
Sign up to save your podcasts
Or


Penyanyi dan penulis lagu kondang asal hongkong Khalil Fong meninggal pada usia 41 tahun.
Artis dan pemenang penghargaan, multi-instrumentalis, produser serta penulis buku anak-anak ini telah berperang melawan penyakit di tubuhnya semenjak satu dekade yang lalu. penyanyi yang dikenal dengan suara yang unik dan selalu memadukan aransemen RnB dan soul dalam menuliskan lagu Mandapop yang cukup digemari oleh pendengar setianya. dimulai dari album pertamanya Khalil Fong yang sering dipanggil Soulboy oleh fansnya memulai debutnya pada awal tahun 2005, meliputi lagu-lagu hits seperti Love Song, Special Person, Spring Breeze dan Love Love Love.
Lahir pada tanggal 14 Juli 1983 di Kauai - Hawaii, dalam karir bermusiknya selama 20 tahun 方大同 adalah seorang multi instrumentalis yang cukup lihai dengan gitar, keyboard, drum, dan berbagai perangkat perkusi. awal karirnya dirinya bekerjasama dengan Warner Music dari tahun 2005 hingga 2013, namun kemudian perjanjian kerjasama dimulai lagi dengan Gold Typhoon hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja 2013 ~ 2014. setelah itu dirinya mendirikan perusahaan musiknya sendiri yang berbasis di Hongkong dengan nama FU Music dari tahun 2016 hingga saat ini.
Fong lahir di Hawaii pada tahun 1983 dan pindah ke Hong Kong pada akhir tahun 1990-an setelah tinggal di Shanghai dan Guangzhou. Ayahnya adalah seorang yang berdarah AS-Tiongkok yang kebetulan juga adalah seorang drummer ulung, ibu kandungnya adalah seorang tenaga pengajar bahasa Inggris di Amerika serikat. Fong pindah ke Shanghai pada usia 5 tahun, kemudian ke Guangzhou untuk waktu yang sangat singkat sebelum dirinya pindah dan menetap di Hongkong, karena keluarganya sering berpindah dari satu kota ke kota yang lain, awalnya Fong hanya belajar di Sekolah Dasar Shanghai selama lima tahun, sebelum disekolahkan di rumah oleh kedua orang tuanya hingga jenjang SMA.
Sebelum dirinya menulis dan menjadi penyanyi, saat Fong berusia 12 tahun, keluarganya pindah ke Guangzhou dan dirinya sering menemani ayahnya bernyanyi dan memainkan drum di berbagai bar yang tersebar di beberapa tempat di kota tersebut. dirinya perlahan telah menuliskan beberapa hasil karya yang hanya ditulis namun belum memiliki kesempatan untuk memproduksi. 100 lagu yang ditulis hanya ditujukan untuk perusahaan pendidikan bahasa inggris milik ibu kandungnya. disaat inilah dirinya memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai ilmu teknis terkait rekaman, setelah dirinya berumur 15 tahun dan mulai fasih bermain gitar, dirinya mengambil keputusan untuk mengirimkan tulisannya ke berbagai perusahaan rekaman, namun gegara usianya yang masih sangat muda dan berbagai kebijakan perusahaan rekaman yang masih menunda untuk bekerjasama dengan Fong, walhasil pada tahun 2005 saat dirinya genap berusia 22 tahun Warner Records memutuskan untuk bekerjasama dengan dirinya serta merilis berbagai lagu-lagu besutan yang mendapatkan banyak respon positif dari publik. Bahkan dirinya sering dikenal untuk menuliskan lagu bagi artis-artis kondang lainnya, nama seperti Andy Lau dan Jacky Cheung adalah salah satu dari artis Mandopop yang telah berkolaborasi dengan Fong.
Fong juga merilis berbagai seri novel grafis dwibahasa untuk anak-anak yang disebut Emi The Dream Catcher pada tahun 2018. Namun karirnya terganggu oleh masalah kesehatan dimulai pada tahun 1010, dirinya harus kembali ke rumah sakit beberapa kali karena penyakit Pneumothorax atau yang sering disebut paru-paru kolaps, dilansir dari CNA yang menyebutkan bahwa ini adalah alasan utama dan juga diyakini oleh para dokter akibat dari kerja yang berlebihan.
Dirinya mulai menarik diri dari publik pada akhir tahun 2016 setelah merilis albumnya Journey to The West, berkat album ini juga dirinya berhasil memenangkan penghargaan sebagai Penyanyi Pria Mandarin Terbaik untuk Golden Melody Awards ( GMA ) pada tahun 2017, dirinya juga sekaligus memborong penghargaan Produser Terbaik untuk lagunya Noodles dihari yang sama.
Pada tahun 2024, dirinya kembali merilis sebuah album yang berjudul The Dreamer, dalam sebuah unggahan media sosial miliknya yang juga sekaligus menyebutkan bahwa album ini “ Direkam bertahap kala masa penyembuhan “, “ dengan kondisi saya saat ini, ini adalah sebuah tantangan sekaligus kelegaan dari dalam hati atas kondisi yang cukup melelahkan belakangan ini”. tulis Fong.
Dalam album ini, Fong memiliki banyak ide dan catatan, struktur lagu dan lirik yang ditulis dan kapan pun siap untuk dirilis, saya akan mengerjakan lagu ini secara bertahap. album ini adalah album yang organik, dengan kurva EQ minimalis yang dipercaya dapat menenangkan telinga pendengar. meskipun kondisi saya telah membaik secara signifikan, masih akan butuh waktu sampai saya pulih sepenuhnya. dalam hidup, kita masing-masing dihadapkan dengan berbagai tantangan, tetapi melalui semua ujian itu jangan lupa untuk tetap menjadi seorang pemimpi. Beberapa hari menjelang kematiannya, Fong mengunggah sebuah postingan yang mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada para penggemar dan menyertakan ucapan terima kasih atas video musik terbarunya.
Sebagai penghormatan antar musisi, penyanyi asal Singapura JJ Lin terkejut atas berita ini via Instagram : “ anda mengatakan kepada saya bahwa anda baik-baik saja dan siap untuk melakukan pekerjaan berikutnya, namun mengapa anda tiba-tiba pergi ? saya benar-benar tidak percaya ini”. JJ Lin mengakhiri penghormatannya dengan “ anak yang baik, pergi terlalu cepat, anda akan sangat dirindukan, sampai juga di sisi yang lain, sahabat terkasih”.
Dilansir dari WIKI, Fong memiliki kepercayaan Baha’i atau Baha’iyyah. adalah sebuah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama ini lahir di Persia ( Sekarang Iran ) pada tahun 1863, agama ini awalnya berkembang secara terbatas di Persia dan beberapa daerah lain di Timur Tengah yang pada saat itu merupakan wilayah kekuasaan Turki Usmani. penganutnya mencapai lima hingga delapan juta jiwa yang berdiam di lebih dari dua ratus negara di seluruh dunia.
Fong juga menjalin persahabatan dekat dengan artis satu perusahaan rekamannya yaitu Fiona Sit. semenjak Fiona memulai debutnya dan berkolaborasi dengan dirinya, Fong sering menulis lagu untuk dinyanyikan fiona sepanjang karirnya, mengakui fakta tersebut dalam sebuah pernyataan di sebuah upacara penghargaan bahwa lagu-lagu tersebut ditulis untuknya terlebih dahulu, beberapa karyanya telah menjadi hits terbaiknya. Fong menjadi salah satu pilar kekuatannya saat dirinya mengalami depresi pada tahun 2008.
By Ipung Chandra, RtiPenyanyi dan penulis lagu kondang asal hongkong Khalil Fong meninggal pada usia 41 tahun.
Artis dan pemenang penghargaan, multi-instrumentalis, produser serta penulis buku anak-anak ini telah berperang melawan penyakit di tubuhnya semenjak satu dekade yang lalu. penyanyi yang dikenal dengan suara yang unik dan selalu memadukan aransemen RnB dan soul dalam menuliskan lagu Mandapop yang cukup digemari oleh pendengar setianya. dimulai dari album pertamanya Khalil Fong yang sering dipanggil Soulboy oleh fansnya memulai debutnya pada awal tahun 2005, meliputi lagu-lagu hits seperti Love Song, Special Person, Spring Breeze dan Love Love Love.
Lahir pada tanggal 14 Juli 1983 di Kauai - Hawaii, dalam karir bermusiknya selama 20 tahun 方大同 adalah seorang multi instrumentalis yang cukup lihai dengan gitar, keyboard, drum, dan berbagai perangkat perkusi. awal karirnya dirinya bekerjasama dengan Warner Music dari tahun 2005 hingga 2013, namun kemudian perjanjian kerjasama dimulai lagi dengan Gold Typhoon hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja 2013 ~ 2014. setelah itu dirinya mendirikan perusahaan musiknya sendiri yang berbasis di Hongkong dengan nama FU Music dari tahun 2016 hingga saat ini.
Fong lahir di Hawaii pada tahun 1983 dan pindah ke Hong Kong pada akhir tahun 1990-an setelah tinggal di Shanghai dan Guangzhou. Ayahnya adalah seorang yang berdarah AS-Tiongkok yang kebetulan juga adalah seorang drummer ulung, ibu kandungnya adalah seorang tenaga pengajar bahasa Inggris di Amerika serikat. Fong pindah ke Shanghai pada usia 5 tahun, kemudian ke Guangzhou untuk waktu yang sangat singkat sebelum dirinya pindah dan menetap di Hongkong, karena keluarganya sering berpindah dari satu kota ke kota yang lain, awalnya Fong hanya belajar di Sekolah Dasar Shanghai selama lima tahun, sebelum disekolahkan di rumah oleh kedua orang tuanya hingga jenjang SMA.
Sebelum dirinya menulis dan menjadi penyanyi, saat Fong berusia 12 tahun, keluarganya pindah ke Guangzhou dan dirinya sering menemani ayahnya bernyanyi dan memainkan drum di berbagai bar yang tersebar di beberapa tempat di kota tersebut. dirinya perlahan telah menuliskan beberapa hasil karya yang hanya ditulis namun belum memiliki kesempatan untuk memproduksi. 100 lagu yang ditulis hanya ditujukan untuk perusahaan pendidikan bahasa inggris milik ibu kandungnya. disaat inilah dirinya memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai ilmu teknis terkait rekaman, setelah dirinya berumur 15 tahun dan mulai fasih bermain gitar, dirinya mengambil keputusan untuk mengirimkan tulisannya ke berbagai perusahaan rekaman, namun gegara usianya yang masih sangat muda dan berbagai kebijakan perusahaan rekaman yang masih menunda untuk bekerjasama dengan Fong, walhasil pada tahun 2005 saat dirinya genap berusia 22 tahun Warner Records memutuskan untuk bekerjasama dengan dirinya serta merilis berbagai lagu-lagu besutan yang mendapatkan banyak respon positif dari publik. Bahkan dirinya sering dikenal untuk menuliskan lagu bagi artis-artis kondang lainnya, nama seperti Andy Lau dan Jacky Cheung adalah salah satu dari artis Mandopop yang telah berkolaborasi dengan Fong.
Fong juga merilis berbagai seri novel grafis dwibahasa untuk anak-anak yang disebut Emi The Dream Catcher pada tahun 2018. Namun karirnya terganggu oleh masalah kesehatan dimulai pada tahun 1010, dirinya harus kembali ke rumah sakit beberapa kali karena penyakit Pneumothorax atau yang sering disebut paru-paru kolaps, dilansir dari CNA yang menyebutkan bahwa ini adalah alasan utama dan juga diyakini oleh para dokter akibat dari kerja yang berlebihan.
Dirinya mulai menarik diri dari publik pada akhir tahun 2016 setelah merilis albumnya Journey to The West, berkat album ini juga dirinya berhasil memenangkan penghargaan sebagai Penyanyi Pria Mandarin Terbaik untuk Golden Melody Awards ( GMA ) pada tahun 2017, dirinya juga sekaligus memborong penghargaan Produser Terbaik untuk lagunya Noodles dihari yang sama.
Pada tahun 2024, dirinya kembali merilis sebuah album yang berjudul The Dreamer, dalam sebuah unggahan media sosial miliknya yang juga sekaligus menyebutkan bahwa album ini “ Direkam bertahap kala masa penyembuhan “, “ dengan kondisi saya saat ini, ini adalah sebuah tantangan sekaligus kelegaan dari dalam hati atas kondisi yang cukup melelahkan belakangan ini”. tulis Fong.
Dalam album ini, Fong memiliki banyak ide dan catatan, struktur lagu dan lirik yang ditulis dan kapan pun siap untuk dirilis, saya akan mengerjakan lagu ini secara bertahap. album ini adalah album yang organik, dengan kurva EQ minimalis yang dipercaya dapat menenangkan telinga pendengar. meskipun kondisi saya telah membaik secara signifikan, masih akan butuh waktu sampai saya pulih sepenuhnya. dalam hidup, kita masing-masing dihadapkan dengan berbagai tantangan, tetapi melalui semua ujian itu jangan lupa untuk tetap menjadi seorang pemimpi. Beberapa hari menjelang kematiannya, Fong mengunggah sebuah postingan yang mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada para penggemar dan menyertakan ucapan terima kasih atas video musik terbarunya.
Sebagai penghormatan antar musisi, penyanyi asal Singapura JJ Lin terkejut atas berita ini via Instagram : “ anda mengatakan kepada saya bahwa anda baik-baik saja dan siap untuk melakukan pekerjaan berikutnya, namun mengapa anda tiba-tiba pergi ? saya benar-benar tidak percaya ini”. JJ Lin mengakhiri penghormatannya dengan “ anak yang baik, pergi terlalu cepat, anda akan sangat dirindukan, sampai juga di sisi yang lain, sahabat terkasih”.
Dilansir dari WIKI, Fong memiliki kepercayaan Baha’i atau Baha’iyyah. adalah sebuah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama ini lahir di Persia ( Sekarang Iran ) pada tahun 1863, agama ini awalnya berkembang secara terbatas di Persia dan beberapa daerah lain di Timur Tengah yang pada saat itu merupakan wilayah kekuasaan Turki Usmani. penganutnya mencapai lima hingga delapan juta jiwa yang berdiam di lebih dari dua ratus negara di seluruh dunia.
Fong juga menjalin persahabatan dekat dengan artis satu perusahaan rekamannya yaitu Fiona Sit. semenjak Fiona memulai debutnya dan berkolaborasi dengan dirinya, Fong sering menulis lagu untuk dinyanyikan fiona sepanjang karirnya, mengakui fakta tersebut dalam sebuah pernyataan di sebuah upacara penghargaan bahwa lagu-lagu tersebut ditulis untuknya terlebih dahulu, beberapa karyanya telah menjadi hits terbaiknya. Fong menjadi salah satu pilar kekuatannya saat dirinya mengalami depresi pada tahun 2008.