Tidak mungkin Tuhan memberikan kemuliaan tubuh kebangkitan seperti yang dimiliki oleh Yesus atas orang Kristen yang tidak memiliki ketaatan seperti Dia. Dikatakan dalam Galatia 6:8 tertulis: “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Hanya orang-orang yang memiliki kehidupan seperti Yesus yang akan dibangkitkan seperti Yesus dan memeroleh kemuliaan bersama dengan Dia. Inilah orang-orang yang menabur dalam Roh.
Banyak orang Kristen berpikir, bahwa asal mereka sudah menjadi Kristen, mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, setelah mati pasti masuk Surga. Padahal, kualitas hidup mereka hari ini tidak bedanya dengan anak-anak dunia. Ini sebuah kebodohan akibat penyesatan. Di dalam seluruh Alkitab Perjanjian Baru, jelas sekali pernyataan dan ajaran Tuhan, serta tulisan para rasul yang mengarahkan agar kita hidup tidak bercacat dan tidak bercela, menjalani hidup sebagai anak-anak Allah yang istimewa dan tidak sama dengan anak-anak dunia ini. Itu jelas.
Menjadi Kristen memang berat, yang oleh karenanya, Yesus berkata “berjuanglah untuk masuk jalan sempit. Karena banyak orang berusaha, tapi tidak masuk.” Kenapa bisa tidak masuk? Karena sulit dan sukar. Maka, “berjuanglah” dalam bahasa aslinya agonizeste; bertarung; strive, struggle. Hal ini benar-benar membutuhkan perjuangan yang tidak mudah dan berat. Tidak banyak orang Kristen yang mengalami beratnya perjuangan tersebut. Karena didasari oleh kalimat “keselamatan bukan karena perbuatan baik” dengan penafsiran yang salah, sehingga tidak pernah ada perjuangan. Kebanyakan orang senang dengan teologi atau ajaran yang mengajarkan bahwa anugerah membuat kita tidak perlu berjuang. Anugerah membuat kita tidak perlu membayar apa-apa. Dan itu penyesatan. Justru, anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus membawa kita kepada perjuangan yang lebih berat dari orang-orang yang tidak memiliki anugerah. Sebab, dengan memiliki anugerah dalam Yesus Kristus, kita harus menjalani hidup seperti hidup yang dijalani oleh Tuhan Yesus. Dengan perjuangan hidup yang berat seperti hidup yang dijalani oleh Yesus, kita akan menerima kemuliaan bersama-sama dengan Dia.
Jadi, kalau kita menyatakan diri sebagai orang percaya, kita harus masuk dalam pergumulan ini, yaitu pergumulan hidup untuk memperoleh kualitas tubuh kebangkitan dan kemuliaan seperti yang dimiliki oleh Yesus. Karenanya, sejak di dunia ini, kita harus berjuang untuk memiliki hidup seperti hidup yang dimiliki Tuhan. Harus berkualitas hidup seperti kualitas hidup yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Ini yang Tuhan kehendaki atau inginkan dalam hidup kita. Banyak orang tidak suka itu atau tidak mau memiliki kehidupan seperti Yesus. Tidak mau karena berat dan sulit, yang diinginkan oleh kebanyakan orang adalah kehidupan yang mudah dijalani, nyaman seperti manusia lain, tetapi kalau mati masuk surga. Tanpa disadari, ada satu pemikiran bahwa orang Kristen itu memang anak-anak Allah yang istimewa. Istimewanya adalah mendapatkan Kerajaan Surga dengan gratis. Memang Kerajaan Surga diberikan gratis, tetapi untuk hidup di dalam Kerajaan itu harus berjuang. Sebenarnya, yang gratis itu adalah kesempatan dan potensi untuk memiliki Kerajaan itu. Sama seperti jika seseorang mendapatkan mobil secara gratis. Ia tidak akan bisa menikmati mobil atau memilikinya, kalau ia tidak bisa mengendarainya.
Kerajaan Surga diberikan gratis, tetapi untuk bisa memiliki dan menikmati Kerajaan Surga, seseorang harus mengalami perubahan. Itulah harga yang harus dibayar. Bagaimana Kerajaan Surga yang kudus dimasuki orang-orang yang tidak terlatih untuk menjadi anak-anak Allah atau orang-orang yang bermartabat bangsawan surgawi? Bagaimana Kerajaan Allah dimasuki orang yang karakternya berantakan? Sangatlah mustahil. Jadi, Rumah Bapa itu hanya dihuni oleh orang-orang yang serupa dengan Yesus. Orang yang tidak serupa dengan Yesus tidak aka...