
Sign up to save your podcasts
Or


Medsos untuk independen artis? Mana yang pas? ( Part 2 )
~ Nilai autentiknya hilang?
Sedari dulu, IG dikenal luas karena fokus yang kuat terhadap influencer dan Feed yang kohesif serta berkualitas tinggi. Tidak jarang kita sering mendengarkan berbagai pernyataan dari netizen terkait IG di beberapa tahun sebelumnya seperti : “ Foto-foto yang tersebar di IG semuanya sinematik, bagus dan organik”. Akan tetapi di zaman sekarang hal ini semakin sukar untuk ditemukan, hal ini cenderung berdampak pada keaslian dan kreativitas dikarenakan konten yang tidak sesuai dengan pedoman “ profesional” tertentu bagi sebuah komunitas, dengan begitu wajar saja apabila konten seperti ini semakin sukar ditemukan di IG, bukannya tidak ada, tapi menjadi sangat langka.
Meski saat ini banyak orang dengan sengaja membuat feed mereka terlihat “ jelek “ , IG tetap memprioritaskan pengguna yang mengunggah konten dengan kualitas tinggi. Lalu impaknya terhadap musisi apa ? bagi para artis dan musisi hal ini akan menjadi menegangkan serta kurang menyenangkan dari sisi kreatif artis, bagi mereka yang punya akses untuk mendapatkan peralatan serta perangkat kualitas tinggi tentu akan menjadi sangat gampang, namun pertanyaannya adalah bagaimana dengan musisi yang tidak memiliki akses terhadap perangkat tersebut. Sebagaimana kita tahu bahwa peralatan yang berhubungan dengan karya adalah suatu investasi yang tidak murah, musik bagus tentu harus dipadankan dengan perangkat yang sesuai, kamera yang bagus akan berdampak langsung kepada proses pembuatan sebuah video.
Sekarang giliran TikTok, dilansir dari Digitalmusicnews.com yang menjabarkan bahwa dalam upaya musisi dalam mempromosikan musiknya Caleb J Murphy mencoba untuk menggunakan TikTok Promote, dimana ini adalah sebuah fungsi berbayar bagi pengguna agar video rilisannya dapat di tonton dan di ekpos ke berbagai kalangan pengguna TikTok yang lebih luas. Caleb disini akan membagikan pengalamannya dalam menggunakan fungsi berbayar rilisan dari aplikasi asal Tirai Bambu ini.
Apa yang dipromosikan oleh TikTok?
TikTok promote adalah sebuah fungsi yang dapat menyebarkan video dirimu ke lebih banyak orang sebagai video bersponsor. Dari sisi pengguna dapat memilih tujuan promosi dan membuat lebih banyak orang menemukan video yang kau rilis, tidak hanya sampai disitu saja. Fungsi ini juga dapat mengarahkan orang lain ke situs atau laman resmi milikmu, dengan begitu peningkatan peluang kamu untuk mendapatkan pengikut/follower akan lebih tinggi.
Fungsi lain yang dapat ditawarkan dengan menggunakan TikTok promote adalah, pengguna memiliki akses untuk dapat melacak data-data sebagai berikut, antara lain : penayangan video, jumlah suka, komentar, dan bagikan oleh berbagai akun, kunjungan situs resmi, usia dan jenis kelamin yang berinteraksi dengan TikTok mu. Jadi ketika mempromosikan video yang menampilkan musikmu, pengguna juga harus mengedit video di luar dari lagu TikTok atau lagu original.
pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiMedsos untuk independen artis? Mana yang pas? ( Part 2 )
~ Nilai autentiknya hilang?
Sedari dulu, IG dikenal luas karena fokus yang kuat terhadap influencer dan Feed yang kohesif serta berkualitas tinggi. Tidak jarang kita sering mendengarkan berbagai pernyataan dari netizen terkait IG di beberapa tahun sebelumnya seperti : “ Foto-foto yang tersebar di IG semuanya sinematik, bagus dan organik”. Akan tetapi di zaman sekarang hal ini semakin sukar untuk ditemukan, hal ini cenderung berdampak pada keaslian dan kreativitas dikarenakan konten yang tidak sesuai dengan pedoman “ profesional” tertentu bagi sebuah komunitas, dengan begitu wajar saja apabila konten seperti ini semakin sukar ditemukan di IG, bukannya tidak ada, tapi menjadi sangat langka.
Meski saat ini banyak orang dengan sengaja membuat feed mereka terlihat “ jelek “ , IG tetap memprioritaskan pengguna yang mengunggah konten dengan kualitas tinggi. Lalu impaknya terhadap musisi apa ? bagi para artis dan musisi hal ini akan menjadi menegangkan serta kurang menyenangkan dari sisi kreatif artis, bagi mereka yang punya akses untuk mendapatkan peralatan serta perangkat kualitas tinggi tentu akan menjadi sangat gampang, namun pertanyaannya adalah bagaimana dengan musisi yang tidak memiliki akses terhadap perangkat tersebut. Sebagaimana kita tahu bahwa peralatan yang berhubungan dengan karya adalah suatu investasi yang tidak murah, musik bagus tentu harus dipadankan dengan perangkat yang sesuai, kamera yang bagus akan berdampak langsung kepada proses pembuatan sebuah video.
Sekarang giliran TikTok, dilansir dari Digitalmusicnews.com yang menjabarkan bahwa dalam upaya musisi dalam mempromosikan musiknya Caleb J Murphy mencoba untuk menggunakan TikTok Promote, dimana ini adalah sebuah fungsi berbayar bagi pengguna agar video rilisannya dapat di tonton dan di ekpos ke berbagai kalangan pengguna TikTok yang lebih luas. Caleb disini akan membagikan pengalamannya dalam menggunakan fungsi berbayar rilisan dari aplikasi asal Tirai Bambu ini.
Apa yang dipromosikan oleh TikTok?
TikTok promote adalah sebuah fungsi yang dapat menyebarkan video dirimu ke lebih banyak orang sebagai video bersponsor. Dari sisi pengguna dapat memilih tujuan promosi dan membuat lebih banyak orang menemukan video yang kau rilis, tidak hanya sampai disitu saja. Fungsi ini juga dapat mengarahkan orang lain ke situs atau laman resmi milikmu, dengan begitu peningkatan peluang kamu untuk mendapatkan pengikut/follower akan lebih tinggi.
Fungsi lain yang dapat ditawarkan dengan menggunakan TikTok promote adalah, pengguna memiliki akses untuk dapat melacak data-data sebagai berikut, antara lain : penayangan video, jumlah suka, komentar, dan bagikan oleh berbagai akun, kunjungan situs resmi, usia dan jenis kelamin yang berinteraksi dengan TikTok mu. Jadi ketika mempromosikan video yang menampilkan musikmu, pengguna juga harus mengedit video di luar dari lagu TikTok atau lagu original.
pantau terus yows..