Blitz Musik

Blitz Musik - 2024-03-12


Listen Later

UMG angkat kaki dari TikTok, sengketa TikTok dengan pemilik hak cipta musik terbesar. ( part 2 ) 

 

Jadi apakah ini perkara uang saja ? sepertinya tidak semudah itu, mari kita pilah lagi, dalam surat pernyataan tersebut ada sebuah konsep yang nampaknya sangat dibenci oleh UMG, sebuah pernyataan sebagai berikut :


“ terkait AI, TikTok membiarkan platformnya dibanjiri dengan rekaman yang dihasilkan oleh AI, serta mengembangkan alat untuk mengaktifkan, mempromosikan dan mendorong pembuatan musik AI di platform itu sendiri. Dan kemudian menuntut kontrak yang memungkinkan konten ini terdilusi secara besar-besaran yang dapat membahayakan masa depan kumpulan pemegang royalti untuk seniman manusia. Ini adalah sebuah langkah yang mensponsori penggantian artis manusia dengan AI “. 

 

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, semua musik yang beredar via TikTok semuanya memiliki persamaan, yaitu menggunakan sebuah lagu pendek dengan kisaran durasi sebanyak 15 detik dan membuat lagu tersebut menjadi viral di berbagai media DSP (Digital Streaming Platform)  misal Spotify dan Youtube. Jadi tidaklah heran apabila kita melihat kepada sebuah DSP, dan merujuk kepada daftar lagu terbaik dunia ataupun regional. Dimana 10 lagi viral terbaik adalah sebuah rujukan yang didapatkan dari TikTok, atau dengan kata lain lagu viral yang masuk ke dalam kategori TOP TEN adalah sebuah lagu yang paling banyak didengarkan oleh pengguna TikTok. Inilah fakta yang terjadi pada saat ini, dilansir dari laman Youtube milik Rick Beato yang turut memberikan komentar terkait Top Ten lagu di sebuah DSP adalah sebuah algoritma yang sangat unik. Dimana seharusnya lagu yang paling banyak didengarkan di sebuah DSP seharusnya adalah sebuah lagu yang bukan meledak di TikTok. 

Label musik berupaya untuk mencegah hal ini tidak terjadi, artis mereka yang setiap tahunnya merilis lagu baru tidak memiliki kesempatan untuk viral apabila lagu mereka tidak masuk ke TikTok. Bukankah ini sebuah hal yang aneh, apakah TikTok di zaman sekarang menjadi sebuah kiblat terkait lagu viral? Algoritma diluar nalar, maka dari itu label musik berupaya sebaik mungkin untuk mengikuti algoritma TikTok tersebut agar artis yang bernaung di bawah UMG dapat masuk ke dalam TikTok serta berharap menjadi viral agar mendapatkan cuan. Dengan begitu artis UMG yang viral via TikTok juga memiliki kesempatan bagi UMG untuk mendapatkan cuan besar dari jumlah streaming di berbagai DSP. 

TikTok lahan basah?! 

Secara gamblang, UMG dan TikTok harus saling bergantung untuk mendapatkan cuan. TikTok harus mengandalkan lagu dari UMG untuk memiliki konten, dan UMG butuh promosi lagu-lagu artis UMG via TikTok. Ini faktanya. Mari kita bongkar faktanya lagi lebih lanjut, ketika semua lagu yang telah dirilis entah berapa tahun dekade lamanya, apabila netizen sepakat untuk membuat sebuah lagu ini viral, semuanya akan viral pada waktunya tanpa bisa dibendung oleh siapapun. sebuah cerita seru pada tahun 2020, dimana TikTok memiliki kekuatan dominan untuk sebuah lagu untuk menjadi viral, tentu dengan pengguna TikTok pada saat itu yang sudah dengan mudahnya membuat sesuatu menjadi viral terlebih dalam promosi sebuah musik. 

Masih ingatkah sebuah film pendek dari akun @doggface2086 yang merilis sebuah video via TikTok, seorang pria paruh baya yang sedang memainkan papan skateboardnya sembari meminum sebotol jus buah berry.  lagu yang sedang dimainkan di dalam video tersebut adalah sebuah lagu yang berjudul Dreams - Fleetwood Mac. sontak menjadi viral dalam kurun waktu beberapa bulan saja ( lagu original yang dirilis via Youtube hingga hari ini telah menyentuh 160 Juta tontonan ). 

Apakah ini lagu baru dan terkenal sebelumnya ? tidak, lagu ini dirilis pada tahun 1977, bahkan sebelum memasuki era 2000-an sorotan publik terhadap lagu ini bukanlah sesuatu yang besar. Secara gamblang lagu ini bisa viral gegara akun diatas yang membuat lagu ini tiba-tiba meledak dan bisa dibayangkan seberapa banyak pemasukannya via laman Youtube dari pemilik akun ini ada berapa. 

Semenjak itu banyak label musik yang mulai menyadari bahwa TikTok punya potensi untuk memviralkan lagu apa saja tergantung dari fokus netizen, maka dari itu dapat kita simpulkan dengan singkat duduk perkara atas kasus UMG VS TikTok ini tidak akan bertahan lama, kedua belah pihak harus segera merumuskan sebuah kontrak yang baru agar mereka dapat terus bekerja sama dengan metode ini. 

Sebelum label dan perusahaan rekaman tidak menemukan terobosan baru atau cara yang lebih inovatif dalam mempromosikan artis mereka tanpa campur tangan sosial media, maka dirasa metode ini akan terus dipakai. Setidaknya hingga Youtube dapat menemukan cara baru untuk memberikan kompensasi yang lebih baik bagi para penggiat karya, atau TikTok memiliki metode baru dalam mengayomi para pembuat konten di platform mereka sendiri. 

 

pantau terus yows. 

 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Blitz MusikBy Ipung Chandra, Rti