho, Sapto membagikan banyak mimpinya terhadap dunia jurnalistik di masa mendatang.
MEDIO by KG Media
Bukan sekadar musisi, Erix Soekamti berkarya untuk masyarakat, bahkan untuk alam dan lingkungannya. Ia tumbuh bersama waktu, nasib, dan takdir yang tidak bisa ditolak dan diupayakan. Simak bincang-bincang Wisnu Nugroho dengan Erix Soekamti soal menjalani kehidupan dan takdir.
(00:40) Mempercayai takdir dan ilusi tentang pilihan
MEDIO by KG Media
Puthut EA ada di pusaran Reformasi 98 di Yogyakarta dan bersaksi, Reformasi 98 bukan gerakan mahasiswa tetapi gerakan masyarakat. Bersama Akademi Kebudayaan Yogyakarta, ia membuat jaringan penulis dan media alternatif.
(00:40) Perjalanan pendidikan Puthut EA
(11:11) Motivasi menjadi aktivis dan filsuf favorit
(21:25) Momentum bisa hidup dari menulis
(34:33) Cara kreatif untuk membuka ruang pergerakan
(43:47) Memelihara filsuf di dalam rumah
(49:54) Kesamaan dan perbedaan orde baru dengan masa kini
(59:45) Optimisme, fiksi, dan filsafat
MEDIO by KG Media
Instagram: https://www.instagram.com/mediobykgmedia
TikTok: https://www.tiktok.com/@mediobykgmedia
Saran dan kolaborasi: [email protected]
Digie Sigit meninggalkan anonimitas para karyanya di ruang publik sejak 2012. Seniman asal Yogyakarta ini konsisten bersuara lewat stensil di tembok-tembok kota. Memberi identitas pada karya merupakan bentuk penghormatan pada publik karena karya itu ada di ruang publik, ruang bersama.
(00:38) Cerita mural sosok Mbok Siyem
MEDIO by KG Media
Demi melewati batas-batas eksklusif, Digie Sigit menempatkan karya-karyanya di ruang publik. Mengkritisi pemanfaatan ruang publik antara vandalisme dan papan iklan. Dengarkan kisah @digiesigit selengkapnya.
(00:37) Ekspresi publik tidak akan pernah bisa ditutup
MEDIO by KG Media Instagram: https://www.instagram.com/mediobykgmedia
Shaggydog terbentuk 1 Juni 1997 di Sayidan, Yogyakarta. Band beraliran ska, reggae, jazz, bahkan pop rock ini digawangi 6 orang personil, yang awalnya 9 orang personil. Heru, Ricard, Raymond, Lilik, Yoyo, dan Bandizt . Band yang populer di awal Tahun 2000-an ini mengalami pasang surut, yang bahkan memaksa mereka menekuni pekerjaan menjadi pengrajin kayu untuk menyambung hidup. Bersama @beginu, kisah @shaggydogcrew diceritakan lebih lengkap.
(00:37) Lagu "Di Sayidan" dan Shaggydog
MEDIO by KG Media Instagram: @mediobykgmedia
TikTok: @mediobykgmedia
Saran dan kolaborasi: [email protected]
From the publisher's feed

30,641 Listeners