Blitz Musik

Blitz Musik - 2024-01-23


Listen Later

Dihujat seantero benua, kisah gelap seorang remaja yang viral  ( Part 2 ) 

 

Dalam sebuah esai yang berjudul “ What I Learned from Being a Target of Internet Hate at Age 13 “, Rebecca memulai dengan menjelaskan bahwa dia telah menjadi sasaran intimidasi sebelum dirinya merilis lagu tersebut. Dirinya melewati masa remaja tanpa perasaan ataupun kenangan yang indah, intimidasi dengan berbagai bentuk menjadi rutinitas keseharian dirinya, berbeda dengan kebanyakan anak-anak lain yang sebaya dengan dirinya. Ketika dirinya sedang melakukan proses perekaman projek MV tersebut, dirinya tidak dapat menikmati kegiatan yang sepantasnya dilakukan oleh seorang bocah pada umumnya seperti bermain dan bersenang-senang dengan kawan-kawannya. Ketika lagu Friday berhasil di rilis, serangan dan perhatian negatif pun menjadi lebih bertubi-tubi tanpa henti, bahkan semakin intens ketika dirinya merasa bahwa tidak akan bertahan lebih lama lagi.

 

Dirinya melanjutkan dengan menggambarkan pengalamannya sebagai berikut, satu menit saya adalah seorang gadis normal dan kemudian setelah itu jutaan orang mengetahui siapa saya dan lontaran komentar negatif yang ditujukan menjadi sebuah lemparan batu yang tidak dapat dielak, bahkan harus ditelan mentah-mentah. Orang-orang yang menulis berbagai hal keji di internet, media sosial, dan menertawakan dirinya dalam sebuah acara televisi menjadi menu harian yang harus ditelan oleh seorang Rebecca, faktanya adalah ini adalah seorang gadis yang berusia 13 tahun yang ingin mencoba untuk memberikan hiburan kepada publik, namun di lain sisi tampaknya hal ini luput dari perhatian banyak orang. 

 

Pada satu titik, dirinya bahkan mendapatkan ancaman fisik, bahkan ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Penindasan tiada henti tidak hanya datang dari orang asing dibalik layar. Tidak jarang teman-teman satu sekolah yang melecehkan dirinya secara verbal dan terbuka. Bahkan dirinya pernah bertemu dengan seseorang yang telah mengolok dirinya via online, dan orang tersebut mengatakan kepada Rebecca secara langsung bahwa orang ini tidak pernah menganggap bahwa Rebecca adalah manusia yang nyata, yang hidup dan memiliki kehidupannya sendiri. 

 

Lalu bagaimana Rebecca mengatasi berbagai pelecehan dan cemoohan tersebut? Dirinya hanya bisa menutup diri dan berpura-pura bahwa hal buruk ini tidak seburuk yang ada dalam benaknya, hal ini mudah untuk dihilangkan atau dilupakan. 

 

Kini dirinya sudah beranjak dewasa dan telah mendapatkan berbagai pemahaman dari berbagai sudut pandang yang berbeda terkait hal ini. Dirinya memahami darimana asal mulanya para pelaku intimidasi ini, orang yang dapat mencemooh atau bahkan menghina orang lain sebetulnya juga memiliki berbagai kekurangan atau penderitaan dalam hidupnya sendiri, tidak ada seorang pun yang dapat menindas orang lain apabila hidup mereka sendiri sudah cukup baik. Intinya orang yang kerap menghina juga memiliki keresahan dalam hidupnya juga, aksi menghina orang lain via berbagai wadah ataupun platform merupakan sebuah aji mumpung untuk meluapkan rasa ketidakadilan terhadap apa yang terjadi dalam hidupnya sendiri. 

 

Walau orang-orang ini tidak dapat memahami kesalahan apa yang telah mereka lakukan dengan memberikan pernyataan negatif, ataupun rasa sakit yang mereka timbulkan akibat perkataan tersebut, akan tetapi hal ini tidak dapat menjadi sebuah alasan kuat untuk menghina orang lain dalam kesempatan apapun, hal ini perlu sebuah kesadaran diri yang sangat kuat untuk melakukan introspeksi diri kembali. 

 

Memahami penderitaan yang telah dialami oleh kedua belah pihak telah mendorong diri Rebecca untuk menggunakan platformnya dalam bersuara menentang penindasan dalam berbagai bentuk. Hal yang telah dialami oleh dirinya membuatnya mengerti, baginya tidak ada seorang pun yang perlu menderita dalam kesunyian. Kesehatan mental itu penting, perkataan apapun yang dilontarkan dengan maksud negatif yang mengacu kepada intimidasi adalah salah. Hal ini merupakan sebuah cerita penting sembari menjadi sebuah pengingat bahwa apa yang anda anggap sebagai ejekan ataupun olok-olokan yang tidak berbahaya ataupun memiliki tendensi negatif apapun terkadang akan sangat berbeda pengertiannya bagi sang pendengar, apapun yang akan anda tulis, ingatlah bahwa subjek dari pernyataan yang anda berikan adalah terkait seorang manusia yang ada dibalik layar. 

 

pantau terus yows.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Blitz MusikBy Ipung Chandra, Rti