Blitz Musik

Blitz Musik - 2022-12-06


Listen Later

Mengapa EMO di benci dan di hukat ( Part 2 ) 

Setelah itu band-band EMO lainnya pun mulai bermunculan, nama-nama seperti Beefeater, Embrace, Dag Nasty, hingga awal tahun 1990-an sebuah nama dari band yang masih dapat di bilang kecil marketnya dan niche penikmatnya, berawal dari washington DC hingga akhirnya merambah ke seluruh antero tanah amerika, yang di sebut sebagai gelombang ke 2 dalam sejarah perubahan musik EMO, nama-nama seperti Sunny Day Real Estate, The Promise Ring, band dari Kinsella bersaudara yaitu Tim dan Mike dalam Captain Jazz, dimana via gelombang ke 2 dari band-band diatas dapat terbentuklah sebuah fan base yang jauh lebih solid dan kuat.

Gelombang ke 2 Emo di tanah Amerika sendiri juga menawarkan gaya bermusik yang jauh lebih sopan, lebih terpadu apabila di bandingkan dengan Hardcore Punk yang tentunya tidak semua orang dapat menikmati volume suara sekencang itu, ditambah suguhan lirik yang jauh lebih merakyat, introspektif, kosakata yang berat dan dalam sebagai bentuk dari pencerminan diri, DLL sontak langsung di gandrungi oleh anak-anak muda seluruh antero tanah AS, sepertinya EMO menjadi cerminan suka dan duka dari para anak muda di tahun 90-an, lagu gue banget gitu loh!

kata kunci : Social Outcast!

Menjadi seorang EMO dan pecinta musik Emo pasti kenal dengan nama orang buangan sosial, di salah-kaprahkan oleh sosial, di bully, di cemooh, di cerca dan di benci adalah elemen penting dalam sebuah genre musik ini. sebuah kultur bawah tanah yang tidak lepas dari persepsi sosial terhadap sebuah pencarian jati diri bagi seorang anak muda yang kehilangan arah serta masa depan.

Namun hal ini tidak berangsur lama, ketika kita mulai memasuki jaman milenial pada tahun 2000, antisipasi dan ekspektasi warga seluruh dunia nampak jadi berbeda ketika sudah memasuki awal milenial. nama-nama seperti Fall Out Boy, Brendon Urie - Panic! at the Disco, The Sun asal Colombus - Ohio, dan tidak lupa My Chemical Romance asal New Jersey yang di depani oleh Gerard Way. band band diatas adalah sebuah kumpulan nama-nama besar yang viral lagi gempar ketika memasuki tahun 2000-an, sejatinya EMO tidak pernah masuk ke dalam dunia Mainstream apalagi masuk ke dalam papan teratas Billboard dan di terima oleh publik, adalah sesuatu yang sangat susah, tapi nampaknya dunia berkata beda. dari acara mainstream televisi seperti MTV, festival musik besar seperti Reading and Leeds Festival, busana, dan karakter para musisi genre ini menjadi panutan publik dan darah mudah pada saat itu. bahkan potongan rambut oleh para musisi ini menjadi ikonik bagi setiap orang yang ingin mencoba untuk menjadi trendy dan mengikuti gaya kekinian pada masa tersebut.

Bahkan Genre lagu EMO pun sempat di jadikan sebagai OST dari sebuah film Hollywood yang tentu sudah di kenal oleh seluruh dunia, Band Dashboard Confessional asal FLorida dengan vokalis Chris Carrabba yang menyanyikan lagunya dalam OST film Spiderman 2, radio, televisi, dan majalah yang konstan di penuhi dengan model-model ternama dengan busana EMO. dan tidak lupa banyak esensi mainstream EMO dalam film Spiderman 3 yang di perani oleh Toby Mcguire.

My Chemical Romance yang juga menjadi inspirasi masif dari film Twilight, penulis dari buku Twilight yang di rilis tahun 2005 oleh Stephenie Meyer juga turut menjabarkan bahwa dirinya mendapatkan sebuah ilham pada tahun 2003 ketika mendengarkan lagu dari My Chemical Romance.

lalu kenapa bisa booming seperti itu?

Medsos! mungkin langsung terpikir emang ada Medsos di tahun 2000-an, ada loh! mungkin bukan Twitter ato Instagram, tapi di jaman 2000-an penggunaan internet sudah marak di kalangan darah mudah pada jaman itu, 1 Agustus 2003 resmi di rilis laman resmi situs media sosial yang cukup di gandrungi anak-anak muda, Myspace. dapat di kategorikan bahwa orang-orang yang menggunakan internet pada tahun itu adalah komunitas kecil yang tidak dapat di terima oleh publik, yah outcast - orang buangan. bahkan tidak sedikit cercaan warga terkait pengunaan internet yang selalu di pandang sebagai tempat yang tabu, sebuah ruang yang penuh dengan kebohongan dan kebencian, tempat anak-anak muda melakukan sesuatu yang tabu, DLL. padahal sejatinya Myspace cukup mirip dengan Friendster, Facebook, Instagram, DLL. seperti layaknya dari kita semua menggunakan Medsos di jaman sekarang.

Myspace menjadi tempat yang sangat cocok untuk para pecinta emo untuk berkembang, ditambah dengan persepsi publik terkait internet yang selalu negatif maka cocoklah sudah. Myspace menjadi ruang dan tempat bagi darah muda untuk mencurahkan keluh kesah mereka, bahkan jadi trend tersendiri ketika laman myspace itu harus hitam dan sarat dengan kalimat-kalimat dan Quotes terkait persepsi publik terhadap individu, misal : “ aku bukan coklat, maka tidak perlulah diriku harus menghibur semua orang”. “ Cowo itu ibarat tas, lucu, banyak sampah, dan gampang di ganti “. ditambah Myspace dapat di kustomisasi secara tampilan dan format secara menyeluruh, misal : tampilan laman situs, warna situs, penempatan informasi, lagu yang dapat di putar ketika pengunjung yang akan datang ke laman tersebut, DLL.  berbeda seperti medsos jaman sekarang dimana para pengguna tidak dapat merubah tampilan laman setiap akun.

~ selfie di ciptakan oleh EMO?

Pada saat itu trend dunia juga perlahan berubah menjadi EMO, ketika vokalis dari band Fallout Boy’s, Pete Wentz muncul di majalah kondang J14 sekejap seantero Amerika jadi ngeh terhadap EMO. dan superstar dengan esensi EMO pun mulai bermunculan, nama-nama seperti Gerard Way, Hayley Williams, Avril Lavigne, Brendan Yuri, DLL.

 

~perhatikan busana Avril Lavigne yang terinspirasi cukup banyak dari EMO.

lalu kenapa EMO di tinggalkan? seperti yang dilansir dari Kerrang Magazine yang menuliskan terkait nama-nama besar dari pionir EMO mulai perang dengan beberapa komunitas pada akhir tahun 2000-an. dimana perang moral dari pihak orang tua yang mulai resah akan anak-anak muda dijaman tersebut yang mulai penuh dengan perspektif negatif konstan yang selalu memiliki pendapat berbeda tentang struktur dan visi sosial.

bersambung di pekan depan untuk part terakhir yows. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Blitz MusikBy Ipung Chandra, Rti