Truth Daily Enlightenment

Bentuk Pembelaan Bapa


Listen Later

Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran yang tidak sama dengan apa yang agama Yahudi atau pun agama samawi ajarkan. Yang diajarkan Tuhan Yesus adalah kehidupan yang menuruti keinginan Allah, bukan kehidupan yang sekadar menuruti hukum. Ini prinsip penting. Yang membawa orientasi berpikir umat pilihan Perjanjian Baru bukan pada kehidupan di bumi ini. Kalau orang masih pada tataran hukum, maka masih ada dalam area “jika taat mendapatkan berkat, jika tidak taat mendapatkan kutuk atau laknat” (Ul. 28). Tuhan Yesus mengajarkan kita pada tataran manusia batiniah. Jadi, kehidupan yang menuruti kehendak Allah sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Dan fokus atau berkat yang ia terima bukanlah di bumi ini, melainkan di kekakalan.
Kalau dalam hukum Taurat, taat memperoleh berkat; tidak taat, akan mendapat laknat. Tetapi dalam kekristenan, melakukan keinginan atau kehendak Allah, belum tentu diberkati secara finansial. Kalau bangsa Israel taat, maka Tuhan memberkati ternak, ladang, pekerjaan mereka. Mereka bisa banyak berkat jasmani. Tetapi kalau orang percaya, umat pilihan Perjanjian Baru, melakukan apa yang diingini oleh Allah Bapa bukan berarti langsung secara finansial berlimpah. Malah sering sebaliknya, Allah membiarkan orang-orang yang hidup dalam penurutan terhadap kehendak Allah atau hidup sesuai pikiran dan perasaan Allah tetap teraniaya, tetap dalam kemiskinan, tidak memiliki kenyamanan hidup sama sekali sampai mati. Itu yang dialami gereja mula-mula, yang jelas menjadi peta kehidupan kekristenan yang harus dijalani oleh orang percaya.
Jadi, kalau seseorang menuruti keinginan Allah atau melakukan kehendak-Nya, itu upah atau berkatnya nanti di kekekalan, bukan di bumi ini. Di bumi, jangan harap mendapat sesuatu secara finansial atau pemenuhan kebutuhan jasmani. Tetapi kalau kita sungguh-sungguh hidup seturut dengan keinginan atau kehendak Allah, maka yang akan kita peroleh nanti itu kekekalan. Dalam Galatia 6:8 firman Tuhan mengatakan, “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Jangan berharap dengan ikut Tuhan Yesus, hidup dalam kekudusan dan kesucian, kita bisa menikmati kenyamanan di bumi. Belum tentu. Kadang-kadang, keadaan kita tetap sulit. Dan ternyata, kesulitan dan ketidaknyamanan hidup di bumi merupakan cara atau bentuk perlindungan Allah; bentuk pembelaan Allah atas kita supaya kita tidak binasa. Dengan ketidaknyamanan yang kita jalani dalam hidup ini, justru kita memiliki kehidupan rohani yang makin murni dan benar. Kita diajar untuk menabur di dalam roh supaya kita menuai kemuliaan nanti, di balik kubur kita.
Ketika seseorang hidup menuruti kehendak Allah, keadaannya tidak menjadi baik menurut versi manusia, sehingga banyak orang tidak ingin memilih jalan ini. Untuk apa hidup dalam kesucian, jika keadaannya tidak berbeda dengan orang-orang dunia yang hidup dalam dosa? Bahkan kenyataannya, malah lebih sulit. Kalau tidak jujur, subur; jujur malah hancur. Akhirnya, orang tidak mau mengambil pilihan untuk hidup dalam kehendak Allah atau hidup suci, artinya, hidup dalam daging, dan ini akan menuai kebinasaan. Barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan.
Sesuatu yang menyedihkan, kalau gereja mengajarkan seakan-akan ketaatan pada Tuhan akan selalu membuahkan kehidupan yang nyaman di bumi, berkat, kemakmuran, pemenuhan kebutuhan jasmani. Itu tidak tepat. Gereja mula-mula itu gereja yang teraniaya, dan tidak sedikit orang Kristen yang sejak lahir sampai mati terus teraniaya. Yesus sendiri juga menunjukkan warna hidup dan gaya hidup seperti ini. Ketaatan-Nya kepada Bapa tidak membuat Dia dimuliakan manusia, terhormat di mata manusia, bahkan yang Dia alami adalah caci maki, hinaan, ludah, dan sampai pada penyaliban. Tetapi justru keadaan itulah yang membuat Yesus memuliakan Allah Bapa. Ia menjadi Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings