
Sign up to save your podcasts
Or


~ Musisi susah bawa instrumen keluar negeri, maskapai penerbangan tidak ramah instrumen musik ( Part 2 )
Di lansir dari laman American Federation of Musicians ( AFM ) telah berhasil mendapatkan pengesahan atas legalitas hukum bagi musisi yang bepergian menggunakan moda transportasi jalur udara, pada tanggal 14 Febuari 2012 di bawah dari kepemimpinan presiden Obama yang telah mengesahkan UU FAA Modernization and Reform Act of 2012 yang menunjuk bahwa maskapai penerbangan harus taat dan patuh terhadap regulasi ini. tertera di pasal 403, butir No 41724 : “ mengharuskan maskapai dapat memperbolehkan penumpang yang membawa instrumen musik dan di perlakukan sebagai Hand-Carry”. dan regulasi ini sudah di sahkan oleh Departemen Transportasi ( DOT ) AS yang berlaku per tanggal 6 Maret 2015.
Secara gamblang penjelasan dari UU di atas adalah ketika penumpang memiliki ruang kosong di atas dari kompartemen penumpang di dalam kabin, maka instrumen dapat di letakkan di atas dan di perlakukan sebagai Hand-Carry.
Bagi musisi yang pernah bawa instrumen ke atas pesawat sebagai barang Hand-Carry atau bagasi kabin pasti selalu merasa ketar-ketir, terlebih ketika tidak mempersiapkan koper/hard Case khusus instrumen yang harganya tentu tidak murah, misal SKB Cases, Gator Cases, Gruv Gear Kapsule - 320 USD, SKB hard Case - 260 USD, DLL. dan ini belum menjadi jaminan apabila barang bawaannya tidak di banting ataupun terlempar ketika pesawat yang sedang melakukan pendaratan maupun lepas landas.
tentunya pengalaman dan strategi bagi musisi untuk membawa instrumen via penerbangan baik dalam negeri, luar negeri, perjalanan jauh maupun perjalanan singkat menjadi sebuah tantangan bikin ketir. tidak sedikit para musisi ternama yang rajin membagikan pengalamannya membawa instrumen ketika sedang melakukan Tour ataupun projek musik di luar negeri. opsi musisi tentu tidak banyak, strategi ini harus di perhitungkan matang-matang, bahkan berhari-hari sebelum jadwal keberangkatan perkara ini sudah di buat strateginya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
~ Strategi :
Beli kursi lagi?
Sangatlah tidak bijak untuk musisi membayar sebuah kursi tambahan dengan membawa instrumen ke dalam kabin pesawat, tentu harganya akan mahal dan biaya perjalanan bagi seorang musisi harus di kali 2 ketika ini menjadi hasil akhir. bayangkan saja sebuah projek Tour di beberapa negara, apakah budget yang di berikan dari penyelenggara sebanyak itu hingga memungkinkan musisi untuk membeli kursi tambahan untuk instrumen yang di bawa? kecuali band artis, semua cargo dan biaya tambahan akan di tangani oleh pihak perusahaan.
Flight Case, Hard Case ?
Apapun itu namanya, ini adalah sebuah koper ataupun sebuah tas khusus yang di buat sedemikian rupa agar instrumen kesayangan bisa masuk ke dalam bagasi pesawat lagi aman. namun harga dari Hard Case seperti ini tidak murah, dan belum tentu menjadi sebuah jaminan apabila instrumen kesayanganmu akan selamat dari marabahaya ketika sampai di tempat tujuan. beberapa kisah di atas sudah menjadi bukti konkret bahwa meskipun sudah menggunakan Hard Case ataupun Flight Case tendensi terjadinya kerusakan kepada instrumen masih tinggi. Belum lagi fakta terkait hilangnya sebuah bagasi ketika melakukan perjalanan internasional menjadi hal yang cukup lumrah bagi para penumpang langganan. pernahkah koper mu hilang ketika sampai di tempat tujuan? panik? sudah pasti.
Andai kita rekayasa sebuah skenario bahwa betul instrumen tersebut hilang ataupun rusak, majoritas maskapai penerbangan internasional akan siap menggantikan harga barang yang di laporkan sebagai hilang/rusak maksimal sebanyak 1700 USD per 1 tiket. tentunya klaim dari penggantian ganti rugi atas barang bawaan penumpang harus di verifikasi dan evaluasi dengan prosedur yang tentunya tidak mudah.
Di tambah dengan verifikasi dari pihak maskapai penerbangan yang terkadang tidak memiliki data lengkap terkait penggantian dari jenis/merek instrumen yang mengalami kerusakan. tidak sedikit dari maskapai penerbangan yang tidak memiliki acuan ataupun sebuah data konkret terkait musisi yang melakukan perjalanan. apabila di lihat pangsa pasar industri musik, bahwa industri ini adalah sebuah industri yang sangat besar dan dapat di bayangkan seberapa banyak uang yang berputar dalam industri ini.
Bersambung dipekan depan, pantau terus yows..
By Ipung Chandra, Rti~ Musisi susah bawa instrumen keluar negeri, maskapai penerbangan tidak ramah instrumen musik ( Part 2 )
Di lansir dari laman American Federation of Musicians ( AFM ) telah berhasil mendapatkan pengesahan atas legalitas hukum bagi musisi yang bepergian menggunakan moda transportasi jalur udara, pada tanggal 14 Febuari 2012 di bawah dari kepemimpinan presiden Obama yang telah mengesahkan UU FAA Modernization and Reform Act of 2012 yang menunjuk bahwa maskapai penerbangan harus taat dan patuh terhadap regulasi ini. tertera di pasal 403, butir No 41724 : “ mengharuskan maskapai dapat memperbolehkan penumpang yang membawa instrumen musik dan di perlakukan sebagai Hand-Carry”. dan regulasi ini sudah di sahkan oleh Departemen Transportasi ( DOT ) AS yang berlaku per tanggal 6 Maret 2015.
Secara gamblang penjelasan dari UU di atas adalah ketika penumpang memiliki ruang kosong di atas dari kompartemen penumpang di dalam kabin, maka instrumen dapat di letakkan di atas dan di perlakukan sebagai Hand-Carry.
Bagi musisi yang pernah bawa instrumen ke atas pesawat sebagai barang Hand-Carry atau bagasi kabin pasti selalu merasa ketar-ketir, terlebih ketika tidak mempersiapkan koper/hard Case khusus instrumen yang harganya tentu tidak murah, misal SKB Cases, Gator Cases, Gruv Gear Kapsule - 320 USD, SKB hard Case - 260 USD, DLL. dan ini belum menjadi jaminan apabila barang bawaannya tidak di banting ataupun terlempar ketika pesawat yang sedang melakukan pendaratan maupun lepas landas.
tentunya pengalaman dan strategi bagi musisi untuk membawa instrumen via penerbangan baik dalam negeri, luar negeri, perjalanan jauh maupun perjalanan singkat menjadi sebuah tantangan bikin ketir. tidak sedikit para musisi ternama yang rajin membagikan pengalamannya membawa instrumen ketika sedang melakukan Tour ataupun projek musik di luar negeri. opsi musisi tentu tidak banyak, strategi ini harus di perhitungkan matang-matang, bahkan berhari-hari sebelum jadwal keberangkatan perkara ini sudah di buat strateginya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
~ Strategi :
Beli kursi lagi?
Sangatlah tidak bijak untuk musisi membayar sebuah kursi tambahan dengan membawa instrumen ke dalam kabin pesawat, tentu harganya akan mahal dan biaya perjalanan bagi seorang musisi harus di kali 2 ketika ini menjadi hasil akhir. bayangkan saja sebuah projek Tour di beberapa negara, apakah budget yang di berikan dari penyelenggara sebanyak itu hingga memungkinkan musisi untuk membeli kursi tambahan untuk instrumen yang di bawa? kecuali band artis, semua cargo dan biaya tambahan akan di tangani oleh pihak perusahaan.
Flight Case, Hard Case ?
Apapun itu namanya, ini adalah sebuah koper ataupun sebuah tas khusus yang di buat sedemikian rupa agar instrumen kesayangan bisa masuk ke dalam bagasi pesawat lagi aman. namun harga dari Hard Case seperti ini tidak murah, dan belum tentu menjadi sebuah jaminan apabila instrumen kesayanganmu akan selamat dari marabahaya ketika sampai di tempat tujuan. beberapa kisah di atas sudah menjadi bukti konkret bahwa meskipun sudah menggunakan Hard Case ataupun Flight Case tendensi terjadinya kerusakan kepada instrumen masih tinggi. Belum lagi fakta terkait hilangnya sebuah bagasi ketika melakukan perjalanan internasional menjadi hal yang cukup lumrah bagi para penumpang langganan. pernahkah koper mu hilang ketika sampai di tempat tujuan? panik? sudah pasti.
Andai kita rekayasa sebuah skenario bahwa betul instrumen tersebut hilang ataupun rusak, majoritas maskapai penerbangan internasional akan siap menggantikan harga barang yang di laporkan sebagai hilang/rusak maksimal sebanyak 1700 USD per 1 tiket. tentunya klaim dari penggantian ganti rugi atas barang bawaan penumpang harus di verifikasi dan evaluasi dengan prosedur yang tentunya tidak mudah.
Di tambah dengan verifikasi dari pihak maskapai penerbangan yang terkadang tidak memiliki data lengkap terkait penggantian dari jenis/merek instrumen yang mengalami kerusakan. tidak sedikit dari maskapai penerbangan yang tidak memiliki acuan ataupun sebuah data konkret terkait musisi yang melakukan perjalanan. apabila di lihat pangsa pasar industri musik, bahwa industri ini adalah sebuah industri yang sangat besar dan dapat di bayangkan seberapa banyak uang yang berputar dalam industri ini.
Bersambung dipekan depan, pantau terus yows..