
Sign up to save your podcasts
Or


Apakah lagu di zaman sekarang semakin keras dan kencang ? ( part 1 )
Perangkat dan kecanggihan teknologi zaman sekarang dalam menyediakan sebuah akses yang mudah lagi cepat untuk sebuah hiburan semakin maju dari tahun ke tahun, hasilnya manusia lebih intim dengan berbagai teknologi dalam menikmati sebuah hiburan. Baik secara daring via perangkat ponsel, televisi beserta dengan sistem pengeras suara yang akurat, Headphone dan Earphone yang semakin praktis membuat kita terlena dalam mendengarkan lantunan lagu dari artis favorit. Suguhan hiburan yang dapat ditonton dan dinikmati oleh pengunjung semakin beragam, baik acara televisi, berbagai panggung pertunjukkan, termasuk festival musik yang jumlah dan variasi yang semakin menjamur. Musik festival menjadi sebuah opsi ideal bagi para pecinta musik untuk menikmati musik di zaman sekarang.
Dilansir dari sebuah artikel rilisan The Guardian yang menyatakan bahwa lebih dari satu miliar remaja dan orang dewasa memiliki tendensi tinggi dalam gangguan pendengaran. Hal ini disebabkan oleh berbagai pilihan penggunaan Headphone, Earphone, serta frekuensi mengunjungi sebuah venue dengan musik yang kencang.
Sebuah tim peneliti internasional memperkirakan bahwa 24% anak usia 12 ~ 34 tahun yang mendengarkan musik di perangkat pendengar pribadi pada level “ tidak aman “. temuan ini sudah dirilis dan dipublikasikan dalam sebuah jurnal BMJ Global Health. Para peneliti ini segera menyerukan kepada pemerintah agar dapat segera menerapkan sebuah kebijakan terkait level suara dalam taraf yang aman dan tidak berpengaruh pada gendang telinga.
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) memperkirakan bahwa lebih dari 430 Juta orang di dunia dari segala usia akan mengalami gangguan pendengaran. Dimana kaum muda sangat rentan karena penggunaan alat pendengar pribadi ( personal listening devices - PLD ) , dimana volume suara pada saat pengoperasian musik dalam taraf yang tidak aman dalam kurun waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kerusakan fisiologis pada sistem pendengaran manusia, kemungkinan besar akan muncul sebuah gejala Tinitus baik secara sementara atau permanen.
Kemampuan pendengaran manusia akan semakin lemah seiring pertambahan usia, dimana seseorang yang memiliki lingkungan dengan suara diambang batas pendengaran aman akan lebih mudah menderita penyakit pendengaran sejak usia dini. Hal ini terlepas dari kemampuan pendengaran manusia secara alami, studi telah menyebutkan bahwa tingkat mendengarkan lagu di seluruh dunia semakin tidak aman.
Para akademisi di University of South Carolina AS telah mengumpulkan data terkait alat pendengar pribadi dan venue musik semenjak tahun 2000 ~ 2021. Studi ini telah melibatkan lebih dari 19.000 peserta, dengan hasil yang telah memperkirakan bahwa 23% orang dewasa dan 27% anak dibawah umur yang telah terpapar dengan kebisingan di atas ambang keamanan dari alat pendengar pribadi. Dengan sebuah proyeksi bahwa 48% dari orang yang berusia 12 ~ 34 tahun di seluruh dunia telah terpapar kebisingan yang berlebihan seperti venue musik, tempat-tempat yang menyuguhkan suara musik yang keras seperti pub, klub, atau bar.
Berdasarkan angka tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah orang yang berpotensi mengalami gangguan pendengaran mencapai, 0.67 Miliar hingga 1.35 Miliar. Para peneliti menyadari bahwa temuan tersebut tidak mewakili faktor demografis, tetapi adalah sebuah kesimpulan bahwa paparan musik yang keras di berbagai tempat publik atau menggunakan alat pendengar pribadi dapat beresiko untuk mengganggu pendengaran manusia di masa mendatang.
Dalam konteks ini, kebanyakan dari kita untuk menolak atau merasakan bahwa volume suara di sebuah tempat yang terlampau keras adalah sebuah hal yang sulit. Tidak hanya itu saja, suara dapat dengan mudah kita dengarkan dalam berbagai kondisi. Bahkan lingkungan sekitar kita memiliki banyak faktor suara yang dapat mempengaruhi pendengaran kita, dan kontrol akan hal diluar dari jangkauan manusia sukar untuk dilakukan. Misal suara halilintar, geledek, sirene mobil polisi, suara mobil sampah di Taiwan, ledakan ban mobil, DLL. semua sumber suara ini memiliki impak yang cukup besar bagi telinga manusia.
bersambung di pekan depan yows..
By Ipung Chandra, RtiApakah lagu di zaman sekarang semakin keras dan kencang ? ( part 1 )
Perangkat dan kecanggihan teknologi zaman sekarang dalam menyediakan sebuah akses yang mudah lagi cepat untuk sebuah hiburan semakin maju dari tahun ke tahun, hasilnya manusia lebih intim dengan berbagai teknologi dalam menikmati sebuah hiburan. Baik secara daring via perangkat ponsel, televisi beserta dengan sistem pengeras suara yang akurat, Headphone dan Earphone yang semakin praktis membuat kita terlena dalam mendengarkan lantunan lagu dari artis favorit. Suguhan hiburan yang dapat ditonton dan dinikmati oleh pengunjung semakin beragam, baik acara televisi, berbagai panggung pertunjukkan, termasuk festival musik yang jumlah dan variasi yang semakin menjamur. Musik festival menjadi sebuah opsi ideal bagi para pecinta musik untuk menikmati musik di zaman sekarang.
Dilansir dari sebuah artikel rilisan The Guardian yang menyatakan bahwa lebih dari satu miliar remaja dan orang dewasa memiliki tendensi tinggi dalam gangguan pendengaran. Hal ini disebabkan oleh berbagai pilihan penggunaan Headphone, Earphone, serta frekuensi mengunjungi sebuah venue dengan musik yang kencang.
Sebuah tim peneliti internasional memperkirakan bahwa 24% anak usia 12 ~ 34 tahun yang mendengarkan musik di perangkat pendengar pribadi pada level “ tidak aman “. temuan ini sudah dirilis dan dipublikasikan dalam sebuah jurnal BMJ Global Health. Para peneliti ini segera menyerukan kepada pemerintah agar dapat segera menerapkan sebuah kebijakan terkait level suara dalam taraf yang aman dan tidak berpengaruh pada gendang telinga.
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) memperkirakan bahwa lebih dari 430 Juta orang di dunia dari segala usia akan mengalami gangguan pendengaran. Dimana kaum muda sangat rentan karena penggunaan alat pendengar pribadi ( personal listening devices - PLD ) , dimana volume suara pada saat pengoperasian musik dalam taraf yang tidak aman dalam kurun waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kerusakan fisiologis pada sistem pendengaran manusia, kemungkinan besar akan muncul sebuah gejala Tinitus baik secara sementara atau permanen.
Kemampuan pendengaran manusia akan semakin lemah seiring pertambahan usia, dimana seseorang yang memiliki lingkungan dengan suara diambang batas pendengaran aman akan lebih mudah menderita penyakit pendengaran sejak usia dini. Hal ini terlepas dari kemampuan pendengaran manusia secara alami, studi telah menyebutkan bahwa tingkat mendengarkan lagu di seluruh dunia semakin tidak aman.
Para akademisi di University of South Carolina AS telah mengumpulkan data terkait alat pendengar pribadi dan venue musik semenjak tahun 2000 ~ 2021. Studi ini telah melibatkan lebih dari 19.000 peserta, dengan hasil yang telah memperkirakan bahwa 23% orang dewasa dan 27% anak dibawah umur yang telah terpapar dengan kebisingan di atas ambang keamanan dari alat pendengar pribadi. Dengan sebuah proyeksi bahwa 48% dari orang yang berusia 12 ~ 34 tahun di seluruh dunia telah terpapar kebisingan yang berlebihan seperti venue musik, tempat-tempat yang menyuguhkan suara musik yang keras seperti pub, klub, atau bar.
Berdasarkan angka tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah orang yang berpotensi mengalami gangguan pendengaran mencapai, 0.67 Miliar hingga 1.35 Miliar. Para peneliti menyadari bahwa temuan tersebut tidak mewakili faktor demografis, tetapi adalah sebuah kesimpulan bahwa paparan musik yang keras di berbagai tempat publik atau menggunakan alat pendengar pribadi dapat beresiko untuk mengganggu pendengaran manusia di masa mendatang.
Dalam konteks ini, kebanyakan dari kita untuk menolak atau merasakan bahwa volume suara di sebuah tempat yang terlampau keras adalah sebuah hal yang sulit. Tidak hanya itu saja, suara dapat dengan mudah kita dengarkan dalam berbagai kondisi. Bahkan lingkungan sekitar kita memiliki banyak faktor suara yang dapat mempengaruhi pendengaran kita, dan kontrol akan hal diluar dari jangkauan manusia sukar untuk dilakukan. Misal suara halilintar, geledek, sirene mobil polisi, suara mobil sampah di Taiwan, ledakan ban mobil, DLL. semua sumber suara ini memiliki impak yang cukup besar bagi telinga manusia.
bersambung di pekan depan yows..