Rumah. Ya, rumah itu. Aku tak mau pulang, sekadar tinggal belaka. Aku ingin pergi, pergi ke rumah, dan di dalam sana ada dirimu. Rumah itu rumah berjalan dan aku ingin berkeliling bersama denganmu. Iya, dirimu.
Kalau suddenly ngerasa seseg kan ya, auto nyari tablet kunyah buat pereda. Next, kata Babeh tarik nafas panjang lalu embuskan. Begitu aja terus, ulangi benerapa kali sampai merasa enakan. Eh, pas lagi sesi tarik ulur nafas malah keterusan nyayi beginian. . . . . . .γ½(^0^)οΎ
Entahlaa ini sekadar cerita, tapi bukan hanya cerita, melainkan sebuah cerita. Hmm... Ok fix, ini cerita. This is it, a story. Slice of life story. ππ
Agar kamu mampu mencintainya secara utuh. Menerima, tidak hanya kelebihan, namun juga kekurangan dalam dirinya. Karena, setiap orang itu berarti. Setiap orang itu unik, dengan gaya dan caranya sendiri.