Blitz Musik

Blitz Musik - 2025-03-11


Listen Later

AI kini dapat menciptakan sebuah lagu yang sesuai dengan permintaan pasar, apa artinya musik bagi manusia di zaman sekarang ?  ( Part 3 ) 

 

Fenomena yang telah lama diamati dalam teknologi kreatif adalah bahwa ketika sesuatu menjadi lebih mudah dan murah untuk digunakan serta diproduksi akan semakin ditinggal oleh pasar.  hal ini digunakan untuk ekspresi yang lebih kasual, akibatnya media berubah dari bentuk seni tinggi yang eksklusif menjadi lebih seperti bahasa sehari-hari, ambil contoh seperti dunia Fotografi, banyak perangkat DSLR atau bisnis cuci-cetak foto yang perlahan sudah mulai ditinggalkan oleh para fotographer semenjak ponsel yang sudah dilengkapi dengan aplikasi foto. 

Jadi bayangkan apabila ada seorang teman yang sedang merayakan hari ulang tahunnya, sebagai kado kita dapat memproduksi secara profesional terkait dirinya dan berbagai hal unik yang dituangkan ke dalam bentuk lagu. sesuai dengan genre yang disukai oleh dirinya. sebuah kado ultah yang cukup unik dan modern. hal ini di zaman sekarang menjadi mudah sekali untuk dilakukan.

Mampukah kita berkreasi tanpa kontrol ? 

Apapun yang telah dicapai oleh sistem dalam waktu dekat ini memiliki sebuah persamaan dari satu aplikasi dengan yang lain, yaitu kurangnya kendali. Dalam musik, terkadang menggambarkan sebuah suara ataupun sebuah bagan yang sudah kita bayangkan dengan menggunakan kata-kata seringkali tidak akurat atau bahkan meleset. jadi perintah teks seringkali tidak akan seakurat memainkan sebuah alat musik maupun instruksi yang tepat, jadi alat-alat ini cocok untuk pencarian atau semacam penjelajahan melalui ruang kemungkinan. dan berkat pencarian tanpa arah pasti seperti inilah yang terkadang membuat AI dapat menjadi kekuatan kreatif yang cukup kuat, bahkan dapat menemukan sebuah genre yang baru yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia sebelumnya. 

Melihat aplikasi ini dari sisi produser musik dan praktiknya, semuanya akan tampak berbeda dengan seorang produser musik manusia. meskipun dari laman Udio mengatakan bagi siapapun yang memiliki ide sebuah lagu, lirik ataupun ide lucu kini dapat mengekspresikan diri mereka dalam musik. bagi kebanyakan orang yang tidak pernah bermain musik ataupun coba untuk memproduksi sebuah lagu akan sangat membantu, dimana kendali inilah yang dapat dikontrol sebagai alat pembantu dalam membuat sebuah lagu yang dimaksud. namun di lain sisi, apabila seorang penggiat karya/musisi mencoba untuk menggunakan aplikasi ini dalam membuat sebuah karya maka perangkat ini dirasa tidak akan dapat memenuhi dari permintaan dari pengguna. 

Hingga saat ini, banyak pihak terkait dan yurisdiksi yang telah menyatakan bahwa anda sebagai pengguna aplikasi AI tidak akan diberikan hak cipta untuk sesuatu yang anda ciptakan dengan menggunakan perangkat AI. 

~ ranah abu-abu yang tak bertuan antara produksi dan konsumsi musik dengan bantuan AI 

Jadi pernyataan Udio yang menyatakan bahwa siapapun dapat mengekspresikan diri mereka dalam musik merupakan provokasi yang cukup menarik, orang-orang yang menggunakan alat seperti Suno dan Udio mungkin akan dianggap lebih sebagai konsumen yang lebih berpengalaman dalam musik AI ketimbang kreator karya AI dalam bidang musik, atau seperti banyak dampak teknologi lainnya yang perlu untuk memunculkan sebuah konsep baru terkait apa yang sedang mereka kerjakan. 

Pergeseran ke musik generatif dapat mengalihkan perhatian dari bentuk-bentuk budaya musik saat ini, seperti halnya era musik rekaman yang melihat berkurangnya ( tetap ada peminatnya, namun nampaknya belum berkembang menjadi lebih populer ) misal musik orkestra yang dulunya merupakan satu-satunya cara untuk menyuguhkan musik dan mendengarkan musik yang cukup kompleks. maka apabila musik AI dapat menjadi populer dan mulai digemari oleh para pendengar, maka dalam kurun waktu yang cukup singkat kita akan melihat konsumsi musik tradisional dari para artis, band, radio dan daftar putar arustama lainnya akan segera tergantikan dengan lagu-lagu yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI. 

Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan atau berasumsi terkait dampak dari perubahan ini, namun kita sebagai penikmat dan konsumer musik seharusnya dapat lebih waspada. upaya untuk mempertahankan perlindungan kekayaan intelektual para kreator yang ada pada saat ini, ini adalah masalah hal moral sebagai seorang pencipta sebuah hasil karya yang merupakan perkara sensitif dan krusial.

Apabila di suatu saat di masa mendatang, musik AI akan menjadi populer, Blitz Musik percaya bahwa pergeseran terkait trend ini akan digandrungi oleh para penikmatnya secara bertahap, kualitas dan penyebaran musik AI juga dirasa tidak akan berkontribusi banyak dalam menghentikan budaya musik secara historis, seperti misalnya Jazz ataupun Funk yang perlu sebuah momen yang tepat untuk menjadikan genre ini terkenal dan dikenal di seluruh dunia, dan semua genre yang ada di dunia saat ini perlu sentuhan manusia, dan manusia lah yang mengerjakan serta melahirkan beberapa hasil karya yang tidak akan tersiram oleh arus waktu, karena sejatinya musik adalah dari dan untuk manusia. pemerintah mungkin perlu melihat sejauh mana AI ini akan mempengaruhi kultur musik di sebuah tempat bahkan lebih jauh lagi meneliti sejauh apa dampak yang akan dibawa oleh perkembangan musik seperti ini, bagaimana musik itu bekerja dalam mendukung pergerakan sebuah industri musik, sosial, dan bahkan kultur yang ada di sekitar lingkungan musik ini. agar semua aset dan pelaku di industri ini mendapatkan porsi kredit yang tepat, berkelanjutan, sekaligus dapat memperkaya perbendaharaan yang bermakna bagi individu dan masyarakat. 

 

Pantau terus yows.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Blitz MusikBy Ipung Chandra, Rti