Blitz Musik

Blitz Musik - 2023-03-28


Listen Later

Info musik pekan ini

 

~ Petisi larangan Manggung Roger Waters, Eric Clapton, Nick Mason, DLL siap dukung.

“ kita tidak boleh menyerah pada tekanan yang datang dari Individu maupun kelompok yang lebih suka melihat musik Roger Waters di hapus ketimbang isu yang di soroti oleh musiknya”

Sebuah petisi yang telah di rilis untuk membatalkan keputusan yang melarang Roger Waters untuk mentas di Frankfut - Jerman. mantan anggota Pink Floyd di jadwalkan akan tampil pada tanggal 28 Mei sebagai sebuah bagian dari Tour “ This Is Not A Drill “, akan tetapi pertunjukkan tersebut telah di tolak oleh salah seorang pejabat di Dewan Kota Frankfurt dengan tudingan antisemitisme kepada diri Roger.

Tak diam melihat hal ini, tidak sedikit wajah-wajah yang sering kita kenal termasuk juga Eric Clapton, Tom Morello dari Rage Against The Machine, Nick Mason dari Pink Floyd yang telah mendukung Water dan telah mengimbuhkan TTD digital sebagai bentuk dukungan terhadap tuduhan ini dalam petisi Change.org dengan niat agar dewan kota Frankfurt dapat menarik keputusan tersebut.

Brian Eno dan Peter Gabriel serta pendiri Soft Machine - Robert Wyatt juga telah menunjukkan rasa solidaritas mereka, di tambah dengan aktor Susan Sarandon dan Julie Christie, Sutradara ternama Ken Loach, DLL. hingga berita ini di bacakan petisi Roger Water sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 tanda tangan.

Kritik pedas terhadap Waters terkait perlakuan Israel kepada warga Palestina adalah bagian dari advokasi jangka panjangnya, dengan mengatasnamakan hak asasi manusia di seluruh dunia. dengan seruan terkait isi petisi tersebut sebagai berikut :

“ para pejabat yang memfitnah Waters terlibat dalam sebuah kampanye berbahaya yang dengan sengaja menggabungan kritik terhadap kebijakan Israel yang ilegal dan sebuah perlakuan tidak adil dengan bungkus Antisemitisme”.

“ Pejabat di jerman, penyelenggara konser, dan platform musik tidak boleh menyerah begitu saja kepada tekanan dari sebuah invidu dan kelompok yang lebih suka melihat musik Waters di hapus daripada harus berurusan dengan masalah yang di soroti oleh musiknya”.

Keputusan untuk membatalkan konser yang akan datang telah di rilis pada bulan Februari, dengan kutipan dari dewan kota Jerman “ perilaku anti-Israel yang gigih “ dari Waters sebagai dalih mereka, mosi serupa yang juga muncul terhadap dirinya terjadi pada sebuah acara yang di gelar di Munich.

Pihak manajemen Water telah angkat suara dengan menyatakan bahwa Waters bersedia mengambil jalur hukum terhadap keputusan diatas, sembari mencap bahwa pernyataan tersebut sangat inkonstitusional dan tanpa pembenaran. Mantan rekan band ternyata tidak memili persepsi yang selaras, David Gilmour dan istri Polly Samson yang juga turut menyerukan via Medsos pribadi bahwa Waters adalah seorang yang antisemit dan misoginis, dirinya juga seorang apoligis putin, seorang pembohong, pencuri, munafik, penghindar pajak dan seorang megolomaniac ujar samson.

Komen ini kemudian di bantah oleh Waters yang sembari mengeluarkan pernyataan yang menggambarkan bahwa tudingan pasutri ini sebagai sumbu yang membakar dan sangat tidak akurat. Hingga saat ini, keputusan untuk membatalkan pertunjukkan Waters di Frankfurt tetap berjalan, semua tanggal lain dan rentetan kota lain dalam tour milik Waters akan terus berjalan sesuai dengan rencana awal.

 

~ Filmographi Kiss siap hadir di Netflix tahun depan

Sebuah Film Biographi terkait ikon musik Rock veteran KISS akan siap di rilis pada tahun 2024, dimana biopic ini akan menceritakan tentang perjalanan band legendaris asal New York - AS dengan fokus pada 4 tahun pertama pada masa awal band ini terbentuk.

Dalam sebuah wawancara dengan The Rock Experience dengan Mike Brunn, menjabarkan bahwa manager band Kiss yakni Doc McGhee setelah mencoba bertahun-tahun untuk memberikan film tersebut kepada pihak Netflix, akhirnya keputusan ini betul sudah di putuskan untuk di tayangkan oleh Netflix.

Sebuah Biopic 4 tahun pertama KISS band terbentuk, dimana banyak pihak dan fans yang sangat antusias untuk menunggu hari perilisannya. berita terkait film biographi KISS pertama kali muncul pada tahun 2021, yakni ketika Paul Stanley mengungkapkan bahwa dirinya telah membaca sebuah naskah yang sangat cocok untuk projek tersebut. Film ini untuk sementara di beri judul sebagai Shout it Out Loud, dengan jajaran tim produksi yang melibatkan sutradara dari Pirates of The Caribbean 5 Joachim Ronning, saat ini belum ada info lebih lanjut apakah Ronning masih menjadi sutradara untuk biopic ini atau sudah di ambil alih oleh tim Netflix.

KISS yang baru-baru ini mengumumkan terkait 50 pertunjukkan terakhir mereka, Tour yang akan di jadwalkan akan berakhir pada tanggal 1 dan 2 Desember 2023 di Madison Square Garden, New York - AS. dan pada bulan Juni dan Juli 2023 mendatang akan di gelar di Inggris yang memulai konsernya di kota Plymouth - Stadion Home Park.

 

~ Chen San Ni gunakan AI untuk menyanyika lagu baru “ Teach me how to be your lover “, bukti nyata bahwa musisi tidak tergantikan.

 

Single baru rilisan dari Chen San Ni pada tanggal 14 Maret yang bertepatan dengan Valentine Putih, dalam jumpa pers bersama teman-teman media, dirinya mengumumkan bahwa lagu ini di nyanyikan oleh dirinya sendiri, lagu ini adalah sebuah kolaborasi antara Taiwan AI Labs dengan San Ni, dimana dirinya tetap menjadi seorang produser, dimana nada-nada yang sudah di rampungkan di jadikan sebagai perintah agar AI dapat mengenali permintaan dari dirinya, di tambah dengan beberapa aransemen unik maka hasil akhir dari lagu ini yang di nyanyikan oleh AI dapat di dengar oleh khalayak umum.

 

Butuh waktu yang cukup lama agar AI dapat terbiasa untuk menyanyikan dengan perasaan dan emosi manusia, dimana “ Mesin Bernyanyi “ yang menyanyikan suara rekaman dari San Ni untuk di ambil sebagai sample dengan kualitas suara yang sesuai dengan spek studio, di tambah dengan latihan dan pencocokan antara perintah komputer untuk memperbaiki serta menghasilkan tonal suara yang stabil dan dapat di nikmati bagi para pendengar.

Dalam wawancara dengan para pers, dirinya di tanya apakah San Ni ingin AI di latih lebih sempurna agar dapat menyerupai suara dan karakter dari San Ni? atau dirinya mengharapkan agar AI memiliki standar dan kualitas yang lebih berbeda, dirinya menjawab bahwa “ saya sangat berharap bahwa ini terdengar 100% di nyanyikan oleh saya “

Meskipun lagu “ Teach me How to be Your Lover” membutuhkan sedikit usaha dan kerja keras untuk berhasil mengedit hasil rekomendasi AI, akan tetapi Chen San Ni yakin dan percaya apabila teknik olah suara dirinya dapat di optimalkan maka pengerjaan projek ini dapat di buat lebih singkat dan cepat.

Du yi Jin sebagai pendiri Taiwan AI Labs menambahkan bahwa tim mereka sudah melakukan berbagai edit yang cukup dinamis agar dapat tetap sinkron dengan tampilan video yang di suguhkan, akan tetapi di butuhkan lebih banyak waktu terkait pengumpulan data dan kecerdasan buatan butuh waktu yang lebih lama untuk mempelajari data yang di berikan.

“ Teach Me How to be Your Lover” adalah single pertama asal Taiwan yang di nyanyikan oleh AI, dimana produksi suara dan data yang di ambil dari seorang manusia, adapun proses edit lagu dan aransemen masih sepenuhnya di kerjakan oleh San Ni, dirinya masih berharap untuk tetap mengeksplorasi AI di masa mendatang, “ jika AI sudah dapat mensimulasikan seaga sesuatu terkait penyanyi aslinya, apakah musisi masih memiliki nilainya? dan apabila lagu ini di daftarkan untuk menjadi nominasi penghargaan dalam negeri, apakah ini akan berdampak pada struktur dan visi misi sebuah kelembagaan yang ada. lalu bagaimana dengan kepemilikan hak cipta serta royalti? adakah kemungkinan bahwa AI dapat memenangkan sebuah penghargaan penyanyi wanita terbaik?

Nampaknya masih harus menjadi sebuah ulasan yang cukup panjang serta diskusi antar berbagai instansi terkait, memang AI masih tergolong baru, dimana implementasi AI dalam kehidupan sehari-hari masih tergolong cukup muda dan baru. tapi tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan segera terjadi, maka dari itu pentingnya pemahaman bahwa AI tetap akan menjadi sebuah perintah dalam sebuah platform komputer, dimana tanpa kehadiran dan campur tangan manusia sebuah seni nampaknya masih harus di nikmati oleh seorang manusia dan di ciptakan oleh manusia juga.

Pantau terus yows.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Blitz MusikBy Ipung Chandra, Rti