Fluent Fiction - Indonesian:
Betrayal and Redemption: Yogyakarta's Coffee Shop Drama Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2025-09-25-07-38-21-id
Story Transcript:
Id: Di bawah langit cerah musim kemarau, aroma kopi menyelimuti ruangan.
En: Under the clear dry season sky, the aroma of coffee enveloped the room.
Id: Di dalam sebuah kedai kopi di Yogyakarta, Ayu, sang pemilik yang penuh semangat, duduk di sudut dengan tatapan cemas.
En: Inside a coffee shop in Yogyakarta, Ayu, the enthusiastic owner, sat in a corner with an anxious gaze.
Id: Kedai yang ia bangun dengan cinta dari biji kopi terbaik kini dihadapkan pada ancaman serius.
En: The shop she lovingly built from the best coffee beans now faced a serious threat.
Id: Resep rahasia yang merupakan kebanggaannya telah dicuri.
En: Her pride, the secret recipe, had been stolen.
Id: Ayu berkutat dengan pikiran yang berkelindan, sementara Rizky, karyawan setianya, menyajikan kopi dengan cekatan.
En: Ayu was tangled in her swirling thoughts, while Rizky, her loyal employee, skillfully served the coffee.
Id: Rizky selalu mengagumi dedikasi Ayu, namun diam-diam merasa usahanya kurang dihargai.
En: Rizky always admired Ayu's dedication, but secretly felt his efforts were underappreciated.
Id: Di samping mereka, ada Sari, barista baru yang misterius.
En: Beside them was Sari, the new mysterious barista.
Id: Rumor mengatakan Sari pernah bekerja di kafe saingan, tapi Ayu belum pernah menanyakannya langsung.
En: Rumor had it that Sari once worked at a rival café, but Ayu had never asked her directly.
Id: Semua berawal ketika Ayu menerima berita mengejutkan.
En: Everything began when Ayu received shocking news.
Id: Salah satu racikannya, kopi "Kembang Malam," muncul di menu kafe lain.
En: One of her concoctions, the "Kembang Malam" coffee, appeared on another café's menu.
Id: Ayu harus menemukan siapa yang membocorkan resep, tapi bagaimanakah caranya?
En: Ayu had to find out who leaked the recipe, but how?
Id: Kedai itu bernuansa hangat, dengan jendela besar yang membiarkan sinar matahari masuk, memantul pada peralatan tembaga berkilau.
En: The shop had a warm atmosphere, with large windows letting in sunlight that reflected off shiny copper equipment.
Id: Di tengah keresahan itu, Ayu memutuskan menjebak si pencuri.
En: Amidst the unrest, Ayu decided to trap the thief.
Id: Dia mengganti resep asli dengan versi palsu.
En: She replaced the original recipe with a fake version.
Id: Malam itu, saat kedai sudah tutup, Ayu mengamati dari sudut yang gelap.
En: That night, when the shop was closed, Ayu observed from a dark corner.
Id: Tak lama, dia melihat bayangan bergerak menuju ruang penyimpanan.
En: Shortly after, she saw a shadow moving towards the storage room.
Id: Dengan hati-hati, Ayu mengikuti jejak langkah itu.
En: Carefully, Ayu followed the footsteps.
Id: Ketegangan memuncak ketika Ayu mendapati Sari di sana, tengah memegang catatan resep.
En: Tension peaked when Ayu found Sari there, holding a note of the recipe.
Id: "Sari, apa yang kamu lakukan di sini?
En: "Sari, what are you doing here?"
Id: " tanya Ayu tegas.
En: Ayu asked firmly.
Id: Sari tampak kaget, namun kemudian mendesah dalam.
En: Sari looked shocked, but then sighed deeply.
Id: "Ayu, aku sebenarnya ditekan oleh pemilik kafe saingan.
En: "Ayu, I was actually pressured by the owner of the rival café.
Id: Tapi, aku tidak pernah benar-benar berniat melakukan ini," ujarnya dengan suara bergetar.
En: But I never truly intended to do this," she said with a trembling voice.
Id: Ayu terdiam, menimbang kata-kata Sari.
En: Ayu was silent, weighing Sari's words.
Id: Dia melihat rasa bersalah di mata Sari.
En: She saw the guilt in Sari's eyes.
Id: Akhirnya, Ayu memutuskan memberi Sari kesempatan kedua.
En: Finally, Ayu decided to give Sari a second chance.
Id: "Aku percaya kamu punya potensi, Sari.
En: "I believe you have potential, Sari.
Id: Tapi, ini tidak boleh terulang lagi.
En: But this must never happen again."
Id: "Dari kejadian itu, Ayu belajar pentingnya komunikasi.
En: From that event, Ayu learned the importance of communication.
Id: Dia mulai lebih terbuka dengan stafnya, membangun kepercayaan dan kolaborasi yang lebih kuat.
En: She began to be more open with her staff, building stronger trust and collaboration.
Id: Dalam hangatnya aroma kopi yang senantiasa memenuhi ruangan, kedai itu kembali berdetak, lebih hidup dari sebelumnya.
En: In the warmth of the coffee aroma that always filled the room, the shop came back to life, more vibrant than before.
Id: Kehidupan baru bagi mereka, di bawah naungan langit Yogyakarta yang selalu cerah.
En: A new life for them, under the ever-clear sky of Yogyakarta.
Vocabulary Words:
- enveloped: menyelimuti
- anxious: cemas
- threat: ancaman
- tangled: berkelindan
- loyal: setia
- admired: mengagumi
- concoctions: racikan
- shiny: berkilau
- unrest: keresahan
- observed: mengamati
- tension: ketegangan
- guilt: bersalah
- trembling: bergetar
- potential: potensi
- communication: komunikasi
- trust: kepercayaan
- collaboration: kolaborasi
- vibrant: hidup
- enthusiastic: penuh semangat
- gaze: tatapan
- recipe: resep
- rival: saingan
- rumor: rumor
- shocking: mengejutkan
- warm: hangat
- trap: menjebak
- shadow: bayangan
- carefully: dengan hati-hati
- sighed: mendesah
- build: membangun