
Sign up to save your podcasts
Or


Katanya kita harus sabar dan menghargai proses. Tidak ada yang instan katanya, mie instan saja perlu dimasak dulu.
Saat kita dianjurkan berkali - kali untuk buat target, sebenarnya kita tahu gak sih target yang benar itu kayak apa?
Kita semua pasti lebih pilih bahagia daripada menderita. Tapi kebahagiaan yang sejati itu apa ya?
Sering kita mengaku beragama namun tak sedikit pun perilaku kita menunjukkannya? Atau ada yang berani mengaku atheist, tetapi perilakunya lebih baik dari yang beragama?
Jujur saja, pasti kecewa, marah, emosi berantakan, dan rasanya hancur. Lalu?
Ini sama dengan andai kita tidak bisa mati, semangat kita melakukan segala sesuatu dan mengejar segala bentuk keberhasilan dunia, apakah akan tetap sama seperti sekarang? Atau bahkan jadi lebih tidak semangat atau malah makin bahagia?
From the publisher's feed