Para arkeolog skeptis berpendapat bahwa sampel yang diuji oleh peneliti BRIN mungkin memang berusia 20.000 tahun atau lebih, tetapi itu bisa jadi berasal dari karbon alami dalam tanah, bukan bukti struktur buatan manusia.Mereka menekankan bahwa tidak ada bukti keberadaan manusia purba di lokasi tersebut, seperti artefak atau tulang. Bahkan, seorang ahli geologi, Marc Defant, mengkritik laporan tersebut karena dianggap memunculkan mitos dan khayalan terhadap situs arkeologi.