
Sign up to save your podcasts
Or


Mengapa EMO di benci dan di hujat ( part terakhir )
Tahun 2006 di bulan agustus, the Daily Mail merilis sebuah artikel yang bertuliskan “ EMO Cult, Warning for Parents”. yang artinya adalah EMO di pandang sebagai sebuah kultus bawah tanah yang berhubungan dengan sisi alam goib yang akan membawa anak muda hingga ke dalam lubang tergelap di alam baka. ditambah sebuah insiden yang menggemparkan dunia, seorang gadis kecil yang baru saja berumur 13 tahun dengan nama onlinenya “Living Disaster”, di temukan oleh ibu kandungnya dalam kondisi tidak bernafas lagi dalam posisi tergantung di dalam kamar tidurnya. bunuh diri dengan menggunakan tali yang di ikat dari atas kasur bertingkat.
Sebuah tragedi yang masih jadi pertanyaan hingga hari ini, bocah asal inggris yang baru saja naik ke bangku SMP harus mengakhiri nyawanya gegara depresi dan obsesi kepada sebuah genre. dan di lansir dari penulis the Daily Mail - Andrew Levy yang menunjuk bahwa 2 minggu sebelum Hannah bond bunuh diri, gadis ini terobsesi dengan sebuah band kondang asal Amerika Serikat, ya My Chemical Romance. sontak banyak media yang juga turut menjabarkan dan menuliskan artikel terkait mengapa anak muda tidak di sarankan untuk mendengarkan EMO. bahkan dunia pun gempar dengan keberadaan EMO, tahun 2012 di Iraq tidak sedikit anak muda ( 70-an ) yang di culik oleh beberapa oknum dengan alasan mendengarkan EMO ataupun berbusana EMO. ( EMO Killing’s )
Rusia, sebuah undang-undang yang di ketuk palu oleh dewan perwakilan raykat terkait regulasi EMO dan kultur EMO yang di ban untuk di akses via daring, regulasi ini juga bertambah ketatnya dengan pengawasan dari pihak instansi pendidikan yang tidak memperbolehkan anak murid dengan busana EMO atau gaya rambut EMO.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi EMO untuk di benci oleh dunia, sepertinya banyak pihak yang merasakan keresahan untuk hidup berdampingan dengan para pecinta musik EMO. jadi apakah EMO hilang dan di tinggalkan gegara keresahan dari orang tua yang berlebihan? di pandang publik sebagai sebuah kultus yang mengajarkan tentang bunuh diri dan kekerasan? romantisasi sebuah kesehatan mental yang berlebihan? tahun 2000 adalah tahun yang kurang sigap terhadap penyakit mental? bukankah dari semua kita punya sebuah perasaan yang sama, depresi terhadap hidup, tidak setuju dengan persepsi publik, bahkan ada yang berubah menjadi seorang anti sosial, stress dengan pekerjaan, tekanan hidup bersama kolega, rekan kerja, cicilan, ekonomi, DLL. semua hal di atas itu akan terjadi kepada kita semua tanpa harus mendengarkan lagu dari My Chemical Romance.
menurut ane, ngga ada yang salah sama genre, band, atau liriknya. kembali ke orang yang mendengarkannya. 2010 adalah akhir dari EMO, bisa di bilang dengan tekanan yang besar dan perspektif miring dari publik membuat EMO perlahan di tinggal orang, 1 dan lain alasan yang tentu akan menambahkan berbagai persepsi negatip terhadap orang yang mendengarkan EMO.
di lansir dari MCR pada tanggal 22 Maret 2013, My Chemical Romance dalam laman resminya memutuskan untuk membubarkan band yang sudah berjalan selama 12 tahun, sebuah keputusan yang tentunya menggemparkan semua pihak. nama besar dalam kultur EMO pun harus berhenti dan bubar gegara alasan yang tidak di jabarkan dalam pesan terakhir band MCR.
jadi apakah EMO hilang gegara panik Moral?
di lansir dari Zenius.net
Muncul Istilah “Subkultur Emo”
Dengan hadirnya musik emo, ternyata genre musik ini mempengaruhi gaya dari para penikmatnya, lho. Sampai muncul istilah subkultur emo sejak tahun 1980-an sampai ke 2010-an.
Subkultur emo maksudnya kayak gimana, tuh?
Melansir Study, subkultur emo ini identik sama orang-orang penikmat musik emo. Mereka dipengaruhi sama genre musik ini sampai-sampai penampilannya ikut jadi emo juga.
Kalau elo suka lihat postingan di media sosial kayak Friendster, MySpace, hingga Tumblr zaman dulu, di tahun 2000-an banyak orang yang suka dandan pakai baju berwarna gelap, celana jeans ketat, dengan poni yang nutupin mata, nah itu salah satu contohnya.
Seperti yang dilansir dari BBC, ada sebuah studi yang menyatakan musik di zaman sekarang menjadi lebih sedih dibandingkan sebelumnya, dan membawa isu kesehatan mental juga jadi semakin umum di dunia pop. Hal ini tentu dipengaruhi oleh genre musik emo yang liriknya memang dibuat lebih personal dan emosional.
pantau terus yows.
By Ipung Chandra, RtiMengapa EMO di benci dan di hujat ( part terakhir )
Tahun 2006 di bulan agustus, the Daily Mail merilis sebuah artikel yang bertuliskan “ EMO Cult, Warning for Parents”. yang artinya adalah EMO di pandang sebagai sebuah kultus bawah tanah yang berhubungan dengan sisi alam goib yang akan membawa anak muda hingga ke dalam lubang tergelap di alam baka. ditambah sebuah insiden yang menggemparkan dunia, seorang gadis kecil yang baru saja berumur 13 tahun dengan nama onlinenya “Living Disaster”, di temukan oleh ibu kandungnya dalam kondisi tidak bernafas lagi dalam posisi tergantung di dalam kamar tidurnya. bunuh diri dengan menggunakan tali yang di ikat dari atas kasur bertingkat.
Sebuah tragedi yang masih jadi pertanyaan hingga hari ini, bocah asal inggris yang baru saja naik ke bangku SMP harus mengakhiri nyawanya gegara depresi dan obsesi kepada sebuah genre. dan di lansir dari penulis the Daily Mail - Andrew Levy yang menunjuk bahwa 2 minggu sebelum Hannah bond bunuh diri, gadis ini terobsesi dengan sebuah band kondang asal Amerika Serikat, ya My Chemical Romance. sontak banyak media yang juga turut menjabarkan dan menuliskan artikel terkait mengapa anak muda tidak di sarankan untuk mendengarkan EMO. bahkan dunia pun gempar dengan keberadaan EMO, tahun 2012 di Iraq tidak sedikit anak muda ( 70-an ) yang di culik oleh beberapa oknum dengan alasan mendengarkan EMO ataupun berbusana EMO. ( EMO Killing’s )
Rusia, sebuah undang-undang yang di ketuk palu oleh dewan perwakilan raykat terkait regulasi EMO dan kultur EMO yang di ban untuk di akses via daring, regulasi ini juga bertambah ketatnya dengan pengawasan dari pihak instansi pendidikan yang tidak memperbolehkan anak murid dengan busana EMO atau gaya rambut EMO.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi EMO untuk di benci oleh dunia, sepertinya banyak pihak yang merasakan keresahan untuk hidup berdampingan dengan para pecinta musik EMO. jadi apakah EMO hilang dan di tinggalkan gegara keresahan dari orang tua yang berlebihan? di pandang publik sebagai sebuah kultus yang mengajarkan tentang bunuh diri dan kekerasan? romantisasi sebuah kesehatan mental yang berlebihan? tahun 2000 adalah tahun yang kurang sigap terhadap penyakit mental? bukankah dari semua kita punya sebuah perasaan yang sama, depresi terhadap hidup, tidak setuju dengan persepsi publik, bahkan ada yang berubah menjadi seorang anti sosial, stress dengan pekerjaan, tekanan hidup bersama kolega, rekan kerja, cicilan, ekonomi, DLL. semua hal di atas itu akan terjadi kepada kita semua tanpa harus mendengarkan lagu dari My Chemical Romance.
menurut ane, ngga ada yang salah sama genre, band, atau liriknya. kembali ke orang yang mendengarkannya. 2010 adalah akhir dari EMO, bisa di bilang dengan tekanan yang besar dan perspektif miring dari publik membuat EMO perlahan di tinggal orang, 1 dan lain alasan yang tentu akan menambahkan berbagai persepsi negatip terhadap orang yang mendengarkan EMO.
di lansir dari MCR pada tanggal 22 Maret 2013, My Chemical Romance dalam laman resminya memutuskan untuk membubarkan band yang sudah berjalan selama 12 tahun, sebuah keputusan yang tentunya menggemparkan semua pihak. nama besar dalam kultur EMO pun harus berhenti dan bubar gegara alasan yang tidak di jabarkan dalam pesan terakhir band MCR.
jadi apakah EMO hilang gegara panik Moral?
di lansir dari Zenius.net
Muncul Istilah “Subkultur Emo”
Dengan hadirnya musik emo, ternyata genre musik ini mempengaruhi gaya dari para penikmatnya, lho. Sampai muncul istilah subkultur emo sejak tahun 1980-an sampai ke 2010-an.
Subkultur emo maksudnya kayak gimana, tuh?
Melansir Study, subkultur emo ini identik sama orang-orang penikmat musik emo. Mereka dipengaruhi sama genre musik ini sampai-sampai penampilannya ikut jadi emo juga.
Kalau elo suka lihat postingan di media sosial kayak Friendster, MySpace, hingga Tumblr zaman dulu, di tahun 2000-an banyak orang yang suka dandan pakai baju berwarna gelap, celana jeans ketat, dengan poni yang nutupin mata, nah itu salah satu contohnya.
Seperti yang dilansir dari BBC, ada sebuah studi yang menyatakan musik di zaman sekarang menjadi lebih sedih dibandingkan sebelumnya, dan membawa isu kesehatan mental juga jadi semakin umum di dunia pop. Hal ini tentu dipengaruhi oleh genre musik emo yang liriknya memang dibuat lebih personal dan emosional.
pantau terus yows.