
Sign up to save your podcasts
Or


Durasi lagu semakin pendek ? ( part 1 )
Dalam dunia musik yang terus berubah dengan cepat, salah satu fenomena paling menarik yang cukup mencolok adalah kecenderungan lagu-lagu di zaman modern yang semakin pendek, hal ini tentu disebabkan oleh berbagai faktor, dari berbagai faktor ini tentu akan saling beririsan dan memiliki pengaruh yang cukup besar. salah satunya adalah seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih dan cara manusia modern mengakses musik, dari kedua faktor ini sudah menciptakan sebuah lanskap baru dalam industri musik yang penuh dengan tantangan dan peluang baru, secara dimana ada tantangan dan perubahan disitu juga terdapat sebuah peluang serta pasar yang baru.
Cara manusia mengonsumsi musik menjadi salah satu pendorong utama, dengan kehadiran platform streaming seperti Spotify dan YouTube, pendengar kini memiliki akses ke jutaan lagu hanya dengan satu klik saja dan dengan perangkat tentu sudah melekat ke setiap orang. dalam konteks ini, terkadang perhatian dari pendengar menjadi sangat berharga dimana semua orang memiliki data yang begitu besar untuk didengarkan. bandingkan dengan dua dekade yang lalu dimana untuk memiliki akses data lagu yang begitu besar dibutuhkan perangkat yang mahal, koleksi kaset ataupun Compact Disc yang cukup banyak agar dapat mendengarkan varian lagu yang lebih banyak, belum ditambah dengan berbagai perangkat pendukung untuk mendengarkan sebuah lagu seperti alat pemutar seperti Tape Deck, Amplifier pengeras suara, hingga ke seperangkat pengeras suara yang tentu harus memadai agar dapat menikmati kualitas suara idaman. tentunya zaman semakin canggih yang merangsang kualitas headphone/earphone yang memadai untuk dikonsumsi dan digunakan oleh manusia.
Maka dari itu perhatian pendengar menjadi lebih berharga, lagu-lagu yang lebih pendek dan tepat sasaran dalam artian bahwa lagu ini tidak bertele-tele misal dengan intro lagu dengan durasi selama satu menit, mengapa lagu dengan intro yang panjang akan jarang didengar oleh pendengar ? alasannya adalah pendengar di zaman sekarang yang mudah bosan, susah untuk berkonsentrasi. lagu-lagu yang lebih pendek memungkinkan pendengar untuk melintasi lebih banyak pilihan lagu dalam waktu yang relatif singkat, membuat pengalaman mendengarkan sebuah lagu menjadi lebih dinamis.
Selanjutnya, aksi viralitas di media sosial, khususnya di aplikasi seperti TikTok telah menciptakan sebuah fenomena “ kebutuhan “ akan momen-momen yang singkat agar mudah untuk dibagikan dan dinikmati oleh para pengguna medsos. banyak lagu yang mendapatkan popularitas melalui tantangan dan tren di platform tersebut sehingga menciptakan daya tarik bagi artis untuk memproduksi lagu dengan bagian yang langsung dapat menarik perhatian, maka dari itu lagu yang terdengar cukup “Catchy“, unik dan tidak biasa akan dapat menarik lebih banyak pendengar ketimbang sebuah aransemen yang terdengar “ biasa-biasa saja “.
Disamping itu, perubahan dalam pola pendengar yang juga turut berperan dalam fenomena ini, generasi muda kini lebih menyukai hiburan yang cepat dan efisien, mari kita buat sebuah skenario pendek dimana gaya hidup dan aktivitas manusia di zaman sekarang yang cukup sibuk. kerja 8-10 jam perhari itu sudah jadi hal yang sangat lumrah bahkan di Taiwan rata-rata aktivitas warganya di luar rumah 12 jam perhari sudah menjadi angka standar. terlebih bagi yang memiliki profesi misal pekerja kantoran, jam 9 pagi tiba di kantor dan beraktivitas, jam 12 istirahat makan siang selama satu jam, kemudian dilanjutkan dengan sesi sore yang tentu akan dipenuhi dengan berbagai rutinitas perkantoran yang menyibukkan. jam 6 adalah jadwal mayoritas warga untuk beralih pulang ke rumah setelah kesibukan di kantor, dengan durasi dan jarak tempuh perjalanan menuju ke tempat kediaman masing-masing satu hingga dua jam, disaat-saat seperti inilah setiap orang akan mencoba untuk menikmati beberapa lagu idaman atau mencoba untuk mencari genre/lagu baru untuk dinikmati sebelum pulang ke rumah.
Dengan penjabaran diatas, mayoritas warga hanya memiliki waktu 2 jam saja perhari untuk dapat menikmati sebuah lagu, maka dari itu pola konsumsi sebuah lagu tentu berubah di zaman sekarang, generasi muda kini lebih menyukai hiburan yang cepat dan efisien, dengan waktu perhatian yang semakin pendek, lagu-lagu yang memiliki tempo yang relatif cepat dan langsung kepada inti pesan yang disampaikan tanpa tedeng aling-aling akan semakin mudah untuk mencapai hati para pendengar dan semakin diminati oleh pendengar.
Dilansir dari Musictofeel.com yang menyatakan bahwa fakta berkata lagu-lagu papan atas terpopuler di zaman sekarang lebih pendek dibandingkan lagu-lagu papan atas populer satu dekade yang lalu, jarang sekali kita melihat daftar tangga lagu yang memiliki durasi lebih dari 3 menit, sangat jarang apabila kita akan mendengarkan sebuah lagu yang berdurasi 5 atau bahkan 7 menit. apabila ada, maka lagu itu akan menjadi sebuah lagu yang cukup langka di zaman 2025.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiDurasi lagu semakin pendek ? ( part 1 )
Dalam dunia musik yang terus berubah dengan cepat, salah satu fenomena paling menarik yang cukup mencolok adalah kecenderungan lagu-lagu di zaman modern yang semakin pendek, hal ini tentu disebabkan oleh berbagai faktor, dari berbagai faktor ini tentu akan saling beririsan dan memiliki pengaruh yang cukup besar. salah satunya adalah seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih dan cara manusia modern mengakses musik, dari kedua faktor ini sudah menciptakan sebuah lanskap baru dalam industri musik yang penuh dengan tantangan dan peluang baru, secara dimana ada tantangan dan perubahan disitu juga terdapat sebuah peluang serta pasar yang baru.
Cara manusia mengonsumsi musik menjadi salah satu pendorong utama, dengan kehadiran platform streaming seperti Spotify dan YouTube, pendengar kini memiliki akses ke jutaan lagu hanya dengan satu klik saja dan dengan perangkat tentu sudah melekat ke setiap orang. dalam konteks ini, terkadang perhatian dari pendengar menjadi sangat berharga dimana semua orang memiliki data yang begitu besar untuk didengarkan. bandingkan dengan dua dekade yang lalu dimana untuk memiliki akses data lagu yang begitu besar dibutuhkan perangkat yang mahal, koleksi kaset ataupun Compact Disc yang cukup banyak agar dapat mendengarkan varian lagu yang lebih banyak, belum ditambah dengan berbagai perangkat pendukung untuk mendengarkan sebuah lagu seperti alat pemutar seperti Tape Deck, Amplifier pengeras suara, hingga ke seperangkat pengeras suara yang tentu harus memadai agar dapat menikmati kualitas suara idaman. tentunya zaman semakin canggih yang merangsang kualitas headphone/earphone yang memadai untuk dikonsumsi dan digunakan oleh manusia.
Maka dari itu perhatian pendengar menjadi lebih berharga, lagu-lagu yang lebih pendek dan tepat sasaran dalam artian bahwa lagu ini tidak bertele-tele misal dengan intro lagu dengan durasi selama satu menit, mengapa lagu dengan intro yang panjang akan jarang didengar oleh pendengar ? alasannya adalah pendengar di zaman sekarang yang mudah bosan, susah untuk berkonsentrasi. lagu-lagu yang lebih pendek memungkinkan pendengar untuk melintasi lebih banyak pilihan lagu dalam waktu yang relatif singkat, membuat pengalaman mendengarkan sebuah lagu menjadi lebih dinamis.
Selanjutnya, aksi viralitas di media sosial, khususnya di aplikasi seperti TikTok telah menciptakan sebuah fenomena “ kebutuhan “ akan momen-momen yang singkat agar mudah untuk dibagikan dan dinikmati oleh para pengguna medsos. banyak lagu yang mendapatkan popularitas melalui tantangan dan tren di platform tersebut sehingga menciptakan daya tarik bagi artis untuk memproduksi lagu dengan bagian yang langsung dapat menarik perhatian, maka dari itu lagu yang terdengar cukup “Catchy“, unik dan tidak biasa akan dapat menarik lebih banyak pendengar ketimbang sebuah aransemen yang terdengar “ biasa-biasa saja “.
Disamping itu, perubahan dalam pola pendengar yang juga turut berperan dalam fenomena ini, generasi muda kini lebih menyukai hiburan yang cepat dan efisien, mari kita buat sebuah skenario pendek dimana gaya hidup dan aktivitas manusia di zaman sekarang yang cukup sibuk. kerja 8-10 jam perhari itu sudah jadi hal yang sangat lumrah bahkan di Taiwan rata-rata aktivitas warganya di luar rumah 12 jam perhari sudah menjadi angka standar. terlebih bagi yang memiliki profesi misal pekerja kantoran, jam 9 pagi tiba di kantor dan beraktivitas, jam 12 istirahat makan siang selama satu jam, kemudian dilanjutkan dengan sesi sore yang tentu akan dipenuhi dengan berbagai rutinitas perkantoran yang menyibukkan. jam 6 adalah jadwal mayoritas warga untuk beralih pulang ke rumah setelah kesibukan di kantor, dengan durasi dan jarak tempuh perjalanan menuju ke tempat kediaman masing-masing satu hingga dua jam, disaat-saat seperti inilah setiap orang akan mencoba untuk menikmati beberapa lagu idaman atau mencoba untuk mencari genre/lagu baru untuk dinikmati sebelum pulang ke rumah.
Dengan penjabaran diatas, mayoritas warga hanya memiliki waktu 2 jam saja perhari untuk dapat menikmati sebuah lagu, maka dari itu pola konsumsi sebuah lagu tentu berubah di zaman sekarang, generasi muda kini lebih menyukai hiburan yang cepat dan efisien, dengan waktu perhatian yang semakin pendek, lagu-lagu yang memiliki tempo yang relatif cepat dan langsung kepada inti pesan yang disampaikan tanpa tedeng aling-aling akan semakin mudah untuk mencapai hati para pendengar dan semakin diminati oleh pendengar.
Dilansir dari Musictofeel.com yang menyatakan bahwa fakta berkata lagu-lagu papan atas terpopuler di zaman sekarang lebih pendek dibandingkan lagu-lagu papan atas populer satu dekade yang lalu, jarang sekali kita melihat daftar tangga lagu yang memiliki durasi lebih dari 3 menit, sangat jarang apabila kita akan mendengarkan sebuah lagu yang berdurasi 5 atau bahkan 7 menit. apabila ada, maka lagu itu akan menjadi sebuah lagu yang cukup langka di zaman 2025.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..