
Sign up to save your podcasts
Or


TikTok luncurkan platform “ TikTok For Artists “ secara bertahap
Perusahaan induk TikTok, ByteDance harus dihadapkan dengan tenggat waktu yang akan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2025 untuk menjual operasi platform tersebut di tanah Amerika Serikat, apabila hal ini tidak dilakukan maka proses operasinya akan dilarang di negara paman Sam. kendati demikian, tenggat waktu itu tidak menghentikan TikTok untuk terus berupaya menjadi bagian integral dari kancah musik global. Upaya terbaru dalam hal itu adalah peluncuran bertahap TikTok For Artists, sebuah layanan baru yang menawarkan alat analisis bagi artis untuk melihat bagaimana musik mereka tampil di platform tersebut, yang sekaligus juga dapat memonitor jenis konten apa yang disukai oleh para penggemarnya. layanan ini juga dapat memberikan sebuah akses bagi artis ke berbagai fitur dalam mempromosikan musik mereka.
Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Music Ally, TikTok For Artists tengah dalam beberapa tahap pengujian beta selama beberapa waktu, tersedia untuk sekelompok artis kecil, tetapi sekarang sudah diluncurkan untuk beberapa pasar di dunia, antara lain adalah : Australia, Indonesia, Jepang, Selandia baru dan Korea Selatan. dilansir dari MusicbusinessWorldwide.com yang bahwa layanan ini akan segera tersedia untuk negara lain dalam waktu dekat ini. TikTok For Artists menyuarakan layanan “ Untuk Artis “ yang diluncurkan oleh platform streaming musik seperti Spotify dan SoundCloud yang juga telah menawarkan akses analisis dan promosi. perlu diingat fungsi dan akses ini adalah sebuah akses yang gratis untuk digunakan oleh para artis. Versi TikTok juga menawarkan kampanye pra-simpan untuk artis yang telah menyiapkan di Apple Music atau halaman hitung mundur di Spotify untuk album ataupun EP yang akan segera dirilis. Untuk mengakses TikTok For Artists, pengguna memerlukan akun artis bersertifikat, halaman pendaftaran aktif bahwa berada di luar lima pasar tempat layanan ini akan diluncurkan secara perdana.
Meskipun TikTok telah menjadi pusat utama dalam penemuan musik baru, terlebih bagi pengguna dengan usia muda, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir platform ini telah mengambil beberapa langkah untuk menjadikan partisipasinya dalam industri musik sebagai bagian dari model bisnisnya. misalnya platform ini telah meluncurkan platform distribusi musik yang bernama SoundOn. Tidak semua upaya TikTok dalam musik terbukti berhasil, tahun lalu TikTok Music ditutup, versinya sendiri dari layanan streaming musik premium bergaya Spotify yang telah tersedia di beberapa negara termasuk Australia, Brazil, dan Indonesia.
Peluncuran awal TikTok For Artists terjadi saat perhatian dunia tertuju pada cerita lain yang melibatkan platform tersebut, batas waktu yang semakin dekat bagi perusahaan induk ByteDance untuk menjual operasi TikTok di AS atau harus menghadapi larangan di negara tersebut, berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh mayoritas bipartisan dan telah ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada tahun lalu. Presiden Donald Trump yang menawarkan penangguhan sementara kepada TikTok untuk memundurkan batas waktu dari tanggal 19 Januari 2025, akhir pekan lalu dirinya yakin kesepakatan untuk menjual operasi platform tersebut di tanah AS akan terjadi, namun Presiden Trump tampaknya menyiratkan bahwa dirinya akan menunda batas waktu larangan TikTok untuk beroperasi di As. Sejumlah investor besar dilaporkan telah menyatakan minat untuk membeli TikTok di AS, diantaranya adalah perusahaan teknologi Oracle, Perplexity AI - sebuah konsorsium yang dilaporkan mencakup Blackstone dan Amazon.banyak sekali pemberitaan akhir-akhir ini terkait pembicaraan yang diadakan antara calon pembeli dan Gedung Putih, rapat ini juga dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz. namun, sedikit yang diberitakan tentang apakah ByteDance benar-benar bersedia untuk menjual, dan yang lebih penting lagi adalah di jual dengan harga berapa.
Pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiTikTok luncurkan platform “ TikTok For Artists “ secara bertahap
Perusahaan induk TikTok, ByteDance harus dihadapkan dengan tenggat waktu yang akan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2025 untuk menjual operasi platform tersebut di tanah Amerika Serikat, apabila hal ini tidak dilakukan maka proses operasinya akan dilarang di negara paman Sam. kendati demikian, tenggat waktu itu tidak menghentikan TikTok untuk terus berupaya menjadi bagian integral dari kancah musik global. Upaya terbaru dalam hal itu adalah peluncuran bertahap TikTok For Artists, sebuah layanan baru yang menawarkan alat analisis bagi artis untuk melihat bagaimana musik mereka tampil di platform tersebut, yang sekaligus juga dapat memonitor jenis konten apa yang disukai oleh para penggemarnya. layanan ini juga dapat memberikan sebuah akses bagi artis ke berbagai fitur dalam mempromosikan musik mereka.
Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Music Ally, TikTok For Artists tengah dalam beberapa tahap pengujian beta selama beberapa waktu, tersedia untuk sekelompok artis kecil, tetapi sekarang sudah diluncurkan untuk beberapa pasar di dunia, antara lain adalah : Australia, Indonesia, Jepang, Selandia baru dan Korea Selatan. dilansir dari MusicbusinessWorldwide.com yang bahwa layanan ini akan segera tersedia untuk negara lain dalam waktu dekat ini. TikTok For Artists menyuarakan layanan “ Untuk Artis “ yang diluncurkan oleh platform streaming musik seperti Spotify dan SoundCloud yang juga telah menawarkan akses analisis dan promosi. perlu diingat fungsi dan akses ini adalah sebuah akses yang gratis untuk digunakan oleh para artis. Versi TikTok juga menawarkan kampanye pra-simpan untuk artis yang telah menyiapkan di Apple Music atau halaman hitung mundur di Spotify untuk album ataupun EP yang akan segera dirilis. Untuk mengakses TikTok For Artists, pengguna memerlukan akun artis bersertifikat, halaman pendaftaran aktif bahwa berada di luar lima pasar tempat layanan ini akan diluncurkan secara perdana.
Meskipun TikTok telah menjadi pusat utama dalam penemuan musik baru, terlebih bagi pengguna dengan usia muda, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir platform ini telah mengambil beberapa langkah untuk menjadikan partisipasinya dalam industri musik sebagai bagian dari model bisnisnya. misalnya platform ini telah meluncurkan platform distribusi musik yang bernama SoundOn. Tidak semua upaya TikTok dalam musik terbukti berhasil, tahun lalu TikTok Music ditutup, versinya sendiri dari layanan streaming musik premium bergaya Spotify yang telah tersedia di beberapa negara termasuk Australia, Brazil, dan Indonesia.
Peluncuran awal TikTok For Artists terjadi saat perhatian dunia tertuju pada cerita lain yang melibatkan platform tersebut, batas waktu yang semakin dekat bagi perusahaan induk ByteDance untuk menjual operasi TikTok di AS atau harus menghadapi larangan di negara tersebut, berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh mayoritas bipartisan dan telah ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada tahun lalu. Presiden Donald Trump yang menawarkan penangguhan sementara kepada TikTok untuk memundurkan batas waktu dari tanggal 19 Januari 2025, akhir pekan lalu dirinya yakin kesepakatan untuk menjual operasi platform tersebut di tanah AS akan terjadi, namun Presiden Trump tampaknya menyiratkan bahwa dirinya akan menunda batas waktu larangan TikTok untuk beroperasi di As. Sejumlah investor besar dilaporkan telah menyatakan minat untuk membeli TikTok di AS, diantaranya adalah perusahaan teknologi Oracle, Perplexity AI - sebuah konsorsium yang dilaporkan mencakup Blackstone dan Amazon.banyak sekali pemberitaan akhir-akhir ini terkait pembicaraan yang diadakan antara calon pembeli dan Gedung Putih, rapat ini juga dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz. namun, sedikit yang diberitakan tentang apakah ByteDance benar-benar bersedia untuk menjual, dan yang lebih penting lagi adalah di jual dengan harga berapa.
Pantau terus yows..