
Sign up to save your podcasts
Or


Medsos untuk independen artis? Mana yang pas? ( Part 3 )
Apakah ini dapat berfungsi dengan baik? Tentu tidak, pengguna fungsi promote ini juga harus memiliki konten video yang baik, yang tentunya dapat menarik perhatian orang banyak. Tidak berarti kita sudah membeli fungsi ini lalu semerta-merta video kita akan viral, kembali lagi bahwa fungsi ini hanya akan dapat menyuguhkan video ke berbagai orang, perihal menjadi favorit publik adalah konteks yang lain, jadi secara gamblang apabila video rilisannya tidak berkualitas, tentu hasilnya juga akan berbanding lurus.
Namun dengan begitu kenapa harus membeli sebuah fungsi berbayar ini? Dari sisi pengguna dapat dengan mudah memilih untuk menambahkan tautan platform penyedia layanan streaming aplikasi lain ke dalam video yang sama, misal Spotify atau Youtube Music, dan dengan begitu para pengguna akun lain yang tertarik dengan konten dirimu maka dapat dengan mudah mengunjungi laman resmi penyedia layanan musik streaming milikmu.
Caleb membeli fungsi berbayar ini untuk 4 video miliknya, mari kita pilah secara satu persatu.
Video 1
Total pembelanjaan : 12.95 USD
Dengan promosi yang sudah dibayarkan, video milik caleb mendapatkan lebih dari empat ribu penayangan dan 722 like dari orang lain, namun sebelum menggunakan promosi berbayar videonya hanya mendapatkan 5 like dan 2 komentar positif.
Video 2
Total pembelanjaan : 13.12 USD
Jumlah penayangan untuk video kedua mendapatkan lebih dari 3400 penayangan dan 771 like serta tiga komentar positif. Sebelumnya tanpa fungsi ini hanya mendapatkan 3 like.
Video 3
Total pembelanjaan : 13.27 USD
Lebih dari 2900 penayangan dan 678 like, sebelumnya hanya mendapatkan tiga komentar positif dan 2 like.
Video 4
Total pembelanjaan : 6.63 USD
Dengan promosi video ini yang telah mendapatkan 1750 penayangan dan 190 Like, serta satu komentar positif.
Lalu apakah ini layak untuk dilakukan? Seperti yang terjabar diatas, Caleb tidak menghabiskan banyak uang dalam promosi TikTok, secara total dirinya hanya menghabiskan 45.97 USD ( atau setara dengan 1428 NTD ). Dirinya juga hanya memilih untuk membuka akses dalam mendapatkan lebih banyak penayangan, bukan untuk mendapatkan lebih banyak kunjungan situs resmi miliknya. Sebetulnya fungsi ini juga dapat didapatkan, namun dengan akses yang lebih banyak tentu akan berbanding selaras dengan harga. Semakin tinggi harga promosi yang dibayarkan maka akan mendapatkan fungsi yang lebih banyak.
Pada akhirnya tujuan mempromosikan video TikTok ini adalah agar lebih banyak orang mengetahui tentang dirinya, dan membuat orang lain tertarik dengan musik yang dirinya buat.
Apakah orang lain secara otomatis ingin mengunjungi laman Spotify miliknya? Tidak ada perubahan yang signifikan dalam jumlah streaming miliknya dalam durasi promosi TikTok. Secara keseluruhan, menurut dirinya promosi TikTok kayak untuk dilakukan apabila pengguna memiliki anggaran dan memiliki agenda promosi yang jelas dan sistematis agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
* kesimpulannya :
Baik Instagram maupun Tiktok dihadirkan dengan banyak kelebihan dan kekurangan yang berbeda bagi sang musisi atau artis. Meskipun IG memungkinkan anda untuk lebih fokus dalam berhubungan dengan orang lain, di lain sisi TikTok dapat lebih bermanfaat apabila konten karyamu adalah sebuah video, dengan begitu gampang di nikmati oleh orang lain, ditemukan dan kesempatan menjadi viral serta trending pun menjadi tinggi. Hampir setiap hari kita mendengarkan trending topik ataupun konten yang sedang viral, 80% diperoleh dari TikTok, pada akhirnya penggunaan kedua aplikasi dalam waktu yang bersamaan menjadi sebuah solusi yang cukup masuk akal. Tentu semuanya gratis kok.
Jika media sosial dalam skala yang lebih besar bukan menjadi pilihan favorit anda, tentu masih terdapat begitu banyak strategi marketing yang lebih tepat dalam menyalurkan hasil karya mu agar dapat dengan mudah didengarkan oleh orang lain.
Pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiMedsos untuk independen artis? Mana yang pas? ( Part 3 )
Apakah ini dapat berfungsi dengan baik? Tentu tidak, pengguna fungsi promote ini juga harus memiliki konten video yang baik, yang tentunya dapat menarik perhatian orang banyak. Tidak berarti kita sudah membeli fungsi ini lalu semerta-merta video kita akan viral, kembali lagi bahwa fungsi ini hanya akan dapat menyuguhkan video ke berbagai orang, perihal menjadi favorit publik adalah konteks yang lain, jadi secara gamblang apabila video rilisannya tidak berkualitas, tentu hasilnya juga akan berbanding lurus.
Namun dengan begitu kenapa harus membeli sebuah fungsi berbayar ini? Dari sisi pengguna dapat dengan mudah memilih untuk menambahkan tautan platform penyedia layanan streaming aplikasi lain ke dalam video yang sama, misal Spotify atau Youtube Music, dan dengan begitu para pengguna akun lain yang tertarik dengan konten dirimu maka dapat dengan mudah mengunjungi laman resmi penyedia layanan musik streaming milikmu.
Caleb membeli fungsi berbayar ini untuk 4 video miliknya, mari kita pilah secara satu persatu.
Video 1
Total pembelanjaan : 12.95 USD
Dengan promosi yang sudah dibayarkan, video milik caleb mendapatkan lebih dari empat ribu penayangan dan 722 like dari orang lain, namun sebelum menggunakan promosi berbayar videonya hanya mendapatkan 5 like dan 2 komentar positif.
Video 2
Total pembelanjaan : 13.12 USD
Jumlah penayangan untuk video kedua mendapatkan lebih dari 3400 penayangan dan 771 like serta tiga komentar positif. Sebelumnya tanpa fungsi ini hanya mendapatkan 3 like.
Video 3
Total pembelanjaan : 13.27 USD
Lebih dari 2900 penayangan dan 678 like, sebelumnya hanya mendapatkan tiga komentar positif dan 2 like.
Video 4
Total pembelanjaan : 6.63 USD
Dengan promosi video ini yang telah mendapatkan 1750 penayangan dan 190 Like, serta satu komentar positif.
Lalu apakah ini layak untuk dilakukan? Seperti yang terjabar diatas, Caleb tidak menghabiskan banyak uang dalam promosi TikTok, secara total dirinya hanya menghabiskan 45.97 USD ( atau setara dengan 1428 NTD ). Dirinya juga hanya memilih untuk membuka akses dalam mendapatkan lebih banyak penayangan, bukan untuk mendapatkan lebih banyak kunjungan situs resmi miliknya. Sebetulnya fungsi ini juga dapat didapatkan, namun dengan akses yang lebih banyak tentu akan berbanding selaras dengan harga. Semakin tinggi harga promosi yang dibayarkan maka akan mendapatkan fungsi yang lebih banyak.
Pada akhirnya tujuan mempromosikan video TikTok ini adalah agar lebih banyak orang mengetahui tentang dirinya, dan membuat orang lain tertarik dengan musik yang dirinya buat.
Apakah orang lain secara otomatis ingin mengunjungi laman Spotify miliknya? Tidak ada perubahan yang signifikan dalam jumlah streaming miliknya dalam durasi promosi TikTok. Secara keseluruhan, menurut dirinya promosi TikTok kayak untuk dilakukan apabila pengguna memiliki anggaran dan memiliki agenda promosi yang jelas dan sistematis agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
* kesimpulannya :
Baik Instagram maupun Tiktok dihadirkan dengan banyak kelebihan dan kekurangan yang berbeda bagi sang musisi atau artis. Meskipun IG memungkinkan anda untuk lebih fokus dalam berhubungan dengan orang lain, di lain sisi TikTok dapat lebih bermanfaat apabila konten karyamu adalah sebuah video, dengan begitu gampang di nikmati oleh orang lain, ditemukan dan kesempatan menjadi viral serta trending pun menjadi tinggi. Hampir setiap hari kita mendengarkan trending topik ataupun konten yang sedang viral, 80% diperoleh dari TikTok, pada akhirnya penggunaan kedua aplikasi dalam waktu yang bersamaan menjadi sebuah solusi yang cukup masuk akal. Tentu semuanya gratis kok.
Jika media sosial dalam skala yang lebih besar bukan menjadi pilihan favorit anda, tentu masih terdapat begitu banyak strategi marketing yang lebih tepat dalam menyalurkan hasil karya mu agar dapat dengan mudah didengarkan oleh orang lain.
Pantau terus yows..