BPP Kecamatan Compreng Kabupaten Subang

BPP Kecamatan Compreng Kabupaten Subang

By BPP Kecamatan ComprengEducation
Download on the App Store

BPP Kecamatan Compreng Kabupaten Subang episodes

  • Cegah OPT dan Peduli Lingkungan!!Terapkan Pengendalian Hama Terpadu

    PHT memiliki beberapa  prinsip yang khas, yaitu: (a) sasaran PHT  bukan eradikasi atau pemusnahan hama  tetapi pembatasan atau pengendalian  populasi hama sehingga tidak merugikan,  (b) PHT merupakan pendekatan holistik  maka penerapannya harus mengikutsertakan  berbagai disiplin ilmu dan sektor  pembangunan sehingga diperoleh  rekomendasi yang optimal, (c) PHT selalu  mempertimbangkan dinamika ekosistem dan  variasi keadaan sosial masyarakat maka  rekomendasi PHT untuk pengendalian hama  tertentu juga akan sangat bervariasi dan  lentur, (d) PHT lebih mendahulukan proses  pengendalian yang berjalan secara alami  (non-pestisida), yaitu teknik bercocok tanam  dan pemanfaatan musuh alami seperti  parasit, predator, dan patogen hama.  Penggunaan pestisida harus dilakukan  secara bijaksana dan hanya dilakukan  apabila pengendalian lainnya masih tidak  mampu menurunkan populasi hama, dan (e)  program pemantauan atau pengamatan  biologis dan lingkugan sangat mutlak dalam  PHT karena melalui pemantauan petani  dapat mengetahui keadaan agro-ekosistem  sawah pada suatu saat dan tempat tertentu,  menganalisis untuk memilih tindakan  pengelolaan tanaman yang benar.

    12 min
  • CEGAH DAMPAK PEUBAHAN IKLIM ASURANSIKAN PERTANAMANMU MELALUI AUTP (ASURANSI USAHA TANI PADI)

    Kriteria peserta AUTP

    a. Petani yang tergabung dalam kelompok tani.

    b. Petani yang memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidaya

    tanaman padi pada lahan paling luas 2 (dua) hektar per pendaftaran

    per musim tanam (MT).

    c. Petani penggarap lahan sawah dan melakukan usaha budidaya

    tanaman padi pada lahan paling luas 2 (dua) hektar per pendaftaran

    per MT.

    d. Petani pemilik atau penggarap lahan sawah yang mendaftar harus

    memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    e. Diutamakan petani yang mendapatkan bantuan pemerintah (KUR,

    Sapras, Saprodi, dan lain-lain).

    12 min
  • Hadapi dampak perubahan Iklim.. Proyek SIMURP gunakan CSA

    trategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Tujuan Proyek SIMURP adalah optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan target luas area seluas 276.000 hektar yang diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) Padi dari target 180% menjadi 200%.

    Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan PPSDMP Kementerian Pertanian fokus pada kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim pada Komponen A dan B pada Sub2. Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi resiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani di khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP.

    8 min
  • Kartu Tani.. Kartu ajaib dengan segudang manfaat

    Episode ini tentang Kartu Tani cara mendapatkan Kartu Tani:

     1. Persyaratan Mendapatkan Kartu Tani

    a. Petani harus tergabung dalam Kelompok tani;
    b. Petani mengumpulkan Foto Copy e-KTP dan KK dan Tanda Kepemilikan Tanah bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, anggota LMDH (tanah hutan).
    2. Pendataan dan Verifikasi Data RDKK
    a. Petugas Penyuluh (PPL) melakukan pendataan dan Verifikasi data ke lapangan (NIK, Luas lahan, Komoditas dan jenis pupuk);
    3. Upload Data RDKK
    4. Upload Alokasi Pupuk Bersubsidi

    7 min

About BPP Kecamatan Compreng Kabupaten Subang

From the publisher's feed

Podcast seputar penyuluhan pertanian