Truth Daily Enlightenment

Berpikir Mistis


Listen Later

Dewasa ini banyak hamba-hamba Tuhan (para pendeta) yang sangat mengingini agar kuasa Tuhan dinyatakan melalui mukjizat dalam pelayanan. Untuk itu mereka berdoa dan berpuasa dengan sungguh-sungguh. Doa dan puasa tersebut seakan-akan sebagai sarana “barter” guna memperoleh karunia Roh Kudus, dalam hal ini memperoleh karunia mukjizat untuk didemonstrasikan dalam pelayanannya. Biasanya alasan yang dikemukakan mengapa mereka mengingini kuasa Tuhan agar mukjizat terjadi antara lain: dengan mukjizat nama Tuhan dimuliakan dan ditinggikan, dengan mukjizat jiwa-jiwa dimenangkan, dengan mukjizat pekerjaan Tuhan menjadi maju dan dengan mukjizat banyak orang tertolong dari segala persoalan pelik yang tidak terpecahkan, dari masalah sakit-penyakit, ekonomi, rumah tangga, dan lain sebagainya.
Kita tidak menyangkal butir-butir alasan di atas, tetapi masalahnya adalah apakah benar kita melakukan tersebut bagi kemuliaan nama Tuhan, atau sebenarnya sedang mencari kemuliaan bagi diri sendiri? Kita harus waspada, bahwa hati manusia sungguh amat licik dan munafik. Dalam kelicikannya, sering seseorang ditipu oleh dirinya sendiri. Seringkali alasan-alasan tersebut hanya merupakan kamuflase. Pada dasarnya semua sukses pelayanan melalui peragaan mukjizat seringkali dijadikan sarana untuk meninggikan diri dan mencari keuntungan-keuntungan duniawi. Apalagi di tengah-tengah suasana kompetisi antar gereja untuk menjadi gereja paling besar dan usaha memperebutkan jemaat, maka usaha melakukan mukjizat adalah bagian dari usaha untuk meninggikan diri dan menarik massa. Tidaklah mengherankan kalau suatu saat nanti Tuhan berkata kepada orang yang sudah mengadakan mukjizat, bahwa Dia tidak mengenal mereka.
Mengapa orang mengingini mukjizat Tuhan dalam menyelesaikan segala masalah? Sebab mukjizat Tuhan dapat menjawab kebutuhan dengan sempurna tanpa berjerih lelah. Murah, tetapi berdaya guna.  Biasanya mukjizat dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan secara maksimal.  Mukjizat dapat memberi nilai diri bagi para pendeta yang mendemonstrasikannya. Hal ini juga terkait dengan keuntungan materi yang dapat diperoleh dengan mudah bagi para pendeta yang mengadakan mukjizat. Di lain pihak, jemaat memperoleh jalan mudah untuk mengalami kesembuhan, jalan keluar dari masalah ekonomi, dan berbagai masalah kehidupan lain. Tentu saja mukjizat menjadi cara terbaik untuk dapat menyelamatkan sejumlah besar uang.
Dewasa ini, kesaksian seseorang yang mengalami mukjizat (entah benar-benar sebuah pengalaman nyata atau kesaksian yang dikarang-karang sendiri) menjadi komoditas orang-orang tertentu untuk menarik perhatian orang, menebar pesona, memengaruhi orang lain, dan sarana mencari keuntungan materi. Di dunia timur yang masyarakatnya suka mengagumi hal-hal mistis-spektakuler, kesaksian-kesaksian yang mengandung unsur mukjizat sangat konsumtif (digemari dan rasa dibutuhkan). Tidak heran kalau gereja-gereja yang menekankan mukjizat menjadi ramai dikunjungi orang. Hal ini terjadi khususnya di gereja-gereja di Indonesia, sebab masyarakatnya menyukai hal-hal yang bersifat mistis.
Gereja yang menekankan mukjizat tanpa batas dan tanpa pengertian kebenaran Firman Tuhan yang utuh, membuat jemaat menjadi cenderung berpikir mistis. Sebagai akibatnya, rasio tidak digunakan secara maksimal. Akibat negatif lainnya adalah nuraninya pun menjadi tidak dewasa. Hal ini tanpa disadari membentuk pikiran yang tumpul untuk memahami kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan harus dipahami juga dengan menggunakan rasio yang maksimal atau secara proporsional. Dengan cara ini, Iblis lebih mudah menyesatkan gereja Tuhan sehingga mereka tidak mengenal kebenaran. Padahal kebenaran itulah yang memerdekakan. Dengan tidak mengenal kebenaran yang sejati seseorang tidak akan mengalami keselamatan secara benar.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings