
Sign up to save your podcasts
Or


Taylor Swift dan insentif Singapura, ada apa sih ?
Belakangan ini marak dibincangkan oleh para netizen terkait penggelaran konser Taylor Swift yang siap digelar di kawasan Asia, para fans Taylor Swift yang kerap dipanggil dengan sebutan Swiftie tengah dihebohkan dengan konser di beberapa negara, banyak di antaranya yang ingin menyaksikan langsung seberapa besar konser dari vokalis multi-talenta ini.
namun konser yang digelar di kawasan Asia hanya mengacu kepada sebuah negara, yaitu Singapura. negara ini menjadi lokasi satu-satunya konser Taylor Swift di kawasan Asia Tenggara, hingga saat ini pihak Taylor belum mengkonfirmasi terkait penambahan hari maupun lokasi konser lainnya di berbagai negara kawasan ASEAN. dilansir dari laman milik The Eras Tour yang menyatakan bahwa hingga saat ini sudah 22 juta calon penonton yang telah menyelesaikan administrasi pendaftaran dengan nilai jual sebesar 5.45 juta USD. konser Swift akan digelar di National Stadium Singapore yang dilengkapi dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 55 ribu kursi. apabila dikalikan dengan enam hari waktu pelaksanaan konser, maka terdapat 300 ribu tiket yang tersedia dimana angka ini belum mencapai calon penonton yang belum mendapatkan tiket masuk. dilansir dari Goersapp.com yang menjabarkan bahwa konser Taylor Swift telah mencuri perhatian dari Luhut Binsar Pandjaitan dan Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa momen Indonesia disalip oleh Singapura dalam menjadi tuan rumah konser sebesar The Eras Tour dari Taylor Swift menjadi pembelajaran bagi banyak pihak.
hal ini juga menjadi semakin menarik karena ungkapan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Marves ) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan menyelenggarakan konser musik eksklusif untuk menandingi Singapura, sembari menyatakan bahwa apa yang diberikan Singapura dapat juga ditawarkan oleh pemerintah Indonesia terkait insentif, apabila negara tetangga bisa mendapatkan keuntungan seharusnya Indonesia juga bisa.
Sebaliknya Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dikecam di sela-sela ajang KTT terkait kesepakatan yang eksklusif dengan Swift dengan mencegah penyanyi tersebut untuk membawa tim The Eras Tour ke negara lain di kawasan Asia Tenggara. dilansir dari Time.com yang mengatakan bahwa konser Swift akan digelar dari tanggal 2 Maret hingga ke 9 Maret, dan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara mengeluh bahwa kesepakatan Singapura membuat mereka tidak bisa menikmati booming pariwisata yang dibawa oleh konser ini. Eras Tour memecahkan rekor ketika dilaporkan telah meraup keuntungan sebanyak 1 miliar USD di tahun lalu, Film adaptasi turnya dengan cepat telah berada di papan peringkat no 1 Box Office dan menjadi film konser terlaris hingga saat ini.
Lee Hsien Loong mengkonfirmasi bahwa Swift diberi sebuah “ Insentif khusus “ sebagai imbalan karena telah menjadikan Singapura sebagai satu-satunya tujuan Asia Tenggara dalam Eras Tournya. Lee membela kesepakatan ini dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang mengaku sebagai seorang Swiftie. dirinya menjadi tuan rumah pertemuan puncak di Melbourne, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Australia sebagai mitra eksternal pertama ASEAN.
Lee tidak mengungkapkan biaya kesepakatan dengan Swift, apakah dana tersebut dialokasikan dari dana pemerintah yang dibentuk demi membangun kembali industri pariwisata dalam negeri setelah kondisi pandemik Covid-19, kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa jika Singapura tidak mencapai kesepakatan eksklusif, apabila hal ini dikondisikan kepada negara tetangga lainnya, dirasa mereka juga akan mengambil keputusan yang sama.
Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin menarik perhatian publik di bulan Februari tahun ini dengan mengklaim publik bahwa seorang promotor mengatakan bahwa pemerintah Singapura mensubsidi konser tersebut dengan biaya sebesar 2 ~ 3 juta USD per satu pertunjukkan dengan syarat bahwa artis tersebut tidak boleh tampil di tempat lain di kawasan Asia Tenggara.
Srettha mengatakan bahwa jika dirinya mengetahui tentang kesepakatan itu sebelumnya dirinya yakin bahwa akan mengambil keputusan yang sama dengan Singapura. pada saat ini pemerintah Thailand tidak menentang Singapura, ujar Prommin Lertsuridej selaku Sekretaris Jenderal Perdana Menteri, dirinya mengatakan kepada wartawan dalam wawancara kelompok bahwa Thailan mengambil contoh apa yang dilakukan Singapura dan meskipun Thailand sudah memiliki beberapa undang-undang yang berlaku. demi menggolkan paket insentif tersebut, pemerintahnya berupaya untuk menghilangkan birokrasi dan menjadikan Thailand sebagai tempat yang lebih menarik sebagai acara untuk skala internasional. pada bulan Februari lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno melalui Instagram meminta maaf kepada penggemar Swift dengan mengatakan bahwa “ Acara musik internasional seperti konser Taylor Swift memang berdampak besar pada perekonomian suatu negara, tapi maafkan Swifties, Taylor belum mampir ke Indonesia, dibeli Singapura, tapi ini jadi pelajaran buat kita.”
Pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiTaylor Swift dan insentif Singapura, ada apa sih ?
Belakangan ini marak dibincangkan oleh para netizen terkait penggelaran konser Taylor Swift yang siap digelar di kawasan Asia, para fans Taylor Swift yang kerap dipanggil dengan sebutan Swiftie tengah dihebohkan dengan konser di beberapa negara, banyak di antaranya yang ingin menyaksikan langsung seberapa besar konser dari vokalis multi-talenta ini.
namun konser yang digelar di kawasan Asia hanya mengacu kepada sebuah negara, yaitu Singapura. negara ini menjadi lokasi satu-satunya konser Taylor Swift di kawasan Asia Tenggara, hingga saat ini pihak Taylor belum mengkonfirmasi terkait penambahan hari maupun lokasi konser lainnya di berbagai negara kawasan ASEAN. dilansir dari laman milik The Eras Tour yang menyatakan bahwa hingga saat ini sudah 22 juta calon penonton yang telah menyelesaikan administrasi pendaftaran dengan nilai jual sebesar 5.45 juta USD. konser Swift akan digelar di National Stadium Singapore yang dilengkapi dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 55 ribu kursi. apabila dikalikan dengan enam hari waktu pelaksanaan konser, maka terdapat 300 ribu tiket yang tersedia dimana angka ini belum mencapai calon penonton yang belum mendapatkan tiket masuk. dilansir dari Goersapp.com yang menjabarkan bahwa konser Taylor Swift telah mencuri perhatian dari Luhut Binsar Pandjaitan dan Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa momen Indonesia disalip oleh Singapura dalam menjadi tuan rumah konser sebesar The Eras Tour dari Taylor Swift menjadi pembelajaran bagi banyak pihak.
hal ini juga menjadi semakin menarik karena ungkapan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Marves ) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan menyelenggarakan konser musik eksklusif untuk menandingi Singapura, sembari menyatakan bahwa apa yang diberikan Singapura dapat juga ditawarkan oleh pemerintah Indonesia terkait insentif, apabila negara tetangga bisa mendapatkan keuntungan seharusnya Indonesia juga bisa.
Sebaliknya Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dikecam di sela-sela ajang KTT terkait kesepakatan yang eksklusif dengan Swift dengan mencegah penyanyi tersebut untuk membawa tim The Eras Tour ke negara lain di kawasan Asia Tenggara. dilansir dari Time.com yang mengatakan bahwa konser Swift akan digelar dari tanggal 2 Maret hingga ke 9 Maret, dan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara mengeluh bahwa kesepakatan Singapura membuat mereka tidak bisa menikmati booming pariwisata yang dibawa oleh konser ini. Eras Tour memecahkan rekor ketika dilaporkan telah meraup keuntungan sebanyak 1 miliar USD di tahun lalu, Film adaptasi turnya dengan cepat telah berada di papan peringkat no 1 Box Office dan menjadi film konser terlaris hingga saat ini.
Lee Hsien Loong mengkonfirmasi bahwa Swift diberi sebuah “ Insentif khusus “ sebagai imbalan karena telah menjadikan Singapura sebagai satu-satunya tujuan Asia Tenggara dalam Eras Tournya. Lee membela kesepakatan ini dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang mengaku sebagai seorang Swiftie. dirinya menjadi tuan rumah pertemuan puncak di Melbourne, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Australia sebagai mitra eksternal pertama ASEAN.
Lee tidak mengungkapkan biaya kesepakatan dengan Swift, apakah dana tersebut dialokasikan dari dana pemerintah yang dibentuk demi membangun kembali industri pariwisata dalam negeri setelah kondisi pandemik Covid-19, kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa jika Singapura tidak mencapai kesepakatan eksklusif, apabila hal ini dikondisikan kepada negara tetangga lainnya, dirasa mereka juga akan mengambil keputusan yang sama.
Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin menarik perhatian publik di bulan Februari tahun ini dengan mengklaim publik bahwa seorang promotor mengatakan bahwa pemerintah Singapura mensubsidi konser tersebut dengan biaya sebesar 2 ~ 3 juta USD per satu pertunjukkan dengan syarat bahwa artis tersebut tidak boleh tampil di tempat lain di kawasan Asia Tenggara.
Srettha mengatakan bahwa jika dirinya mengetahui tentang kesepakatan itu sebelumnya dirinya yakin bahwa akan mengambil keputusan yang sama dengan Singapura. pada saat ini pemerintah Thailand tidak menentang Singapura, ujar Prommin Lertsuridej selaku Sekretaris Jenderal Perdana Menteri, dirinya mengatakan kepada wartawan dalam wawancara kelompok bahwa Thailan mengambil contoh apa yang dilakukan Singapura dan meskipun Thailand sudah memiliki beberapa undang-undang yang berlaku. demi menggolkan paket insentif tersebut, pemerintahnya berupaya untuk menghilangkan birokrasi dan menjadikan Thailand sebagai tempat yang lebih menarik sebagai acara untuk skala internasional. pada bulan Februari lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno melalui Instagram meminta maaf kepada penggemar Swift dengan mengatakan bahwa “ Acara musik internasional seperti konser Taylor Swift memang berdampak besar pada perekonomian suatu negara, tapi maafkan Swifties, Taylor belum mampir ke Indonesia, dibeli Singapura, tapi ini jadi pelajaran buat kita.”
Pantau terus yows..