
Sign up to save your podcasts
Or


Rentang perhatian manusia di zaman sekarang dan TikTok ( Part 1 )
Masih ingatkah Vine, sebuah aplikasi layanan berbagi video yang cukup viral pada tahun 2012, layanan ini mengizinkan para pengguna untuk merekam dan menyunting video selama 6 detik serta dapat diunggah secara langsung ke situs jejaring sosial, Aplikasi Vine dapat digunakan untuk menjelajahi video yang dibuat oleh pengguna lain dengan beberapa kategori yang tersedia. Setelah Vine mulai viral dan mulai digunakan oleh semua orang di Amerika Serikat dan dunia mulai mengikuti trend tersebut, kemudian berkat kemajuan zaman di bidang teknologi dan kesukaan manusia pun turut bergerak dalam menggunakan berbagai layanan aplikasi media sosial. muncullah Musical.ly yang juga menjadi obrolan cukup hangat pada masanya.
Berdasarkan data di tahun 2022, setelah Musical.ly bergabung dengan TikTok mereka menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia, padahal kerjasama ini dapat dikatakan sebagai perusahaan yang baru saja bergabung dan bekerja sama pada tahun 2018. berkat inovasi baru TikTok yang memanfaatkan konsep Reels yang kemudian menjadi sebuah patokan baru dalam mengikuti trend medsos dan segera diikuti oleh Youtube Reels, Instagram Reels, dan terakhir Snapchat yang turut ikut dalam konsep video pendek versi mereka sendiri yang disebut sebagai Spotlight.
Satu hal yang sederhana, Seberapa singkat media tersebut ? apakah ini memiliki pengertian khusus ? apakah media yang dapat dikonsumsi telah menyusut agar lebih sesuai dengan kehidupan modern manusia yang semakin sibuk, hektik, kacau, atau memiliki potensi bahaya yang mencekam masa depan manusia ? apakah media berdurasi pendek ini telah mengurangi kemampuan manusia untuk berkonsentrasi lebih dari 6 detik ?
Tidak dapat dipungkiri, bahwa hal ini terjadi kepada semua orang. keinginan yang sangat kuat untuk meninggalkan apapun yang sedang kita kerjakan dan memeriksa Instagram hanya untuk beberapa detik saja. Belasan Reels atau bahkan ribuan Reels yang telah kita tonton tanpa perasaan apapun, dan kembali untuk menuntaskan pekerjaan yang belum kita selesaikan. siklus ini terus berjalan tanpa ikatan batin terhadap sebuah video pendek ataupun intisari yang bisa didapatkan setelah kita melakukan hal tersebut, yaitu menonton berbagai Reels pendek yang mungkin memiliki terlalu banyak informasi, lagipula apa sih dampak buruknya bagi kita dan orang lain.
Jika hal ini terasa familiar untuk anda, maka anda tidak sendirian. ada sesuatu yang lebih menarik dari hiburan yang berlangsung hanya dalam kurun waktu beberapa detik saja, secara psikologis hal ini cukup masuk akal. terlalu mudah untuk menyerah pada pesona Reels yang telah menarik perhatian kita selama beberapa jam, mengapa kita lebih tertarik menonton video Reels ketimbang sebuah film atau serial yang berdurasi panjang. padahal tak jarang dari kita yang menonton reels dalam kurun waktu satu hingga dua jam tanpa henti, durasi itu toh sama panjangnya dengan sebuah film Hollywood.
Media dengan durasi pendek lebih mudah untuk dikonsumsi oleh semua orang, dan itulah letak dari pesona sebuah reels. hampir semua orang dari segala kalangan, baik umur, jenis kelamin, latar belakang, bahasa, DLL dapat mengonsumsi video pendek tanpa harus mengerti bahasa atau budaya sebuah negara. selain itu algoritma aplikasi modern seperti TikTok didasarkan pada prinsip dengan acak. sederhananya adalah meskipun Reel yang baru saja anda tonton mungkin tidak berasa lucu ataupun menarik, tapi anda yakin bahwa reel berikutnya akan mengocok perut anda, dan antisipasi dan harapan manusia inilah yang alasan utama mengapa begitu banyak dari kita yang tidak berpikir panjang dalam menonton Reels, “ Berikutnya pasti seru nih “, ini adalah sebuah jebakan yang sempurna dan memicu sebuah pola perilaku yang membuat para penontonnya ketagihan. apa yang diperlukan dalam menonton Reels ? jawabannya hampir tidak ada, bahkan tidak perlu berpikir dalam menonton ini bukan.
Dilansir dari Oxfordblue.com yang menuliskan bahwa pada tahun 1950-an, B.F Skinner sebagai seorang psikolog dan ahli perilaku asal Amerika Serikat menemukan bahwa ketika tikus menerima pelet makan sebagai hadiah karena menekan sebuah tuas di dalam kandang, tikus-tikus ini menjadi bosan dan tidak tertarik pada aktivitas ini, padahal tuas ini akan memberikan sebuah kepuasan dalam mengkonsumsi sebuah makanan. namun ketika pelet makanan ini diberikan sebagai hadiah di waktu yang tidak tentu, tikus ini menjadi lebih obsesif dan terlihat mulai gusar, susah tidur, makan tidak menentu, bahkan yang lebih parah lagi adalah tikus ini tidak lagi menata dan merawat diri mereka demi menunggu sebuah hadiah makanan mereka tidak tahu kapan akan diberikan.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan..
By Ipung Chandra, RtiRentang perhatian manusia di zaman sekarang dan TikTok ( Part 1 )
Masih ingatkah Vine, sebuah aplikasi layanan berbagi video yang cukup viral pada tahun 2012, layanan ini mengizinkan para pengguna untuk merekam dan menyunting video selama 6 detik serta dapat diunggah secara langsung ke situs jejaring sosial, Aplikasi Vine dapat digunakan untuk menjelajahi video yang dibuat oleh pengguna lain dengan beberapa kategori yang tersedia. Setelah Vine mulai viral dan mulai digunakan oleh semua orang di Amerika Serikat dan dunia mulai mengikuti trend tersebut, kemudian berkat kemajuan zaman di bidang teknologi dan kesukaan manusia pun turut bergerak dalam menggunakan berbagai layanan aplikasi media sosial. muncullah Musical.ly yang juga menjadi obrolan cukup hangat pada masanya.
Berdasarkan data di tahun 2022, setelah Musical.ly bergabung dengan TikTok mereka menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia, padahal kerjasama ini dapat dikatakan sebagai perusahaan yang baru saja bergabung dan bekerja sama pada tahun 2018. berkat inovasi baru TikTok yang memanfaatkan konsep Reels yang kemudian menjadi sebuah patokan baru dalam mengikuti trend medsos dan segera diikuti oleh Youtube Reels, Instagram Reels, dan terakhir Snapchat yang turut ikut dalam konsep video pendek versi mereka sendiri yang disebut sebagai Spotlight.
Satu hal yang sederhana, Seberapa singkat media tersebut ? apakah ini memiliki pengertian khusus ? apakah media yang dapat dikonsumsi telah menyusut agar lebih sesuai dengan kehidupan modern manusia yang semakin sibuk, hektik, kacau, atau memiliki potensi bahaya yang mencekam masa depan manusia ? apakah media berdurasi pendek ini telah mengurangi kemampuan manusia untuk berkonsentrasi lebih dari 6 detik ?
Tidak dapat dipungkiri, bahwa hal ini terjadi kepada semua orang. keinginan yang sangat kuat untuk meninggalkan apapun yang sedang kita kerjakan dan memeriksa Instagram hanya untuk beberapa detik saja. Belasan Reels atau bahkan ribuan Reels yang telah kita tonton tanpa perasaan apapun, dan kembali untuk menuntaskan pekerjaan yang belum kita selesaikan. siklus ini terus berjalan tanpa ikatan batin terhadap sebuah video pendek ataupun intisari yang bisa didapatkan setelah kita melakukan hal tersebut, yaitu menonton berbagai Reels pendek yang mungkin memiliki terlalu banyak informasi, lagipula apa sih dampak buruknya bagi kita dan orang lain.
Jika hal ini terasa familiar untuk anda, maka anda tidak sendirian. ada sesuatu yang lebih menarik dari hiburan yang berlangsung hanya dalam kurun waktu beberapa detik saja, secara psikologis hal ini cukup masuk akal. terlalu mudah untuk menyerah pada pesona Reels yang telah menarik perhatian kita selama beberapa jam, mengapa kita lebih tertarik menonton video Reels ketimbang sebuah film atau serial yang berdurasi panjang. padahal tak jarang dari kita yang menonton reels dalam kurun waktu satu hingga dua jam tanpa henti, durasi itu toh sama panjangnya dengan sebuah film Hollywood.
Media dengan durasi pendek lebih mudah untuk dikonsumsi oleh semua orang, dan itulah letak dari pesona sebuah reels. hampir semua orang dari segala kalangan, baik umur, jenis kelamin, latar belakang, bahasa, DLL dapat mengonsumsi video pendek tanpa harus mengerti bahasa atau budaya sebuah negara. selain itu algoritma aplikasi modern seperti TikTok didasarkan pada prinsip dengan acak. sederhananya adalah meskipun Reel yang baru saja anda tonton mungkin tidak berasa lucu ataupun menarik, tapi anda yakin bahwa reel berikutnya akan mengocok perut anda, dan antisipasi dan harapan manusia inilah yang alasan utama mengapa begitu banyak dari kita yang tidak berpikir panjang dalam menonton Reels, “ Berikutnya pasti seru nih “, ini adalah sebuah jebakan yang sempurna dan memicu sebuah pola perilaku yang membuat para penontonnya ketagihan. apa yang diperlukan dalam menonton Reels ? jawabannya hampir tidak ada, bahkan tidak perlu berpikir dalam menonton ini bukan.
Dilansir dari Oxfordblue.com yang menuliskan bahwa pada tahun 1950-an, B.F Skinner sebagai seorang psikolog dan ahli perilaku asal Amerika Serikat menemukan bahwa ketika tikus menerima pelet makan sebagai hadiah karena menekan sebuah tuas di dalam kandang, tikus-tikus ini menjadi bosan dan tidak tertarik pada aktivitas ini, padahal tuas ini akan memberikan sebuah kepuasan dalam mengkonsumsi sebuah makanan. namun ketika pelet makanan ini diberikan sebagai hadiah di waktu yang tidak tentu, tikus ini menjadi lebih obsesif dan terlihat mulai gusar, susah tidur, makan tidak menentu, bahkan yang lebih parah lagi adalah tikus ini tidak lagi menata dan merawat diri mereka demi menunggu sebuah hadiah makanan mereka tidak tahu kapan akan diberikan.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan..