
Sign up to save your podcasts
Or


Mentas pake BGM itu curang? ( Part 1 )
Hidup manusia di jaman sekarang tentu serba cepat dan serba efisien, dengan kemajuan teknologi dari berbagai sektor yang tentunya dapat memperbaiki sistem komunikasi serta cara manusia hidup dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Dunia hiburan juga mengalami perubahan yang cukup signifikan, dari kemajuan teknologi di bidang musik yang tentunya juga akan mempermudah para artis dan musisi dalam mengerjakan semua projek karya terbaru mereka.
Metode perekaman sebuah lagu di dalam studio juga mengalami perubahan yang sangat cepat, mulai dari perekaman dengan menggunakan pita kaset, rekaman berjamaah ( Live Recording ) begitupun juga dengan era abad 21 yang semakin di permudah dengan adanya konsol dunia digital, dengan kemajuan teknologi ini arah dan warna musik populer dunia juga berubah menjadi sesuatu yang baru, dan tentu akan semakin baik dan tinggi kualitasnya.
Bicara soal performa atau mentas atau sebuah pertunjukkan live, apa sih yang sebenernya di sebut live performance itu ? Mengapa begitu banyak orang suka nonton live performance ketimbang nonton daring, faktanya nonton sebuah pertunjukkan live ataupun konser semakin terkenal pengisi acaranya pasti juga akan semakin susah pula ketika kita akan menuju lokasi pertunjukkan, kehadiran fisik kita membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Misal : berangkat dari rumah dengan menggunakan baju pilihan, opsi makan siang atau makan malam sebelum berangkat, metode transportasi yang akan kita gunakan untuk menuju venue tersebut, tiket administrasi terkait pertunjukkan tersebut ( biasanya harus di beli jauh-jauh hari sebelum pertunjukkan berlangsung, Blackpink dateng Taiwan tiket premiumnya di jual sudah menyentuh angka 440.000 NT ), dan lain-lain.
Di lansir dari Laras.or.id yang menjabarkan sebuah pengertian tentang sebuah Live Performance, adalah sebuah jenis pertunjukkan di mana para pemain dan penonton secara fisik hadir, dimana pola ini di sebut sebagai Liveness Klasik. Yang kemudian dengan munculnya teknologi siaran, muncul sebuah pola baru dimana pertunjukkan di alami secara langsung oleh penonton, dimana mereka tidak hadir secara fisik. Penonton tidak hadir bersamaan bersama pemain di lokasi pertunjukkan, akan tetapi mengalami pertunjukkan yang di sebut sebagai anteriritas temporal. Yang mendorong penonton merasa seolah-olah berpartisipasi dalam pertunjukkan dan mengalami keadaan yang sama dengan penonton lainnya di dalam sebuah Live Performance.
Dengan penjabaran di atas menurut ane, seiring perkembangan jaman yang ada di dunia dalam dunia teknologi maka sebuah pertunjukkan live dapat di bantu dengan berbagai mekanisme digital ataupun perangkat bantuan lainnya dalam meng-golkan sebuah pertunjukkan.
Misalnya, kita sering kali mendengarkan sebuah konotasi dalam obrolan para musisi maupun artis, misal BGM ( Back Ground Music ), Minus 1 ( artinya track lagu yang sudah di sediakan oleh pengisi acara tanpa suara vokal ), sequencer ( sebuah perangkat digital untuk membantu dalam pengisian suara ataupun manipulasi sebuah proses suara yang akan di suguhkan dalam sebuah pertunjukkan ), termasuk Lip SYNC DLL.
Demi suksesnya sebuah pertunjukkan, maka perangkat dan metode seperti diatas sudah di praktekkan dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan sudah di lakukan oleh beberapa pionir dunia dalam industri musik demi sebuah pertunjukkan dengan kaliber internasional agar dapat berjalan dengan lancar, jadi Lip SYNC di dunia pertelevisian maupun sebuah festival hal ini sudah menjadi sebuah kelumrahan. Tanpa adanya perangkat ini rasanya kurang afdol.
Kalo begitu nonton band lagi mentas pake sequencer atau BGM apakah nonton pertunjukkan live?
Sebuah cerita di tahun 2004, pada saat itu sebuah pertunjukkan live dari sebuah stasiun televisi Amerika Serikat, dimana hingga saat ini momen ini adalah sebuah momen dalam dunia pertelevisian yang cukup legendaris. Jadi gini :
Pada tanggal 23 Oktober 2004, dalam sebuah episode televisi Saturday Night Live, artis dan tamu undangan pada saat itu adalah Ashlee Simpson yang sedang bersiap dalam pertunjukkannya dalam studio SNL. Mereka mempersiapkan 2 lagu dalam pertunjukkan acara siaran langsung televisi nasional.
Baru saja di perkenalkan oleh pembawa acara yang pada saat itu adalah seorang aktor kaliber Hollywood yang bernama Jude Law, usai memperkenalkan Ashlee Simpson, drummer langsung saja memulai ketukan, dan siapa sangka Ashlee Simpson yang baru saja menggerakkan badan sembari berdansa, suara vokal dari sang vokalis band ini ternyata muncul duluan, padahal doi belum bersiap untuk bernyanyi.
Usut punya usut, ternyata urutan lagu yang mereka bawakan tertukar dalam track BGMnya ( Intinya mereka Lip Sync ) yang harusnya lagu pertama, ternyata di putar lagu ke 2 menjadi lagu pertama.
Siaran langsung yang di disiarkan secara nasional di Amerika Serikat berubah menjadi sebuah mimpi buruk bagi band ini, dalam sekejap seantero tau keberadaan band mereka yang memakai Lip SYNC, dan hal ini tentu akan berimpak negatip bagi band ini. Kalo pada saat itu udah ada Twitter bayangkan saja apa kata netizen?
masih berlanjut, terus di pantau yows. Terima kasih
By Ipung Chandra, RtiMentas pake BGM itu curang? ( Part 1 )
Hidup manusia di jaman sekarang tentu serba cepat dan serba efisien, dengan kemajuan teknologi dari berbagai sektor yang tentunya dapat memperbaiki sistem komunikasi serta cara manusia hidup dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Dunia hiburan juga mengalami perubahan yang cukup signifikan, dari kemajuan teknologi di bidang musik yang tentunya juga akan mempermudah para artis dan musisi dalam mengerjakan semua projek karya terbaru mereka.
Metode perekaman sebuah lagu di dalam studio juga mengalami perubahan yang sangat cepat, mulai dari perekaman dengan menggunakan pita kaset, rekaman berjamaah ( Live Recording ) begitupun juga dengan era abad 21 yang semakin di permudah dengan adanya konsol dunia digital, dengan kemajuan teknologi ini arah dan warna musik populer dunia juga berubah menjadi sesuatu yang baru, dan tentu akan semakin baik dan tinggi kualitasnya.
Bicara soal performa atau mentas atau sebuah pertunjukkan live, apa sih yang sebenernya di sebut live performance itu ? Mengapa begitu banyak orang suka nonton live performance ketimbang nonton daring, faktanya nonton sebuah pertunjukkan live ataupun konser semakin terkenal pengisi acaranya pasti juga akan semakin susah pula ketika kita akan menuju lokasi pertunjukkan, kehadiran fisik kita membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Misal : berangkat dari rumah dengan menggunakan baju pilihan, opsi makan siang atau makan malam sebelum berangkat, metode transportasi yang akan kita gunakan untuk menuju venue tersebut, tiket administrasi terkait pertunjukkan tersebut ( biasanya harus di beli jauh-jauh hari sebelum pertunjukkan berlangsung, Blackpink dateng Taiwan tiket premiumnya di jual sudah menyentuh angka 440.000 NT ), dan lain-lain.
Di lansir dari Laras.or.id yang menjabarkan sebuah pengertian tentang sebuah Live Performance, adalah sebuah jenis pertunjukkan di mana para pemain dan penonton secara fisik hadir, dimana pola ini di sebut sebagai Liveness Klasik. Yang kemudian dengan munculnya teknologi siaran, muncul sebuah pola baru dimana pertunjukkan di alami secara langsung oleh penonton, dimana mereka tidak hadir secara fisik. Penonton tidak hadir bersamaan bersama pemain di lokasi pertunjukkan, akan tetapi mengalami pertunjukkan yang di sebut sebagai anteriritas temporal. Yang mendorong penonton merasa seolah-olah berpartisipasi dalam pertunjukkan dan mengalami keadaan yang sama dengan penonton lainnya di dalam sebuah Live Performance.
Dengan penjabaran di atas menurut ane, seiring perkembangan jaman yang ada di dunia dalam dunia teknologi maka sebuah pertunjukkan live dapat di bantu dengan berbagai mekanisme digital ataupun perangkat bantuan lainnya dalam meng-golkan sebuah pertunjukkan.
Misalnya, kita sering kali mendengarkan sebuah konotasi dalam obrolan para musisi maupun artis, misal BGM ( Back Ground Music ), Minus 1 ( artinya track lagu yang sudah di sediakan oleh pengisi acara tanpa suara vokal ), sequencer ( sebuah perangkat digital untuk membantu dalam pengisian suara ataupun manipulasi sebuah proses suara yang akan di suguhkan dalam sebuah pertunjukkan ), termasuk Lip SYNC DLL.
Demi suksesnya sebuah pertunjukkan, maka perangkat dan metode seperti diatas sudah di praktekkan dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan sudah di lakukan oleh beberapa pionir dunia dalam industri musik demi sebuah pertunjukkan dengan kaliber internasional agar dapat berjalan dengan lancar, jadi Lip SYNC di dunia pertelevisian maupun sebuah festival hal ini sudah menjadi sebuah kelumrahan. Tanpa adanya perangkat ini rasanya kurang afdol.
Kalo begitu nonton band lagi mentas pake sequencer atau BGM apakah nonton pertunjukkan live?
Sebuah cerita di tahun 2004, pada saat itu sebuah pertunjukkan live dari sebuah stasiun televisi Amerika Serikat, dimana hingga saat ini momen ini adalah sebuah momen dalam dunia pertelevisian yang cukup legendaris. Jadi gini :
Pada tanggal 23 Oktober 2004, dalam sebuah episode televisi Saturday Night Live, artis dan tamu undangan pada saat itu adalah Ashlee Simpson yang sedang bersiap dalam pertunjukkannya dalam studio SNL. Mereka mempersiapkan 2 lagu dalam pertunjukkan acara siaran langsung televisi nasional.
Baru saja di perkenalkan oleh pembawa acara yang pada saat itu adalah seorang aktor kaliber Hollywood yang bernama Jude Law, usai memperkenalkan Ashlee Simpson, drummer langsung saja memulai ketukan, dan siapa sangka Ashlee Simpson yang baru saja menggerakkan badan sembari berdansa, suara vokal dari sang vokalis band ini ternyata muncul duluan, padahal doi belum bersiap untuk bernyanyi.
Usut punya usut, ternyata urutan lagu yang mereka bawakan tertukar dalam track BGMnya ( Intinya mereka Lip Sync ) yang harusnya lagu pertama, ternyata di putar lagu ke 2 menjadi lagu pertama.
Siaran langsung yang di disiarkan secara nasional di Amerika Serikat berubah menjadi sebuah mimpi buruk bagi band ini, dalam sekejap seantero tau keberadaan band mereka yang memakai Lip SYNC, dan hal ini tentu akan berimpak negatip bagi band ini. Kalo pada saat itu udah ada Twitter bayangkan saja apa kata netizen?
masih berlanjut, terus di pantau yows. Terima kasih