
Sign up to save your podcasts
Or


Mengapa semua orang suka Coldplay? ( part 1 )
Betulkah semua orang suka dengan Coldplay? Dalam konteks ini kita bicara tentang sebuah selera, preferensi, kesukaan masing-masing orang yang tentu tidak ada salah dan benar, tidak ada peringkat, tidak ada pula sebuah klaster terkait musik kesukaan mu. Mari kita pilah bagaimana band asal London - Inggris yang terbentuk pada tahun 1997 dengan member 4 orang yang notabene menjadi sebuah band terpanas seantero bumi, sekaligus juga menjadi band dengan pemasukan tertinggi. Vokasis Chris Martin, Gitaris Jonny Buckland, Basis Guy Berryman, dan drummer Will Champion yang mengawali pertemuan mereka di sebuah universitas kota London dan memulai kiprah musik dengan band yang pertama mereka bentuk dengan nama Big Fat Noises pada tahun 1997, yang akhirnya kemudian diganti menjadi Later Starfish pada tahun 1998.
Perspektif publik adalah sesuatu yang tidak dapat kita ubah, tidak sedikit orang yang tampaknya tidak suka dengan musik suguhan dari Coldplay, Bahkan dilansir dari Elpais.com yang menuliskan sebuah artikel terkait “ Mengapa sebuah band yang menjengkelkan ini bisa mendapatkan Gig terbanyak dibandingkan dengan band lainnya?”
Mick Jagger sebagai vokalis dari Rolling Stone tidak benci dengan Coldplay, bahkan beberapa minggu yang lalu Mick sempat merilis sebuah video pendek dari akun miliknya ketika sedang ikut melambaikan tangannya di stadion Wembley London diiringi dengan lagu Fix You, sama seperti 80.000 penonton lainnya Mick mengenakan xyloband, yaitu adalah sebuah gelang yang diciptakan oleh kuartet asal inggris untuk konsernya. Sontak video ini pun viral, dengan berbagai cuitan dari netizen yang menyatakan bahwa Mick Jagger tidak peduli apabila anda tahu dirinya menyukai Coldplay.
Cobalah untuk mencari info terkait dua kata di dalam Google Search, yaitu kata hate dan coldplay. Bukan rahasia umum apabila sudah banyak pernyataan netizen terkait ketidaksukaan mereka terhadap Coldplay dengan berjuta alasan. Bahkan para pecinta musik dan kritikus ternama pun tidak betah untuk mendengarkan Coldplay. Beberapa tahun yang lalu The New Yorker merilis sebuah artikel yang berjudul “ Why I Don't Like Coldplay ”. Kritikus The New York Times - Jon Pareles membuat sebuah pernyataan bersejarah yaitu : “ Band yang paling bikin nggak betah dalam Dekade ini.”
Tidak sedikit yang benci, namun banyak juga yang suka. Nampaknya ini sudah menjadi sebuah pembahasan yang paling kontroversial dalam dunia musik. Mari kita pilah berdasarkan prestasi Coldplay dari dulu hingga sekarang, dengan harapan agar para pembenci Coldplay dapat menemukan sebuah ilham dan kacamata baru untuk menikmati lagu-lagu rilisan kuartet asal Inggris.
~ Band Pop terbesar saat ini
Tidak ada yang memungkiri bahwa nama ini adalah sebuah nama band pop terbesar dan tersohor, tidak ada yang bisa menyamakan maupun mendekati jumlah konser yang mereka lakukan. Setelah rentetan tur di Inggris yang sangat sukses, maka lembaran baru untuk tur dunia Coldplay 2023 akan segera dimulai.
200.000 tiket untuk empat jadwal konser Coldplay di Barcelona habis terjual hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja, begitupun juga Argentina. Coldplay diperkirakan akan tampil di depan setengah juga penonton dalam kurun waktu 10 hari saja, begitupun juga dengan stadion River Plate yang akan diisi dengan fans band ini dari hari ke hari. Dimana harga tiket dengan kisaran 112 USD atau setara dengan 1.6 juta Rupiah, lalu apa yang salah dengan Coldplay? Begitu dibenci namun juga dicinta. Unik bukan.
Dilansir dari El Pais yang menyatakan bahwa Alexis Petridis sebagai seorang musik kritikus untuk surat kabar asal Inggris The Guardian yang sekaligus juga berperan sebagai spesialis musik pop paling berpengaruh di Eropa, Alexis merilis sebuah analisa mendalam terkait album band masa kini dalam artikelnya, Music of the Spheres ( 2021 ) dengan kritik seperti ini : “ Pasti ada lebih banyak cara yang layak untuk tetap berada diatas.”
Teorinya adalah bahwa Coldplay dengan kesuksesan di hari ini adalah sebuah bentuk upaya kegigihan setelah kegagalan komersialnya di masa lalu, lalu Coldplay memutuskan untuk bermain aman, bermain di dalam rangka agar tidak keluar dari jalur, dan agar tetap didukung oleh para fansnya. Lalu bagaimana caranya mereka melakukan hal ini ? Jawabannya adalah dengan Angka.
Coldplay memilih artis dengan jumlah pengikut di media sosial terbanyak dan pendengar dari platform terbanyak, ditambah mereka bekerja keras untuk merilis hasil karya mereka. Maka dari itu apabila ada yang berkata musik rilisan coldplay terdengar tidak begitu enak ataupun jauh dibawah dari standar, mungkin bisa dicoba mendengarkannya lagi dengan perangkat pengeras suara yang lebih kompeten. Pasalnya semua lagu yang dirilis oleh Coldplay adalah sebuah hasil mixing dan mastering kelas dunia, maka dari itu tidak heran apabila secara teknis, pembuatan lagu mereka adalah sebuah budget yang sangat besar lagi mahal. Dapat kita lihat pula rilisan lagu dengan menggunakan MV yang terlihat unik dengan desainer dan tim produksi tingkat dunia.
Apakah Coldplay lebih tenar dari Selena Gomez atau bintang pop asal Korea misal BTS?
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiMengapa semua orang suka Coldplay? ( part 1 )
Betulkah semua orang suka dengan Coldplay? Dalam konteks ini kita bicara tentang sebuah selera, preferensi, kesukaan masing-masing orang yang tentu tidak ada salah dan benar, tidak ada peringkat, tidak ada pula sebuah klaster terkait musik kesukaan mu. Mari kita pilah bagaimana band asal London - Inggris yang terbentuk pada tahun 1997 dengan member 4 orang yang notabene menjadi sebuah band terpanas seantero bumi, sekaligus juga menjadi band dengan pemasukan tertinggi. Vokasis Chris Martin, Gitaris Jonny Buckland, Basis Guy Berryman, dan drummer Will Champion yang mengawali pertemuan mereka di sebuah universitas kota London dan memulai kiprah musik dengan band yang pertama mereka bentuk dengan nama Big Fat Noises pada tahun 1997, yang akhirnya kemudian diganti menjadi Later Starfish pada tahun 1998.
Perspektif publik adalah sesuatu yang tidak dapat kita ubah, tidak sedikit orang yang tampaknya tidak suka dengan musik suguhan dari Coldplay, Bahkan dilansir dari Elpais.com yang menuliskan sebuah artikel terkait “ Mengapa sebuah band yang menjengkelkan ini bisa mendapatkan Gig terbanyak dibandingkan dengan band lainnya?”
Mick Jagger sebagai vokalis dari Rolling Stone tidak benci dengan Coldplay, bahkan beberapa minggu yang lalu Mick sempat merilis sebuah video pendek dari akun miliknya ketika sedang ikut melambaikan tangannya di stadion Wembley London diiringi dengan lagu Fix You, sama seperti 80.000 penonton lainnya Mick mengenakan xyloband, yaitu adalah sebuah gelang yang diciptakan oleh kuartet asal inggris untuk konsernya. Sontak video ini pun viral, dengan berbagai cuitan dari netizen yang menyatakan bahwa Mick Jagger tidak peduli apabila anda tahu dirinya menyukai Coldplay.
Cobalah untuk mencari info terkait dua kata di dalam Google Search, yaitu kata hate dan coldplay. Bukan rahasia umum apabila sudah banyak pernyataan netizen terkait ketidaksukaan mereka terhadap Coldplay dengan berjuta alasan. Bahkan para pecinta musik dan kritikus ternama pun tidak betah untuk mendengarkan Coldplay. Beberapa tahun yang lalu The New Yorker merilis sebuah artikel yang berjudul “ Why I Don't Like Coldplay ”. Kritikus The New York Times - Jon Pareles membuat sebuah pernyataan bersejarah yaitu : “ Band yang paling bikin nggak betah dalam Dekade ini.”
Tidak sedikit yang benci, namun banyak juga yang suka. Nampaknya ini sudah menjadi sebuah pembahasan yang paling kontroversial dalam dunia musik. Mari kita pilah berdasarkan prestasi Coldplay dari dulu hingga sekarang, dengan harapan agar para pembenci Coldplay dapat menemukan sebuah ilham dan kacamata baru untuk menikmati lagu-lagu rilisan kuartet asal Inggris.
~ Band Pop terbesar saat ini
Tidak ada yang memungkiri bahwa nama ini adalah sebuah nama band pop terbesar dan tersohor, tidak ada yang bisa menyamakan maupun mendekati jumlah konser yang mereka lakukan. Setelah rentetan tur di Inggris yang sangat sukses, maka lembaran baru untuk tur dunia Coldplay 2023 akan segera dimulai.
200.000 tiket untuk empat jadwal konser Coldplay di Barcelona habis terjual hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja, begitupun juga Argentina. Coldplay diperkirakan akan tampil di depan setengah juga penonton dalam kurun waktu 10 hari saja, begitupun juga dengan stadion River Plate yang akan diisi dengan fans band ini dari hari ke hari. Dimana harga tiket dengan kisaran 112 USD atau setara dengan 1.6 juta Rupiah, lalu apa yang salah dengan Coldplay? Begitu dibenci namun juga dicinta. Unik bukan.
Dilansir dari El Pais yang menyatakan bahwa Alexis Petridis sebagai seorang musik kritikus untuk surat kabar asal Inggris The Guardian yang sekaligus juga berperan sebagai spesialis musik pop paling berpengaruh di Eropa, Alexis merilis sebuah analisa mendalam terkait album band masa kini dalam artikelnya, Music of the Spheres ( 2021 ) dengan kritik seperti ini : “ Pasti ada lebih banyak cara yang layak untuk tetap berada diatas.”
Teorinya adalah bahwa Coldplay dengan kesuksesan di hari ini adalah sebuah bentuk upaya kegigihan setelah kegagalan komersialnya di masa lalu, lalu Coldplay memutuskan untuk bermain aman, bermain di dalam rangka agar tidak keluar dari jalur, dan agar tetap didukung oleh para fansnya. Lalu bagaimana caranya mereka melakukan hal ini ? Jawabannya adalah dengan Angka.
Coldplay memilih artis dengan jumlah pengikut di media sosial terbanyak dan pendengar dari platform terbanyak, ditambah mereka bekerja keras untuk merilis hasil karya mereka. Maka dari itu apabila ada yang berkata musik rilisan coldplay terdengar tidak begitu enak ataupun jauh dibawah dari standar, mungkin bisa dicoba mendengarkannya lagi dengan perangkat pengeras suara yang lebih kompeten. Pasalnya semua lagu yang dirilis oleh Coldplay adalah sebuah hasil mixing dan mastering kelas dunia, maka dari itu tidak heran apabila secara teknis, pembuatan lagu mereka adalah sebuah budget yang sangat besar lagi mahal. Dapat kita lihat pula rilisan lagu dengan menggunakan MV yang terlihat unik dengan desainer dan tim produksi tingkat dunia.
Apakah Coldplay lebih tenar dari Selena Gomez atau bintang pop asal Korea misal BTS?
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..