
Sign up to save your podcasts
Or


Band penutup festival, nentuinnye gimane ?
Festival Musik Taiwan berangsur marak di selenggarakan, bagi para pecinta musik live ini adalah sebuah momen yang sangat tepat untuk pergi dan menikmati suasana hingar-bingar yang selalu di penuhi dengan terpaan terik matahari dan suara dentuman musik di atas panggung. semua ini tentu terdengar begitu menarik dan menggiurkan.
“ Era Festival Musik “ begitu sebutan para darah muda taiwan, demi mendapatkan tiket masuk dalam sebuah festival yang terkadang mengharuskan setiap calon pembeli untuk terus memantau situs resmi demi pembukaan promo tiket paling murah, begitupun juga dengan para penyelenggara. dengan begitu banyaknya festival musik yang siap di selenggarakan di Taiwan, tentu pertanyaan terbesarnya adalah siapakah yang akan menjadi tamu undangan serta daftar “ kunci “ para pengisi acara di atas panggung.
Dari sisi para pendengar dan pecinta musik festival, fokus para calon pembeli tiket ini hanya satu, yaitu para pengisi acara yang tentunya menjadi kuncian penuh atas kesuksesan dan lancarnya penjualan tiket sebuah festival musik. lalu bagaimanakah para penyelenggara festival harus memilih pilihan artis yang dapat memberikan sebuah hiburan tak terlupakan, list pengisi acara menjadi sangat krusial, dan band penutup adalah sesuat yang nampaknya jarang di bahas oleh banyak orang. terkait pertimbangan serta pemasaran dari sebuah festival musik hebat menjadi jargon sebuah festival beken. mari kita lihat beberapa band penutup di festival musik Taiwan yang memiliki rencana serta visi yang berbeda.
Dilansir dari Streetvoice.com, berawal dari konser terhebat di tahun 2022, Megaport Festival yang mengundang 滅火器 Feat Yang lie, dimana acara finale dari band penutup di Megaport adalah sebuah tema yang penuh kesan dan menjadi nostalgia banyak pengunjung, “ Titik Kenangan Festival Musik “. dimana tema ini banyak di apresiasi oleh publik sebagai festival musik dengan skala terbesar di Taiwan yang sudah di gelar selama 14 tahun. dimana selama 2 hari dengan band penutup adalah 閃靈Feat阿拉奇dan 滅火器. tidak sedikit para pengunjung yang turut menyorakkan nada positif sebagai dukungan terhadap festival ini.
Tahun 2022 - Vagabond Music Festival 浪人祭 yang di tutup oleh 蛋堡, dimana Lao Nuo sebagai founder dari festival musik ini memiliki strategi yang cukup berbeda dalam band penutup setiap tahunnya. dari sudut pandang penggemar musik, dirinya melihat bahwa grup band dengan gaya yang provokatif dapat bermain dengan para fans dengan mengundang para pengunjung untuk dapat berpartisipasi membentuk “Mosh Pit” semakin besar semakin bagus, secara teori ini menjadi tontonan yang menyenangkan.
Tahun 2023 Emerge Music fest 浮現祭 - HYBS, sebuah band asal Thailand yang menawarkan suguhan genre Retro vibe, 90 RnB dan Neo-Soul yang di isi oleh Alyn dan Karn, Pop Duo ini lebih di kenal oleh publik dengan sebuah album yang baru saja di rilis beberapa tahun ini dengan judul “ Making Steak “, album ini sudah di lirik oleh 70 juta View via Spotify. dimana beberapa tahun ini musik Taiwan yang sudah mulai mengarah ke genre Neo Soul, City Pop, dan bahkan Retro vibe maka tidaklah heran apabila band ini dapat mudahnya menggaet para fans baru.
Dengan begitu, apakah para penyelenggara festival musik di Taiwan harus selalu mengikuti opini pasar dalam strategi menjual tiketnya? atau pasrah dengan publik dan mengikuti visi dari masing-masing tim?
Bukan menjadi sebuah rahasia bahwa para penggemar musik di Taiwan semakin banyak, hal ini dapat di lihat para pengunjung di sebuah festival musik yang mulai beragam dari umur dan profesinya. tandanya tidak hanya anak-anak muda dan calon sarjana yang di perbolehkan untuk mengunjungi sebuah festival, tidak jarang para pengunjung di sebuah festival musik yang datang dari berbagai profesi dan umur. termasuk juga para “ Usia Produktif” dan para manula yang siap datang untuk mendengarkan musik terbaru. hal ini tentu menjadi sebuah nilai positif bagi skema festival di Taiwan, artinya semakin banyak yang datang, semakin banyak juga tiket yang habis terjual.
Dalam konteks ini, penting sekali untuk menyuguhkan sebuah list/daftar pengisi acara yang sekiranya dapat menghibur para pengunjung dengan rentan umur dan profesi yang berbeda, beragam ide dan suguhan musik yang sangat berbeda harus berakhir dengan penyelenggara yang sakit kepala, bagaimana tanggapan mereka?
Lao Nuo sebagai Founder dari festival musik Vagabond menjabarkan, bahwa pada saat rapat penyusunan daftar pengisi acara harus mempertimbangkan berbagai opsi, selain dari pertimbangan terkait para penggemar musik yang sudah lama tidak terjun dan mendengarkan musik independen, di tambah tidak boleh terlalu agresif dalam memilih.
Line-up yang di pilih sebagai opsi terbarik adalah sebuah list dengan formula standar yang tentunya dapat menghibur dan di sukai para pengunjung, dari situ baru akan di tambahkan beberapa band yang unik dan belum terekspos oleh publik yang merupakan sebuah pilihan dari petinggi administrasi festival musik. mungkin ada beberapa yang di rasa oleh penggemar musik sebagai band Reguler ( yang artinya dia lagi..dia lagi..). namun di lain sisi juga ada penggemar yang hanya ingin menonton 1 band saja dan menyanyikan lagu itu-itu saja. ngga ada band ini ngga rame. di lain sisi juga ada tim produksi yang lebih condong untuk mengundang pengisi acara dengan setlist band yang tidak berubah, artinya tahun ini dan tahun kemarin setlist pengisi acaranya hampir mirip, bahkan sangat mirip. maka dari itu tidak jarang apabila marketing atau iklan dari sebuah festival musik yang dapat di temukan dengan setlist artis yang sama saja dari tahun ke tahun, apakah tidak ada band lain? atau ini adalah sebuah strategi market yang dapat menjual tiket?
Jawabannya adalah cara ini jitu lagi manjur, dimana penyelenggara dapat dengan mudahnya menjual tiket dengan baik sekaligus menambahkan jam terbang dan popularitas sebuah festival musik, sembari meluaskan skema dan tim produksi yang semakin di perkuat. bukannya pihak administrasi ingin menggunakan metode ini selama bertahun-tahun, akan tetapi para penyelenggara punya beban dan tanggung jawab yang luar biasa besarnya apabila tiket tidak habis terjual. seperti sewa gelanggang, ijin sebuah venue, sarana dan prasarana, panggung, perangkat panggung, vendor makanan dan minuman, asuransi kecelakaan, ijin pemerintah, tim dokumentasi, staff di lapangan, DLL. semua ini butuh uang.
Ambil contoh festival Vagabond yang mengadopsi cara ini selama 2 tahun berturut-turut, dengan penjualan tiket yang memecahkan rekor dari tahun ke tahun, lebih dari 6000 orang sudah membeli tiket dengan harga termahal. semua ini di lakukan untuk mendapatkan popularitas. apabila sudah mendapatkan nama dan popularitas yang tinggi maka festival ini dapat menyuguhkan band yang lebih unik dan lebih cadas. dengan sebuah perspektif yang seperti : “bayangkan semua orang suka dengan genre musik yang sama, apakah itu tidak menjadi sebuah festival yang membosankan?”
Inilah suka dan duka sebuah tim Administrasi penyelenggara festival musik dengan skala besar, meski harus menghadapi berbagai tekanan baik dari dalam dan eksternal. jauh-jauh hari tentu harus mempersiapkan sebuah konsep yang unik agar dapat menarik perhatian masyarakat, sembari memikirkan berbagai halangan agar dapat menjaga selera “ trend “, di lain sisi harus juga mengambil sebuah keputusan yang unik agar dapat kembali menjaga dapur semua orang tetap ngebul. jangan lupa bahwa festival musik menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup masif, dengan harapan agar audiens yang datang dapat datang dengan telinga yang terbuka dan siap menerima apapun suguhan yang di berikan dari panggung, dengan begitu skema musik dalam negeri akan menjadi lebih besar dan punya audiens yang lebih matang dengan selera musik yang tentunya lebih beragam.
karena kembali kepada fungsi dan tujuan sebuah festival musik, Komersil! yaitu cari untung, bagaimana pun juga ini adalah sebuah bisnis yang melibatkan seni sebagai nilai tukar dari penjualan tiket.
Pantau terus yows...
By Ipung Chandra, RtiBand penutup festival, nentuinnye gimane ?
Festival Musik Taiwan berangsur marak di selenggarakan, bagi para pecinta musik live ini adalah sebuah momen yang sangat tepat untuk pergi dan menikmati suasana hingar-bingar yang selalu di penuhi dengan terpaan terik matahari dan suara dentuman musik di atas panggung. semua ini tentu terdengar begitu menarik dan menggiurkan.
“ Era Festival Musik “ begitu sebutan para darah muda taiwan, demi mendapatkan tiket masuk dalam sebuah festival yang terkadang mengharuskan setiap calon pembeli untuk terus memantau situs resmi demi pembukaan promo tiket paling murah, begitupun juga dengan para penyelenggara. dengan begitu banyaknya festival musik yang siap di selenggarakan di Taiwan, tentu pertanyaan terbesarnya adalah siapakah yang akan menjadi tamu undangan serta daftar “ kunci “ para pengisi acara di atas panggung.
Dari sisi para pendengar dan pecinta musik festival, fokus para calon pembeli tiket ini hanya satu, yaitu para pengisi acara yang tentunya menjadi kuncian penuh atas kesuksesan dan lancarnya penjualan tiket sebuah festival musik. lalu bagaimanakah para penyelenggara festival harus memilih pilihan artis yang dapat memberikan sebuah hiburan tak terlupakan, list pengisi acara menjadi sangat krusial, dan band penutup adalah sesuat yang nampaknya jarang di bahas oleh banyak orang. terkait pertimbangan serta pemasaran dari sebuah festival musik hebat menjadi jargon sebuah festival beken. mari kita lihat beberapa band penutup di festival musik Taiwan yang memiliki rencana serta visi yang berbeda.
Dilansir dari Streetvoice.com, berawal dari konser terhebat di tahun 2022, Megaport Festival yang mengundang 滅火器 Feat Yang lie, dimana acara finale dari band penutup di Megaport adalah sebuah tema yang penuh kesan dan menjadi nostalgia banyak pengunjung, “ Titik Kenangan Festival Musik “. dimana tema ini banyak di apresiasi oleh publik sebagai festival musik dengan skala terbesar di Taiwan yang sudah di gelar selama 14 tahun. dimana selama 2 hari dengan band penutup adalah 閃靈Feat阿拉奇dan 滅火器. tidak sedikit para pengunjung yang turut menyorakkan nada positif sebagai dukungan terhadap festival ini.
Tahun 2022 - Vagabond Music Festival 浪人祭 yang di tutup oleh 蛋堡, dimana Lao Nuo sebagai founder dari festival musik ini memiliki strategi yang cukup berbeda dalam band penutup setiap tahunnya. dari sudut pandang penggemar musik, dirinya melihat bahwa grup band dengan gaya yang provokatif dapat bermain dengan para fans dengan mengundang para pengunjung untuk dapat berpartisipasi membentuk “Mosh Pit” semakin besar semakin bagus, secara teori ini menjadi tontonan yang menyenangkan.
Tahun 2023 Emerge Music fest 浮現祭 - HYBS, sebuah band asal Thailand yang menawarkan suguhan genre Retro vibe, 90 RnB dan Neo-Soul yang di isi oleh Alyn dan Karn, Pop Duo ini lebih di kenal oleh publik dengan sebuah album yang baru saja di rilis beberapa tahun ini dengan judul “ Making Steak “, album ini sudah di lirik oleh 70 juta View via Spotify. dimana beberapa tahun ini musik Taiwan yang sudah mulai mengarah ke genre Neo Soul, City Pop, dan bahkan Retro vibe maka tidaklah heran apabila band ini dapat mudahnya menggaet para fans baru.
Dengan begitu, apakah para penyelenggara festival musik di Taiwan harus selalu mengikuti opini pasar dalam strategi menjual tiketnya? atau pasrah dengan publik dan mengikuti visi dari masing-masing tim?
Bukan menjadi sebuah rahasia bahwa para penggemar musik di Taiwan semakin banyak, hal ini dapat di lihat para pengunjung di sebuah festival musik yang mulai beragam dari umur dan profesinya. tandanya tidak hanya anak-anak muda dan calon sarjana yang di perbolehkan untuk mengunjungi sebuah festival, tidak jarang para pengunjung di sebuah festival musik yang datang dari berbagai profesi dan umur. termasuk juga para “ Usia Produktif” dan para manula yang siap datang untuk mendengarkan musik terbaru. hal ini tentu menjadi sebuah nilai positif bagi skema festival di Taiwan, artinya semakin banyak yang datang, semakin banyak juga tiket yang habis terjual.
Dalam konteks ini, penting sekali untuk menyuguhkan sebuah list/daftar pengisi acara yang sekiranya dapat menghibur para pengunjung dengan rentan umur dan profesi yang berbeda, beragam ide dan suguhan musik yang sangat berbeda harus berakhir dengan penyelenggara yang sakit kepala, bagaimana tanggapan mereka?
Lao Nuo sebagai Founder dari festival musik Vagabond menjabarkan, bahwa pada saat rapat penyusunan daftar pengisi acara harus mempertimbangkan berbagai opsi, selain dari pertimbangan terkait para penggemar musik yang sudah lama tidak terjun dan mendengarkan musik independen, di tambah tidak boleh terlalu agresif dalam memilih.
Line-up yang di pilih sebagai opsi terbarik adalah sebuah list dengan formula standar yang tentunya dapat menghibur dan di sukai para pengunjung, dari situ baru akan di tambahkan beberapa band yang unik dan belum terekspos oleh publik yang merupakan sebuah pilihan dari petinggi administrasi festival musik. mungkin ada beberapa yang di rasa oleh penggemar musik sebagai band Reguler ( yang artinya dia lagi..dia lagi..). namun di lain sisi juga ada penggemar yang hanya ingin menonton 1 band saja dan menyanyikan lagu itu-itu saja. ngga ada band ini ngga rame. di lain sisi juga ada tim produksi yang lebih condong untuk mengundang pengisi acara dengan setlist band yang tidak berubah, artinya tahun ini dan tahun kemarin setlist pengisi acaranya hampir mirip, bahkan sangat mirip. maka dari itu tidak jarang apabila marketing atau iklan dari sebuah festival musik yang dapat di temukan dengan setlist artis yang sama saja dari tahun ke tahun, apakah tidak ada band lain? atau ini adalah sebuah strategi market yang dapat menjual tiket?
Jawabannya adalah cara ini jitu lagi manjur, dimana penyelenggara dapat dengan mudahnya menjual tiket dengan baik sekaligus menambahkan jam terbang dan popularitas sebuah festival musik, sembari meluaskan skema dan tim produksi yang semakin di perkuat. bukannya pihak administrasi ingin menggunakan metode ini selama bertahun-tahun, akan tetapi para penyelenggara punya beban dan tanggung jawab yang luar biasa besarnya apabila tiket tidak habis terjual. seperti sewa gelanggang, ijin sebuah venue, sarana dan prasarana, panggung, perangkat panggung, vendor makanan dan minuman, asuransi kecelakaan, ijin pemerintah, tim dokumentasi, staff di lapangan, DLL. semua ini butuh uang.
Ambil contoh festival Vagabond yang mengadopsi cara ini selama 2 tahun berturut-turut, dengan penjualan tiket yang memecahkan rekor dari tahun ke tahun, lebih dari 6000 orang sudah membeli tiket dengan harga termahal. semua ini di lakukan untuk mendapatkan popularitas. apabila sudah mendapatkan nama dan popularitas yang tinggi maka festival ini dapat menyuguhkan band yang lebih unik dan lebih cadas. dengan sebuah perspektif yang seperti : “bayangkan semua orang suka dengan genre musik yang sama, apakah itu tidak menjadi sebuah festival yang membosankan?”
Inilah suka dan duka sebuah tim Administrasi penyelenggara festival musik dengan skala besar, meski harus menghadapi berbagai tekanan baik dari dalam dan eksternal. jauh-jauh hari tentu harus mempersiapkan sebuah konsep yang unik agar dapat menarik perhatian masyarakat, sembari memikirkan berbagai halangan agar dapat menjaga selera “ trend “, di lain sisi harus juga mengambil sebuah keputusan yang unik agar dapat kembali menjaga dapur semua orang tetap ngebul. jangan lupa bahwa festival musik menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup masif, dengan harapan agar audiens yang datang dapat datang dengan telinga yang terbuka dan siap menerima apapun suguhan yang di berikan dari panggung, dengan begitu skema musik dalam negeri akan menjadi lebih besar dan punya audiens yang lebih matang dengan selera musik yang tentunya lebih beragam.
karena kembali kepada fungsi dan tujuan sebuah festival musik, Komersil! yaitu cari untung, bagaimana pun juga ini adalah sebuah bisnis yang melibatkan seni sebagai nilai tukar dari penjualan tiket.
Pantau terus yows...