
Sign up to save your podcasts
Or


Mengapa semua orang suka Coldplay? ( Part 2 )
Apakah Coldplay lebih tenar dari Selena Gomez atau bintang pop asal Korea misal BTS?
Ini adalah sebuah teori yang menarik, kritik menarik juga datang dari seorang pembawa acara musik Sofa Sonoro dari jaringan radio spanyol Cadena SER yang menyatakan bahwa : “ Coldplay adalah sebuah band yang mengincar sisi independen.” kesuksesan mereka pada album perdananya pada tahun 2000 adalah sesuatu yang tak terduga, Parachutes 2000 langsung menjadikan band ini menjadi sebuah bintang dan mereka memutuskan untuk bertahan disana dengan arah yang lebih tegas yaitu untuk genre Pop Komersil.
Apabila dibandingkan dengan band-band asal inggris yang lain, Radiohead sebetulnya memiliki kesempatan yang sama dengan rilisan lagu yang kita kenal sekarang, Creep dirilis pada tahun 1992 yang tidak butuh waktu lama untuk masuk ke urutan no 78 dalam tangga nada papan UK singles Chart dan menjual 6000 copy dan menjadi viral di awal tahun 90-an.
Apabila dilihat dari genre dan kesuksesan antar dua band ini pada awal tahun 90, Radiohead juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sukses, namun yang berbeda adalah pemilihan genre. Dimana dalam konteks ini Radiohead lebih memilih untuk genre eksperimental dan Coldplay masih keukeuh untuk berfokus pada Brit-Pop.
Dalam pemilihan genre, Coldplay memilih untuk menuliskan hasil karya mereka ke dalam sebuah bingkai yang punya beberapa potensi untuk lebih cepat dikenal oleh para pendengar, alasan ini juga yang menjadi alasan utama para pembenci Coldplay tidak dapat mendengarkan lagunya terus menerus. Genre yang dituliskan Coldplay selalu bertemakan sesuatu hal yang positif, aransemen yang cocok dengan suasana megah dan bingkai yang besar, sangat tepat untuk dimainkan di panggung-panggung besar, nada yang sentimental dan manis, ditambah dengan bombardir sebuah imajinasi bagi para pendengarnya. Metode ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan semenjak album pertama Coldplay sudah sarat akan indikasi diatas.
Maka tidaklah heran, apabila banyak netizen yang selalu beranggapan, terlebih di dunia barat bahwa lagu Coldplay sangat cocok untuk dimainkan dalam situasi pernikahan, sebuah musik indie bagi orang-orang yang tidak suka dengan band indie, selain itu juga banyak orang beranggapan bahwa band ini juga sarat dengan teknik dan pemasaran yang sangat komersial, bahkan terkesan sebagai sebuah perusahaan. Masih ingat sebuah gelang yang dipakai oleh Mick Jagger yang sedang menonton Coldplay? Tepat gelang tersebut adalah Xyloband, sebuah gelang yang dapat memancarkan cahaya dan dapat diatur oleh sebuah kontrol pusat untuk menyeragamkan warna pemakainya via sinyal radio.
Teknologi ini bukan sebuah metode yang murah, dilansir dari NME.com yang menyatakan bahwa gitaris Jonny Buckland menyebutkan bahwa teknologi gelang tersebut dibanderol dengan harga sewa 493.000 USD/malam. Hampir setengah juta USD. bagaimana cara mendapatkannya? Gelang ini akan dibagi kepada semua penonton menjelang memasuki arena pertunjukkan. Belum lagi ditambah dengan merchandise milik coldplay yang sangat beragam, misal : piringan hitam, topi, baju, hoodie, dokumentasi, litografi, gelang, DLL dan tentunya kualitas tinggi.
Tahun 90-an adalah sebuah tahun dimana dunia musik mengalami sebuah transisi yang luar biasa besar, ketika popularitas Britpop nampak mulai menurun dan ditinggalkan oleh para pendengar seperti Oasis, Blur, Suede, Radiohead, Muse, DLL muncullah sebuah generasi muda yang menuliskan sajak-sajak melankolis dan kisah cinta yang membuahkan akhir cerita yang berbeda. Muncullah Coldplay, dengan gaya yang sangat berbeda. Maka tidak heran apabila pada awal tahun 2000-an nama-nama seperti Travis, Keane, Snow Patrol, termasuk Coldplay mulai muncul di puncak tangga nada lagu internasional.
Bersambung di pekan depan yows..
By Ipung Chandra, RtiMengapa semua orang suka Coldplay? ( Part 2 )
Apakah Coldplay lebih tenar dari Selena Gomez atau bintang pop asal Korea misal BTS?
Ini adalah sebuah teori yang menarik, kritik menarik juga datang dari seorang pembawa acara musik Sofa Sonoro dari jaringan radio spanyol Cadena SER yang menyatakan bahwa : “ Coldplay adalah sebuah band yang mengincar sisi independen.” kesuksesan mereka pada album perdananya pada tahun 2000 adalah sesuatu yang tak terduga, Parachutes 2000 langsung menjadikan band ini menjadi sebuah bintang dan mereka memutuskan untuk bertahan disana dengan arah yang lebih tegas yaitu untuk genre Pop Komersil.
Apabila dibandingkan dengan band-band asal inggris yang lain, Radiohead sebetulnya memiliki kesempatan yang sama dengan rilisan lagu yang kita kenal sekarang, Creep dirilis pada tahun 1992 yang tidak butuh waktu lama untuk masuk ke urutan no 78 dalam tangga nada papan UK singles Chart dan menjual 6000 copy dan menjadi viral di awal tahun 90-an.
Apabila dilihat dari genre dan kesuksesan antar dua band ini pada awal tahun 90, Radiohead juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sukses, namun yang berbeda adalah pemilihan genre. Dimana dalam konteks ini Radiohead lebih memilih untuk genre eksperimental dan Coldplay masih keukeuh untuk berfokus pada Brit-Pop.
Dalam pemilihan genre, Coldplay memilih untuk menuliskan hasil karya mereka ke dalam sebuah bingkai yang punya beberapa potensi untuk lebih cepat dikenal oleh para pendengar, alasan ini juga yang menjadi alasan utama para pembenci Coldplay tidak dapat mendengarkan lagunya terus menerus. Genre yang dituliskan Coldplay selalu bertemakan sesuatu hal yang positif, aransemen yang cocok dengan suasana megah dan bingkai yang besar, sangat tepat untuk dimainkan di panggung-panggung besar, nada yang sentimental dan manis, ditambah dengan bombardir sebuah imajinasi bagi para pendengarnya. Metode ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan semenjak album pertama Coldplay sudah sarat akan indikasi diatas.
Maka tidaklah heran, apabila banyak netizen yang selalu beranggapan, terlebih di dunia barat bahwa lagu Coldplay sangat cocok untuk dimainkan dalam situasi pernikahan, sebuah musik indie bagi orang-orang yang tidak suka dengan band indie, selain itu juga banyak orang beranggapan bahwa band ini juga sarat dengan teknik dan pemasaran yang sangat komersial, bahkan terkesan sebagai sebuah perusahaan. Masih ingat sebuah gelang yang dipakai oleh Mick Jagger yang sedang menonton Coldplay? Tepat gelang tersebut adalah Xyloband, sebuah gelang yang dapat memancarkan cahaya dan dapat diatur oleh sebuah kontrol pusat untuk menyeragamkan warna pemakainya via sinyal radio.
Teknologi ini bukan sebuah metode yang murah, dilansir dari NME.com yang menyatakan bahwa gitaris Jonny Buckland menyebutkan bahwa teknologi gelang tersebut dibanderol dengan harga sewa 493.000 USD/malam. Hampir setengah juta USD. bagaimana cara mendapatkannya? Gelang ini akan dibagi kepada semua penonton menjelang memasuki arena pertunjukkan. Belum lagi ditambah dengan merchandise milik coldplay yang sangat beragam, misal : piringan hitam, topi, baju, hoodie, dokumentasi, litografi, gelang, DLL dan tentunya kualitas tinggi.
Tahun 90-an adalah sebuah tahun dimana dunia musik mengalami sebuah transisi yang luar biasa besar, ketika popularitas Britpop nampak mulai menurun dan ditinggalkan oleh para pendengar seperti Oasis, Blur, Suede, Radiohead, Muse, DLL muncullah sebuah generasi muda yang menuliskan sajak-sajak melankolis dan kisah cinta yang membuahkan akhir cerita yang berbeda. Muncullah Coldplay, dengan gaya yang sangat berbeda. Maka tidak heran apabila pada awal tahun 2000-an nama-nama seperti Travis, Keane, Snow Patrol, termasuk Coldplay mulai muncul di puncak tangga nada lagu internasional.
Bersambung di pekan depan yows..