
Sign up to save your podcasts
Or


~ Dunia kehilangan Ryuichi Sakamoto
Dunia Video Game kehilangan seorang musisi legendaris
Seorang musisi legendaris yang telah menginspirasi perkembangan musik video game yang sembari membuka jalan dan langkah berani bagi musik elektronik, siapa beliau? Ryuichi Sakamoto, Banyak orang akan mengingat musisi dan komposer legendaris yang telah tutup usia di umurnya yang baru saja genap 71 tahun.
Hasil karya dari Ryuichi Sakamoto tentu dekat dengan para gamers dan para pecinta sub-kultur anime Jepang, dengan album solo eksperimentalnya dan musik yang menggugah para pemain daring untuk menikmati permainan sembari mendengarkan lagu-lagu rilisannya. Tidak sedikit penghargaan yang telah di raih oleh beliau, untuk film antara lain : The Revenant, Merry Christmas Mr Lawrence, dan The Last Emperor, ditambah dengan hasil karya Synth rintisannya di Yellow Magic Orchestra yang telah membuka jalur bagi musik Elektronik Modern.
Musiknya secara tidak sengaja juga telah memberikan pengaruh yang besar pada beragam gaya musik dunia, dari House, Hip-Hop, Techno, hingga J-Pop. Ryuichi yang lebih banyak berkarya di balik layar untuk pangsa pasar musik video game, dan terasa agak mustahil apabila membahas sebuah evolusi video game tanpa membicarakan musiknya yang merujuk pada karya Sakamoto dan Yellow Magic Orchestra. Mungkin teman-teman sekalian tidak akrab dan kenal dengan orang yang satu ini, namun besar kemungkinannya bahwa anda pernah mendengarkan hasil karyanya via video game yang telah laris di berbagai belahan bumi.
Lalu hubungannya apa antara Yellow Magic Orchestra dengan industri Video game, sebetulnya ini sudah terjadi di awal tahun 1970-an, dimana ledakan dan trend dunia terkait video game yang sudah di rilis, ketika band ini mengambil berbagai efek suara dan sample dari Sebuah game konsol yaitu : Space Invaders dan Exidy Circus dalam debut album milik Yellow Magic Orchestra pada tahun 1978, lalu 6 tahun kemudian, drummer band Haruomi hosono turut merilis sebuah album lagu yang bertajuk Video Game Music yang telah bekerja sama dengan Namco - Jepang, secara luas album ini di anggap oleh publik sebagai album soundtrack video game pertama di dunia.
Rilisan berbagai album dari Yellow Magic Orchestra di sambut baik oleh pasar dan para fans, album solo Sakamotor serta skor film telah memberikan pengaruh besar pada generasi pertama komposer video game, dengan musik dari Yellow Magic orchestra dan Sakamoto yang telah muncul di berbagai video game sepanjang tahun 1980-an. Misal lagu “ Rydeen “ dari album ke dua Yellow Magic Orchestra muncul di game Sega pada tahun 1982, Super Locomotive, sementara Rob Hubbard mengambil contoh musik dari skor film Sakamoto untuk karyanya yang telah di rilis pada tahun 1983. Merry Christmas Mr Lawrence dalam skornya untuk Karate Internasional di Commodore 64.
Pada saat Karate Internasional berhasil di rilis pada tahun 1986, komposer video asal Denmark yaitu Jesper Kyd yang terkenal dengan hasil karyanya, antara lain : Assassin’s Creed, Borderlands, Hitman sedang mempelajari bagaimana caranya membuat musik dengan menggunakan Commodore 64, yang juga di kenal sebagai C64, adalah sebuah komputer rumahan ( PC ) yang di perkenalkan pada bulan Januari 1982 dari Commodore International. Produk ini telah mendapatkan catatan rekor Guinness World Records untuk penjualan terbanyak di seluruh dunia, sebuah komputer dengan harga bersaing ( 595 USD ) yang di lengkapi teknologi 8 Bit, pada saat itu ini adalah sebuah produk yang paling canggih lagi mutakhir.
Inilah sepotong respon dari Jesper KYD yang telah mengirimkan email kepada admin NME terkait cerita ini :
“ Merry Christmas Mr Lawrence ada di peringkat tersebut sebagai salah satu skor film terbaik dan skor film yang paling sulit untuk di buat. Skor langka yang pernah anda dengar, tidak akan terlupakan seumur hidup. Bahkan menjadi bagian dari diri kita, hanya bisa di katakan bahwa rilisan itu adalah musik terbaik. Sakamoto benar-benar membantu dan berkontribusi besar pada kecintaan saya terhadap musik”.
Rentetan game asal jepang yang tidak terlepas dari nama besar Ryuichi, dari Nobuo Uematsu di Final Fantasy, hingga ke Koji Kondo di Super Mario Bros, anda akan sangat kesulitan untuk tidak menemukan komposer Video Game Jepang tanpa mengutip Yellow Magic Orchestra dan musik Sakamoto yang memiliki pengaruh besar. Komposer asal Namco, Shinji Hosoe, Nobuyoshi Sano, Takayuki Aihara, dan Hiroto Saski, yang telah terkenal dengan hasil karya mereka di game Tekken dan Ridge Race, bahkan orang-orang ini telah membentuk sebuah band parodi yang bernama Oriental Magnetic Yellow yang telah merilis 7 Album semenjak band ini dibentuk pada tahun 1994.
Takeshi Furukawa yang telah menggubah musik untuk The Last Guardian, memberitahukan NME bahwa Sakamoto dianggap sebagai ikon budaya dan komposer terkemuka di Jepang. Dirinya adalah orang yang sangat cerdas dan memiliki budaya yang tinggi, bahkan di juluki sebagai Kyoju atau Professor oleh publik jepang. Di tahun-tahun terakhirnya, dirinya di kenal gegara advokasinya yang tak kenal lelah dalam menyerukan berbagai upaya pendekatan agar pemerintah dapat mengubah regulasi dalam kesehatan lingkugan, Iklim, dan tenaga nuklir, kebijakan hak cipta dalam negeri, DLL. pada saat terjadinya argumen dan perbedaan pendapat, dirinya sangat di hormati dan musiknya secara universal telah di cintai oleh semua orang.
Musik sakamoto tidak hanya mempengaruhi para komposer, dalam sebuah wawancara pada tahun 1999 dengan sebuah majalah The Edge, pencipta musik untuk Sonic the Hedgehog, Yuki Naka di tanya mengapa dirinya memutuskan untuk mengejar karir di industri video game, dirinya menjawab : “ Saya tertarik dengan komputer, dan saya juga telah dipengaruhi oleh grup YMO milik Ryuichi Sakamoto dan synthesizernya”, ujar Naka kepada the Edge.
Ini bukan satu-satunya penghubung antara Sakamoto dengan sega, Sakamoto juga merupakan teman baik dari seorang Desainer dan musisi video game, Kenji Eno. Eno terkenal karena mengembangkan game Sega Dreamcast D2 dan Enemy Zero, tetapi juga menampilkan cover dari Yellow Magic Orchestra di band milik Kenji yang berbasis di Norwegia, terkadang panggungnya di isi juga oleh putri dari Sakamoto yaitu adalah Miu.
Karena Eno memberikan Sega Hak Penerbitan secara Eksklusif untuk video game yang telah di rilis, hal ini tentu akan menjalin sebuah hubungan erat dengan pihak perusahaan. Reputasi Eno sebagai penerbit terpercaya yang telah di berikan tanggung jawab dalam membuat musik start-up untuk konsol Dreamcast Sega, dan dirinya menunjuk Sakamoto untuk mengerjakan hal ini, uniknya Sakamoto mengiyakan hal ini. Baik dalam penulisan sebuah lagu untuk konsol video game ataupun instalasi sebuah hasil karya seni, ataupun film yang telah mendapatkan penghargaan ini adalah kerja keras dan keahlian dari seorang Sakamoto.
Pantau terus yows..
By Ipung Chandra, Rti
~ Dunia kehilangan Ryuichi Sakamoto
Dunia Video Game kehilangan seorang musisi legendaris
Seorang musisi legendaris yang telah menginspirasi perkembangan musik video game yang sembari membuka jalan dan langkah berani bagi musik elektronik, siapa beliau? Ryuichi Sakamoto, Banyak orang akan mengingat musisi dan komposer legendaris yang telah tutup usia di umurnya yang baru saja genap 71 tahun.
Hasil karya dari Ryuichi Sakamoto tentu dekat dengan para gamers dan para pecinta sub-kultur anime Jepang, dengan album solo eksperimentalnya dan musik yang menggugah para pemain daring untuk menikmati permainan sembari mendengarkan lagu-lagu rilisannya. Tidak sedikit penghargaan yang telah di raih oleh beliau, untuk film antara lain : The Revenant, Merry Christmas Mr Lawrence, dan The Last Emperor, ditambah dengan hasil karya Synth rintisannya di Yellow Magic Orchestra yang telah membuka jalur bagi musik Elektronik Modern.
Musiknya secara tidak sengaja juga telah memberikan pengaruh yang besar pada beragam gaya musik dunia, dari House, Hip-Hop, Techno, hingga J-Pop. Ryuichi yang lebih banyak berkarya di balik layar untuk pangsa pasar musik video game, dan terasa agak mustahil apabila membahas sebuah evolusi video game tanpa membicarakan musiknya yang merujuk pada karya Sakamoto dan Yellow Magic Orchestra. Mungkin teman-teman sekalian tidak akrab dan kenal dengan orang yang satu ini, namun besar kemungkinannya bahwa anda pernah mendengarkan hasil karyanya via video game yang telah laris di berbagai belahan bumi.
Lalu hubungannya apa antara Yellow Magic Orchestra dengan industri Video game, sebetulnya ini sudah terjadi di awal tahun 1970-an, dimana ledakan dan trend dunia terkait video game yang sudah di rilis, ketika band ini mengambil berbagai efek suara dan sample dari Sebuah game konsol yaitu : Space Invaders dan Exidy Circus dalam debut album milik Yellow Magic Orchestra pada tahun 1978, lalu 6 tahun kemudian, drummer band Haruomi hosono turut merilis sebuah album lagu yang bertajuk Video Game Music yang telah bekerja sama dengan Namco - Jepang, secara luas album ini di anggap oleh publik sebagai album soundtrack video game pertama di dunia.
Rilisan berbagai album dari Yellow Magic Orchestra di sambut baik oleh pasar dan para fans, album solo Sakamotor serta skor film telah memberikan pengaruh besar pada generasi pertama komposer video game, dengan musik dari Yellow Magic orchestra dan Sakamoto yang telah muncul di berbagai video game sepanjang tahun 1980-an. Misal lagu “ Rydeen “ dari album ke dua Yellow Magic Orchestra muncul di game Sega pada tahun 1982, Super Locomotive, sementara Rob Hubbard mengambil contoh musik dari skor film Sakamoto untuk karyanya yang telah di rilis pada tahun 1983. Merry Christmas Mr Lawrence dalam skornya untuk Karate Internasional di Commodore 64.
Pada saat Karate Internasional berhasil di rilis pada tahun 1986, komposer video asal Denmark yaitu Jesper Kyd yang terkenal dengan hasil karyanya, antara lain : Assassin’s Creed, Borderlands, Hitman sedang mempelajari bagaimana caranya membuat musik dengan menggunakan Commodore 64, yang juga di kenal sebagai C64, adalah sebuah komputer rumahan ( PC ) yang di perkenalkan pada bulan Januari 1982 dari Commodore International. Produk ini telah mendapatkan catatan rekor Guinness World Records untuk penjualan terbanyak di seluruh dunia, sebuah komputer dengan harga bersaing ( 595 USD ) yang di lengkapi teknologi 8 Bit, pada saat itu ini adalah sebuah produk yang paling canggih lagi mutakhir.
Inilah sepotong respon dari Jesper KYD yang telah mengirimkan email kepada admin NME terkait cerita ini :
“ Merry Christmas Mr Lawrence ada di peringkat tersebut sebagai salah satu skor film terbaik dan skor film yang paling sulit untuk di buat. Skor langka yang pernah anda dengar, tidak akan terlupakan seumur hidup. Bahkan menjadi bagian dari diri kita, hanya bisa di katakan bahwa rilisan itu adalah musik terbaik. Sakamoto benar-benar membantu dan berkontribusi besar pada kecintaan saya terhadap musik”.
Rentetan game asal jepang yang tidak terlepas dari nama besar Ryuichi, dari Nobuo Uematsu di Final Fantasy, hingga ke Koji Kondo di Super Mario Bros, anda akan sangat kesulitan untuk tidak menemukan komposer Video Game Jepang tanpa mengutip Yellow Magic Orchestra dan musik Sakamoto yang memiliki pengaruh besar. Komposer asal Namco, Shinji Hosoe, Nobuyoshi Sano, Takayuki Aihara, dan Hiroto Saski, yang telah terkenal dengan hasil karya mereka di game Tekken dan Ridge Race, bahkan orang-orang ini telah membentuk sebuah band parodi yang bernama Oriental Magnetic Yellow yang telah merilis 7 Album semenjak band ini dibentuk pada tahun 1994.
Takeshi Furukawa yang telah menggubah musik untuk The Last Guardian, memberitahukan NME bahwa Sakamoto dianggap sebagai ikon budaya dan komposer terkemuka di Jepang. Dirinya adalah orang yang sangat cerdas dan memiliki budaya yang tinggi, bahkan di juluki sebagai Kyoju atau Professor oleh publik jepang. Di tahun-tahun terakhirnya, dirinya di kenal gegara advokasinya yang tak kenal lelah dalam menyerukan berbagai upaya pendekatan agar pemerintah dapat mengubah regulasi dalam kesehatan lingkugan, Iklim, dan tenaga nuklir, kebijakan hak cipta dalam negeri, DLL. pada saat terjadinya argumen dan perbedaan pendapat, dirinya sangat di hormati dan musiknya secara universal telah di cintai oleh semua orang.
Musik sakamoto tidak hanya mempengaruhi para komposer, dalam sebuah wawancara pada tahun 1999 dengan sebuah majalah The Edge, pencipta musik untuk Sonic the Hedgehog, Yuki Naka di tanya mengapa dirinya memutuskan untuk mengejar karir di industri video game, dirinya menjawab : “ Saya tertarik dengan komputer, dan saya juga telah dipengaruhi oleh grup YMO milik Ryuichi Sakamoto dan synthesizernya”, ujar Naka kepada the Edge.
Ini bukan satu-satunya penghubung antara Sakamoto dengan sega, Sakamoto juga merupakan teman baik dari seorang Desainer dan musisi video game, Kenji Eno. Eno terkenal karena mengembangkan game Sega Dreamcast D2 dan Enemy Zero, tetapi juga menampilkan cover dari Yellow Magic Orchestra di band milik Kenji yang berbasis di Norwegia, terkadang panggungnya di isi juga oleh putri dari Sakamoto yaitu adalah Miu.
Karena Eno memberikan Sega Hak Penerbitan secara Eksklusif untuk video game yang telah di rilis, hal ini tentu akan menjalin sebuah hubungan erat dengan pihak perusahaan. Reputasi Eno sebagai penerbit terpercaya yang telah di berikan tanggung jawab dalam membuat musik start-up untuk konsol Dreamcast Sega, dan dirinya menunjuk Sakamoto untuk mengerjakan hal ini, uniknya Sakamoto mengiyakan hal ini. Baik dalam penulisan sebuah lagu untuk konsol video game ataupun instalasi sebuah hasil karya seni, ataupun film yang telah mendapatkan penghargaan ini adalah kerja keras dan keahlian dari seorang Sakamoto.
Pantau terus yows..