
Sign up to save your podcasts
Or


Format yang layu sebelum mekar, MiniDisc Sony ( Part 1 )
Bagi mayoritas generasi Z mungkin tidak akan pernah mendengarkan barang ini ataupun punya kesempatan untuk bertemu dengan perangkat yang sempat menggegerkan dunia, pada dasarnya format penyimpanan data digital yang dikenal oleh publik saat ini cukup beragam. antara lain : Compact Disc, Blu-Ray, Vinyl atau piringan hitam, dan Kaset. namun di tahun 90-an terdapat satu perangkat unik yang sempat booming dalam kurun waktu yang sangat singkat, uniknya tidak banyak orang yang tahu terkait barang yang satu ini. perangkat ini dikenal sebagai MiniDisc, sebuah format penyimpanan data digital yang dapat ditulis ulang dengan menggunakan teknologi magnet optikal, teknologi yang dibesut oleh Sony ini dirilis untuk menciptakan pasar baru yang niscaya dipercaya untuk menggantikan pita kaset yang sudah menjamur dan menguasai pasar format penyimpanan data pada saat itu. dipercaya bahwa perangkat ini mampu memberikan keleluasaan dengan mobilitas tinggi dengan jejak yang lebih kecil dan kapasitas data yang lebih besar ketimbang kaset.
Saat Sony meluncurkan MiniDisc pada tahun 1992, pasar punya mainan baru, yaitu sebuah perangkat yang lebih kecil dari kaset dan sekelas CD, rasanya seperti melihat masa depan, jejak yang lebih kecil daripada CD, lebih tangguh dari kaset dan tidak mudah kusut atau rusak serta mampu merekam lagu favorit anda dalam format digital memang tampaknya dirancang untuk memecahkan masalah setiap pecinta musik pada saat itu. Sony juga tidak ragu untuk mempromosikannya, ada iklan yang cukup mencolok di mana-mana, demo perangkat pemutar MD di dalam mall dan toko, maka tidak butuh waktu lama untuk benda ini menjadi bibir omongan orang banyak pada saat itu. namun dengan segala upaya, MiniDisc tidak pernah mendapatkan predikat tinggi dari publik ataupun membuat Sony bahagia akan rilisan produksi mutakhirnya.
Inovatif dan baru untuk pasar, lalu mengapa tidak populer atau setidaknya tidak banyak orang yang mengetahui terkait benda ini ?
Pada akhir tahun 1980-an, pita kaset memang menjadi format yang sangat populer dan dicintai oleh publik, kaset portabel dengan berbagai iklan perangkat pemutar kaset yang selalu menjadi laman utama di berbagai majalah sempat menjadi tren penting, berbagai merek produsen perangkat ternama dunia pun turut naik ke dalam kereta tren terkini demi mendapatkan sebuah potongan kecil dalam industri yang tengah cuan. mengapa kaset menjadi booming ? gamblangnya adalah pasar yang sangat besar terkait kaset, penjual dan kultur pemakaian akan sebuah kaset menjamur di seluruh dunia, portabel dan mudah dibawa kemana-mana menjadi pilihan utama bagi seseorang yang menikmati lagunya ketika sedang beraktivitas. akan tetapi kaset memiliki kapasitas yang terbatas, maka kualitas suaranya tidak begitu ideal dan tidak dapat bertahan lama apabila dibandingkan dengan format digital seperti CD. belum lagi faktor cuaca sangat mempengaruhi umur dari pita kaset, negara dengan tingkat kelembaban tinggi memiliki prestasi penjualan kaset terbanyak, karena lembab maka pita kaset mudah kusut atau bahkan putus.
Di Sisi lainnya, Compact Disc atau CD menjadi pilihan yang lebih ideal dan kualitas suara yang lebih fantastis ketimbang kaset, namun sayangnya teknologi rekam ulang atau copy sebuah data di dalam CD pada saat itu membutuhkan tenaga lebih dan kocek yang dalam untuk dapat merekam musik atau data pada sebuah CD, karena dibutuhkan CD burner atau perangkat yang dapat meng-copy satu keping CD ke CD yang lain.
Melihat kondisi pasar yang butuh sebuah perangkat yang dapat merekam tanpa belibet, upaya Sony untuk menjembatani kesenjangan ini adalah merilis sebuah Digital Audio Tape ( DAT ) di tahun 1987. namun pada saat itu sangat mahal belum lagi kondisi ekonomi dunia yang tengah terpuruk akibat pertumbuhan ekonomi yang tengah melambat di seluruh dunia, membuat banyak ketidakpastian dan prospek negatif dalam sektor finansial dunia. akibatnya nilai Yen sebagai mata uang Jepang naik secara tiba-tiba. jadi bagi kebanyakan orang, DAT adalah sebuah perangkat yang dijual hanya untuk orang tajir, tidak perlu dipertimbangkan. sementara itu, pada saat yang bersamaan, Philips tengah menggarap sebuah teknologi baru yang dapat mengganti teknologi kaset. Digital Compact Cassette ( DCC ) sebagai sebuah perangkat yang dapat memutar kaset digital dan analog.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiFormat yang layu sebelum mekar, MiniDisc Sony ( Part 1 )
Bagi mayoritas generasi Z mungkin tidak akan pernah mendengarkan barang ini ataupun punya kesempatan untuk bertemu dengan perangkat yang sempat menggegerkan dunia, pada dasarnya format penyimpanan data digital yang dikenal oleh publik saat ini cukup beragam. antara lain : Compact Disc, Blu-Ray, Vinyl atau piringan hitam, dan Kaset. namun di tahun 90-an terdapat satu perangkat unik yang sempat booming dalam kurun waktu yang sangat singkat, uniknya tidak banyak orang yang tahu terkait barang yang satu ini. perangkat ini dikenal sebagai MiniDisc, sebuah format penyimpanan data digital yang dapat ditulis ulang dengan menggunakan teknologi magnet optikal, teknologi yang dibesut oleh Sony ini dirilis untuk menciptakan pasar baru yang niscaya dipercaya untuk menggantikan pita kaset yang sudah menjamur dan menguasai pasar format penyimpanan data pada saat itu. dipercaya bahwa perangkat ini mampu memberikan keleluasaan dengan mobilitas tinggi dengan jejak yang lebih kecil dan kapasitas data yang lebih besar ketimbang kaset.
Saat Sony meluncurkan MiniDisc pada tahun 1992, pasar punya mainan baru, yaitu sebuah perangkat yang lebih kecil dari kaset dan sekelas CD, rasanya seperti melihat masa depan, jejak yang lebih kecil daripada CD, lebih tangguh dari kaset dan tidak mudah kusut atau rusak serta mampu merekam lagu favorit anda dalam format digital memang tampaknya dirancang untuk memecahkan masalah setiap pecinta musik pada saat itu. Sony juga tidak ragu untuk mempromosikannya, ada iklan yang cukup mencolok di mana-mana, demo perangkat pemutar MD di dalam mall dan toko, maka tidak butuh waktu lama untuk benda ini menjadi bibir omongan orang banyak pada saat itu. namun dengan segala upaya, MiniDisc tidak pernah mendapatkan predikat tinggi dari publik ataupun membuat Sony bahagia akan rilisan produksi mutakhirnya.
Inovatif dan baru untuk pasar, lalu mengapa tidak populer atau setidaknya tidak banyak orang yang mengetahui terkait benda ini ?
Pada akhir tahun 1980-an, pita kaset memang menjadi format yang sangat populer dan dicintai oleh publik, kaset portabel dengan berbagai iklan perangkat pemutar kaset yang selalu menjadi laman utama di berbagai majalah sempat menjadi tren penting, berbagai merek produsen perangkat ternama dunia pun turut naik ke dalam kereta tren terkini demi mendapatkan sebuah potongan kecil dalam industri yang tengah cuan. mengapa kaset menjadi booming ? gamblangnya adalah pasar yang sangat besar terkait kaset, penjual dan kultur pemakaian akan sebuah kaset menjamur di seluruh dunia, portabel dan mudah dibawa kemana-mana menjadi pilihan utama bagi seseorang yang menikmati lagunya ketika sedang beraktivitas. akan tetapi kaset memiliki kapasitas yang terbatas, maka kualitas suaranya tidak begitu ideal dan tidak dapat bertahan lama apabila dibandingkan dengan format digital seperti CD. belum lagi faktor cuaca sangat mempengaruhi umur dari pita kaset, negara dengan tingkat kelembaban tinggi memiliki prestasi penjualan kaset terbanyak, karena lembab maka pita kaset mudah kusut atau bahkan putus.
Di Sisi lainnya, Compact Disc atau CD menjadi pilihan yang lebih ideal dan kualitas suara yang lebih fantastis ketimbang kaset, namun sayangnya teknologi rekam ulang atau copy sebuah data di dalam CD pada saat itu membutuhkan tenaga lebih dan kocek yang dalam untuk dapat merekam musik atau data pada sebuah CD, karena dibutuhkan CD burner atau perangkat yang dapat meng-copy satu keping CD ke CD yang lain.
Melihat kondisi pasar yang butuh sebuah perangkat yang dapat merekam tanpa belibet, upaya Sony untuk menjembatani kesenjangan ini adalah merilis sebuah Digital Audio Tape ( DAT ) di tahun 1987. namun pada saat itu sangat mahal belum lagi kondisi ekonomi dunia yang tengah terpuruk akibat pertumbuhan ekonomi yang tengah melambat di seluruh dunia, membuat banyak ketidakpastian dan prospek negatif dalam sektor finansial dunia. akibatnya nilai Yen sebagai mata uang Jepang naik secara tiba-tiba. jadi bagi kebanyakan orang, DAT adalah sebuah perangkat yang dijual hanya untuk orang tajir, tidak perlu dipertimbangkan. sementara itu, pada saat yang bersamaan, Philips tengah menggarap sebuah teknologi baru yang dapat mengganti teknologi kaset. Digital Compact Cassette ( DCC ) sebagai sebuah perangkat yang dapat memutar kaset digital dan analog.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..