Truth Daily Enlightenment

Binatang Berbisa


Listen Later

Tidak ada kisah yang lebih tragis di atas muka bumi ini dari kisah mengenai kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kejadian 3:1-6 adalah satu-satunya pasal yang mengungkapkan peristiwa tragis tersebut. Tidak diragukan lagi bahkan menjadi satu kepastian, bahwa inilah awal dari kisah mengenai sepak terjang setan atau Iblis di atas muka bumi. Ular yang dalam bahasa Ibraninya nakash (נָחָשׁ,) yang dimaksud di dalam Kejadian 3 pastilah oknum setan atau Iblis tersebut. Mengapa nama oknum tersebut tidak disebut, misalnya setan atau Iblis atau yang lain? Mengapa harus menggunakan ular sebagai personifikasinya? Harus diingat, bahwa Kitab Kejadian ditulis untuk bangsa Israel yang belum lama keluar dari perbudakan Mesir (tahun 1440 SM). Mereka adalah bangsa yang tidak berbudaya tinggi, karena selama 430 tahun hidup sebagai bangsa budak. Mereka bisa dikatakan primitif jika dibanding dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju. Tentu saja cara berpikir bangsa itu juga masih sangat dangkal, sehingga Kitab Kejadian harus ditulis secara figuratif.
 
Kita sebagai umat pilihan harus memahami jalan keselamatan dalam Yesus Kristus yang merupakan pusat rencana Allah, juga harus memahami Kitab Kejadian dengan cerdas agar dapat memperoleh makna orisinal yang lebih dalam daripada yang dapat dipahami oleh bangsa Israel. Ular adalah figuratif dari personifikasi setan atau Iblis. Dengan ular sebagai personifikasi oknum ini, menunjukkan bahwa oknum setan tersebut adalah entitas yang tidak bermartabat seperti makhluk ciptaan yang memiliki kepribadian. Setan atau Iblis ditampilkan sebagai ular, yang berarti disejajar dengan binatang. Hal ini jelas merupakan sebuah pernyataan bahwa oknum itu memiliki martabat yang lebih rendah dibanding dengan manusia dan makhluk surgawi lainnya. Hal ini terjadi atas diri setan atau Iblis sebab ia memberontak kepada Allah.
 
Dalam Kitab Wahyu, muncul satu entitas yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata “binatang.” Dalam teks aslinya, kata “binatang” tersebut adalah therion (θηρίον) yang artinya antara lain: an animal, a wild animal, wild beast, a brutal, bestial man, savage, ferocious (binatang, binatang buas, brutal, ganas). Dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris sering diterjemahkan the beast, menunjuk binatang yang buruk rupa dan biasanya dipahami jahat. Binatang ini pasti menunjuk kuasa gelap yaitu setan atau Iblis. Binatang tersebut ditampilkan sebagai sosok utama yang memiliki peranan sangat besar dalam dunia kegelapan yang merusak kehidupan. Di bagian lain dalam Kitab Wahyu ini, digambarkan sebagai naga. Kata “naga” dalam teks aslinya adalah drakon megas purros (δράκων μέγας πυρρὸς), yang artinya naga besar yang warnanya merah.
 
Penggambaran binatang atas oknum setan tidak dapat disejajarkan dengan penggambaran Anak Allah atau Yesus sebagai Anak Domba yang disembelih. Yesus adalah Anak Domba yang tersembelih, menunjuk kepada kesediaan-Nya sebagai kurban penghapus dosa. Anak Domba yang disembelih adalah penggenapan dari tindakan kurban penebusan yang ada dalam Perjanjian Lama. Lagipula, “anak domba” menunjuk kelemahlembutan dan kasih, entitas yang tidak membahayakan dan tidak menakutkan. Pada intinya, ular adalah personifikasi setan atau Iblis dalam Taman Eden. Ular menunjukkan tidak bermartabatnya oknum yang telah memberontak kepada Allah ini.
 
Iblis digambarkan sebagai ular yang menunjukkan betapa berbahayanya oknum ini. Dari sejak zaman dulu sampai sekarang, ular adalah binatang berbisa yang membahayakan. Ular tidak pernah menjadi binatang peliharaan yang jinak. Kalaupun ada orang yang menjadikan ular binatang peliharaan, itu pun sangat langka dan tentu sangat berbahaya. Ular selalu dipersepsikan sebagai buas dan ganas, serta membahayakan. Oknum yang sama sekali tidak bersahabat. Berbicara mengenai setan atau Iblis, oknum ini tidak memiliki unsur atau nuansa kekeluargaan dan persahabatan, yang ada hanyalah kebencian dan permusuhan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings