"Tidak penting karya Miftah itu seperti apa, yang paling penting Miftah masih hidup saja sudah bagus" kira-kira sepertu itu pesan dari Aa Nurjaman ketika membuka "Terpenjara" tempo hari. Ya, benar sekali ketika Miftah memilih melukis sebagai sarana pembersih diri (katarsis), dari situlah emosi, ketidak percayaan diri, depresi, air mata, yang hampir merenggut nyawanya justru menjadi sebuah titik terang kehidupan yang karyanya bisa divisualkan dan menjadi pembelajaran oleh banyak orang, salut mas! Adalah penulis, sastrawan, musisi (Prosanada), juga seniman abstrak, ketika membicarakan; Miftah Rizaq, dekat dengan circle indie, mengidolakan Iksan Skuter, "Danto" Sisir Tanah, Melanie Subono, Dendang Kampungan, Cholil ERK, Farid FSTVLST hingga Radiohead, namun tetap sayang kepada anak-anak tercinta. Membicarakan "Terpenjara" yang kental dengan abstrak non figuratif, Miftah mencoba menggali kerangka-kerangka pelik kehidupan yang sudah lampau, sulit memang, hingga minus tujuh hari pembukaan pameran terbesit akan dibatalkan saja, tapi? The show (arts) must go on!
"..sudah, sementara biarkan aku disini. Nanti aku akan bebas" [Terpenjara; Miftah Rizaq 2020]
Pameran Tunggal Miftah Rizaq "TERPENJARA" | 29 Agustus - 13 September 2020 | @tigaroepa Jl. Pandega Marta No. 43 Manggung, Caturtunggal Depok Sleman (14:00 - 22:00 WIB)
pameranterpenjara.webs.com
Buat yang ada usaha dalam bentuk apa saja, boleh dipromosikan di ig kami @serulingsenja_jogja
Selamat menikmati,
Team : Son & Dwx | Diedit oleh : LA
--
Sound effects and music obtained from:
https://www.zapsplat.com
Sound effects and music obtained from zapsplat.com