
Sign up to save your podcasts
Or


Sound Engineer atau Insinyur Audio
sebuah tugas yang tidak kalah penting dalam sebuah pertunjukkan atau proses sebuah rekaman lagu. dimana mereka akan mencoba untuk merancang sebuah sistem penangkapan suara dari setiap instrumen yang ada lalu mengatur semua suara yang di hasilkan agar dapat di nikmati oleh penonton. terlebih dalam sebuah pertunjukkan live, dimana semua suara yang di hasilkan baik dari suara manusia ataupun instrumen musik itu harus di tangkap dengan menggunakan penangkap suara ( untuk Akustik dan Vocal ) lalu di gabungkan dan di percantik dengan keterampilan yang mereka miliki pada saat pertunjukkan.
secara gamblang tugas mereka adalah menangkap suara dan menyalurkannya kepada penonton. tapi di balik semua itu masih terdapat ratusan kabel serta lalu lintas signal yang akan terjadi di atas panggung, demi memudahkan serta membuat semua pengisi acara merasa nyaman di atas panggung tugas ini terkadang tidak terlihat banyak oleh orang awam.
keterampilan yang mereka pelajari sangatlah luas, misal jenis instrumen yang harus di padukan dengan Microphone jenis yang berbeda akan mengeluarkan suara yang berbeda pula ( piano-mic Kondenser ), belum lagi perihal kelistrikan, signal audio, permintaan musisi di panggung terkait monitor In-Ear, Wedges ( monitor lantai ), atau bahkan di dalam studio, perangkat rekaman, mixer konsol yang mereka gunakan dengan ratusan channel untuk setiap instrumen yang berbeda.
maka tidak sedikit sekolah kejuruan atau instansi akademis yang menawarkan program musik terkait ilmu ini. bahkan sertifikasi seputar seorang Insinyur suara pun terpilah menjadi beberapa ilmu yang berbeda-beda. misal sertifikasi DAW LOGIC, sertifikasi mixer, sertifikasi studio, DLL maka tidaklah heran kalau peran yang satu ini menyandang gelar sarjana, gamblangnya yah memang mereka sekolah. tentu tidak sedikit insinyur audio ternama dunia yang terkadang tidak mengenyam bangku sekolah, tapi kembali kepada individu tersebut apakah betul membutuhkan karir akademis ketimbang keterampilan di lapangan.
betulkah butuh sekolah?
musisi perlu sekolah kah?
langsung di simak yows.
By Ipung Chandra, RtiSound Engineer atau Insinyur Audio
sebuah tugas yang tidak kalah penting dalam sebuah pertunjukkan atau proses sebuah rekaman lagu. dimana mereka akan mencoba untuk merancang sebuah sistem penangkapan suara dari setiap instrumen yang ada lalu mengatur semua suara yang di hasilkan agar dapat di nikmati oleh penonton. terlebih dalam sebuah pertunjukkan live, dimana semua suara yang di hasilkan baik dari suara manusia ataupun instrumen musik itu harus di tangkap dengan menggunakan penangkap suara ( untuk Akustik dan Vocal ) lalu di gabungkan dan di percantik dengan keterampilan yang mereka miliki pada saat pertunjukkan.
secara gamblang tugas mereka adalah menangkap suara dan menyalurkannya kepada penonton. tapi di balik semua itu masih terdapat ratusan kabel serta lalu lintas signal yang akan terjadi di atas panggung, demi memudahkan serta membuat semua pengisi acara merasa nyaman di atas panggung tugas ini terkadang tidak terlihat banyak oleh orang awam.
keterampilan yang mereka pelajari sangatlah luas, misal jenis instrumen yang harus di padukan dengan Microphone jenis yang berbeda akan mengeluarkan suara yang berbeda pula ( piano-mic Kondenser ), belum lagi perihal kelistrikan, signal audio, permintaan musisi di panggung terkait monitor In-Ear, Wedges ( monitor lantai ), atau bahkan di dalam studio, perangkat rekaman, mixer konsol yang mereka gunakan dengan ratusan channel untuk setiap instrumen yang berbeda.
maka tidak sedikit sekolah kejuruan atau instansi akademis yang menawarkan program musik terkait ilmu ini. bahkan sertifikasi seputar seorang Insinyur suara pun terpilah menjadi beberapa ilmu yang berbeda-beda. misal sertifikasi DAW LOGIC, sertifikasi mixer, sertifikasi studio, DLL maka tidaklah heran kalau peran yang satu ini menyandang gelar sarjana, gamblangnya yah memang mereka sekolah. tentu tidak sedikit insinyur audio ternama dunia yang terkadang tidak mengenyam bangku sekolah, tapi kembali kepada individu tersebut apakah betul membutuhkan karir akademis ketimbang keterampilan di lapangan.
betulkah butuh sekolah?
musisi perlu sekolah kah?
langsung di simak yows.