
Sign up to save your podcasts
Or


Rentang perhatian manusia di zaman sekarang dan TikTok ( Part 2 )
Faktanya, para peneliti menyimpulkan bahwa ini adalah sebuah penguatan positif yang berkelanjutan, pola penghargaan yang paling tidak efektif sementara penguatan rasio variabel adalah metode yang paling ampuh dalam memberikan sebuah sensasi harapan. sebagai manusia, kita juga telah menjadi korban dari fenomena ini.
Coba saja jawab pertanyaan ini, apa faedah dari menonton Reels selain memuaskan obsesi kita dalam berharap akan ada sebuah video pendek yang dapat membuat kita tertawa atau terpukau. Tidak mengherankan jika pengembang teknologi dengan cepat menyadari bahwa cara terbaik untuk membuat kita terobsesi adalah melalui konten dengan durasi pendek yang tampaknya beresiko rendah. dengan media yang lebih panjang, lebih mudah untuk berhenti menonton dan berhenti mencari sesuatu yang lebih menarik. Vines yang berdurasi 6 detik ataupun TikTok dengan durasi 30 detik dapat menyelesaikan masalah di atas dengan usaha yang jauh lebih sedikit, pengguna tidak harus menginvestasikan waktu yang banyak dalam mengkonsumsi suguhan pendek ini.
Namun pada kenyataannya, investasi waktu atau lebih tepatnya adalah pengorbanan waktu yang telah dihabiskan hanya dalam menonton video pendek ternyata jauh lebih mengerikan ketimbang menonton sebuah film Hollywood. Apabila kita mengacu kepada tikus-tikus uji coba diatas, menjadi sangat jelaslah apabila media-media tersebut secara aktif telah mengubah fungsi dan cara otak kita berpikir. ini adalah sebuah lingkaran setan, media berdurasi pendek yang semula hanya memerlukan durasi yang sangat pendek untuk kita tonton, namun dari rasa obsesi dan demi kepuasan penonton terkadang konsumsi berlebihan menjadi jawaban dan rasa ketagihan ini ditambah sedikit demi sedikit setiap harinya.
Kata kuncinya adalah Konsumsi Berlebihan! hal ini akan berdampak pada ketidakmampuan kolektif kita untuk berkonsentrasi pada apapun dalam jangka waktu lama, kita tidak ingin lagi menunggu berita-berita yang bagus atau media lain yang bersifat terlalu panjang, intinya apa yang kita ingin tahu harus langsung pada pokok permasalahannya. manusia menjadi cepat bosan terhadap sesuatu, film, lagu, cerita manusia, ataupun bahkan hal ini dapat menjadi lebih krusial dalam kehidupan keseharian kita.
Ambil contoh cara manusia berkomunikasi, ketika orang di zaman sekarang lebih gemar untuk berbicara langsung ke topiknya tanpa harus membuang waktu untuk menyapa, perkenalan, ataupun sekedar menanyakan kabar. kendati sopan santun dalam berbicara itu menjadi hal yang krusial bagi kita sebagai anggota sosial di dalam sebuah komunitas.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan..
By Ipung Chandra, RtiRentang perhatian manusia di zaman sekarang dan TikTok ( Part 2 )
Faktanya, para peneliti menyimpulkan bahwa ini adalah sebuah penguatan positif yang berkelanjutan, pola penghargaan yang paling tidak efektif sementara penguatan rasio variabel adalah metode yang paling ampuh dalam memberikan sebuah sensasi harapan. sebagai manusia, kita juga telah menjadi korban dari fenomena ini.
Coba saja jawab pertanyaan ini, apa faedah dari menonton Reels selain memuaskan obsesi kita dalam berharap akan ada sebuah video pendek yang dapat membuat kita tertawa atau terpukau. Tidak mengherankan jika pengembang teknologi dengan cepat menyadari bahwa cara terbaik untuk membuat kita terobsesi adalah melalui konten dengan durasi pendek yang tampaknya beresiko rendah. dengan media yang lebih panjang, lebih mudah untuk berhenti menonton dan berhenti mencari sesuatu yang lebih menarik. Vines yang berdurasi 6 detik ataupun TikTok dengan durasi 30 detik dapat menyelesaikan masalah di atas dengan usaha yang jauh lebih sedikit, pengguna tidak harus menginvestasikan waktu yang banyak dalam mengkonsumsi suguhan pendek ini.
Namun pada kenyataannya, investasi waktu atau lebih tepatnya adalah pengorbanan waktu yang telah dihabiskan hanya dalam menonton video pendek ternyata jauh lebih mengerikan ketimbang menonton sebuah film Hollywood. Apabila kita mengacu kepada tikus-tikus uji coba diatas, menjadi sangat jelaslah apabila media-media tersebut secara aktif telah mengubah fungsi dan cara otak kita berpikir. ini adalah sebuah lingkaran setan, media berdurasi pendek yang semula hanya memerlukan durasi yang sangat pendek untuk kita tonton, namun dari rasa obsesi dan demi kepuasan penonton terkadang konsumsi berlebihan menjadi jawaban dan rasa ketagihan ini ditambah sedikit demi sedikit setiap harinya.
Kata kuncinya adalah Konsumsi Berlebihan! hal ini akan berdampak pada ketidakmampuan kolektif kita untuk berkonsentrasi pada apapun dalam jangka waktu lama, kita tidak ingin lagi menunggu berita-berita yang bagus atau media lain yang bersifat terlalu panjang, intinya apa yang kita ingin tahu harus langsung pada pokok permasalahannya. manusia menjadi cepat bosan terhadap sesuatu, film, lagu, cerita manusia, ataupun bahkan hal ini dapat menjadi lebih krusial dalam kehidupan keseharian kita.
Ambil contoh cara manusia berkomunikasi, ketika orang di zaman sekarang lebih gemar untuk berbicara langsung ke topiknya tanpa harus membuang waktu untuk menyapa, perkenalan, ataupun sekedar menanyakan kabar. kendati sopan santun dalam berbicara itu menjadi hal yang krusial bagi kita sebagai anggota sosial di dalam sebuah komunitas.
Pantau terus yows, bersambung di pekan depan..