Truth Daily Enlightenment

Belajar Beriman dengan Benar


Listen Later

Orang yang sungguh-sungguh belajar beriman dengan benar pasti dapat menyadari bahwa ternyata memiliki iman yang benar itu tidak mudah. Sulit. Dikatakan bahwa “iman tanpa perbuatan, seperti tubuh tanpa roh.” Perbuatan apakah yang menunjukkan imannya, atau perbuatan apakah yang berkualitas sebagai ekspresi atau perwujudan iman? Kalau hanya berbuat baik, itu bukan atau belumlah iman standar seperti yang Allah kehendaki. Memang dalam Yakobus 2 dikatakan: “Kamu mengatakan beriman, tetapi kamu lihat saudaramu yang tidak pakai pakaian, kamu tidak memberi pakaian. Kamu lihat saudaramu yang kedinginan, kau biarkan. Kau melihat saudaramu yang lapar, kau diamkan.” Itu bukan iman. Itu iman yang mati. Tetapi bukan berarti kalau ada orang tidak pakai baju, kita berikan baju, berarti kita beriman. Bukan berarti kalau kita melihat orang tidak memiliki makanan, kita beri makanan, berarti kita sudah beriman. Itu hanya contoh.
Jadi, ketika seseorang melihat orang lain di dalam kekurangan, kalau tidak memberi apa-apa juga tidak bisa dikatakan melanggar hukum pada zaman itu. Sebab, tidak melanggar Sepuluh Perintah Allah. Tidak ada keharusan. Orang yang tidak memberi makan orang yang lapar, bukan suatu dosa. Itu kerelaan. Sama seperti kisah mengenai orang Samaria yang baik hati. Ketika ada orang yang dirampok habis-habisan, lalu lewat seorang rohaniwan—tokoh agama Yahudi—ia melihat orang yang dirampok dan sekarat itu, dia menyimpang. Dia mengambil jalan lain. Dia sengaja membiarkan. Berdosakah dia? Tidak salah, karena tidak ada keharusan. Orang tidak memberi makan orang lapar, itu bukan dosa, karena dipandang dari Hukum Taurat, hal tersebut tidak melanggar hukum. Tetapi, dosa di mata Allah.
Bagi umat Perjanjian Baru, iman itu berarti melakukan apa pun yang Allah perintahkan untuk dilakukan, atau memenuhi proyek yang Tuhan berikan. Seperti di Lukas 16, ada orang kaya yang setiap hari berpesta pora. “Setiap hari,” kata Alkitab. Ia memakai jubah ungu, tanda bahwa ia adalah seorang yang kaya. Sementara, ada Lazarus yang tergeletak kelaparan di depan pintu rumahnya. Dia tidak harus memberi roti. Dia kenal Taurat, sebab ketika dia sudah mati, Abram berkata “di bumi ada Taurat,” dan ada hukum, jadi dia tahu Taurat. Tetapi, tidak memberi makan orang lapar, bukan berarti melanggar Taurat. Itu proyek. Dia tidak melakukan proyek itu. Itu berarti tidak beriman.
Jadi, kalau kita diberi proyek—misalnya orang yang tidak punya pakaian, kedinginan—dan kita tidak memberinya pakaian, itu berarti kita tidak beriman. Tetapi bukan hanya satu kali kasus itu, masih banyak kasus lain yang Tuhan akan berikan. Ketika kita lihat orang lapar, kita tidak memberinya makanan—memang secara hukum tidak berdosa, tetapi berarti kita tidak beriman. Memang bukan berarti kalau ada orang lapar dan kita memberinya makanan, berarti kita sudah beriman. Belum tentu. Karena itu baru satu proyek. Beriman itu artinya sampai akhir kita melakukan apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita. Satu Lazarus Tuhan kirim, kita selesaikan, kita bantu, kita tolong. Tuhan kirim lagi Lazarus yang lain. Tuhan beri kita satu proyek, kita kerjakan dengan baik, Tuhan beri proyek yang lain.
Dulu ada seorang pendeta yang berpikir, “kalau satu orang saya tolong, lalu muncul lagi orang yang lain, capek nanti hidup saya.” Tapi kemudian Tuhan tegur dia, bahwa Tuhan tidak akan memberikan kepadanya proyek yang dia tidak bisa kerjakan. Jadi, kalau Tuhan memberi kita proyek, berarti Tuhan pun memberi kita kemampuan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Jika kita meresponsnya dengan benar, Tuhan pasti akan memberikan kita proyek-proyek yang lebih besar, dan Tuhan pasti melengkapi kebutuhan kita guna menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Kita harus mengerti hal ini, bahwa Tuhan akan membawa kita kepada keadaan-keadaan tertentu yang melalui keadaan-keadaan itu kita dilatih beriman. Bukan hanya menghadapi Lazarus-Lazarus yang harus kita tolong, melainkan juga menghadapi orang-orang yang berbuat jahat...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings