Kebiasaan saya sebelum interview narasumber, itu riset soal profil yang mau di wawancara, cari tahu lebih dalam soal sepak terjang mereka. Tapi kadang, bahan riset dari literatur ini terbatas, apalagi kalau proyek yang dikembangkan itu soal hal-hal yang jauh dari pemahaman saya, tentang keju termasuk salah satunya. Jadi pas ketemu Ayu Utami, cheesemaker dengan brand produknya Rosalie Cheese, saya masih semi nge-blank dengan apa yang mau di eksplorasi. Tapi keuntungannya adalah, saya jadi punya banyak pertanyaan karena rasa penasaran yang berlapis-lapis.
Ngapain bikin keju, kenapa harus keju? Ngolahnya susah, standar kesehatannya ketat, cari bahan baku mesti ke peternak, dan hewan ternaknya pun kambing, mesin yang dipakai mesti custom dulu dan pasarnya juga sempit. Dalam hati saya sebelum wawancara si Ayu, “kenapa enggak bikin kue nagasari aja ya Yu…^_^..”
Tapi begitulah proses ilmu dialihkan, ternyata Keju ada pasarnya, apalagi jika dikembangkan ke produk ‘derivatif’ yang pas, lewat cookies misalnya. Ini yang membuat produk Keju yang dikembangkan Rosalie Cheese semakin diterima konsumen dan berpotensi menembus pasar Asia. Lebih jauh soal Ayu, ia kuliah di jurusan yang tak biasa, Food Science & Technology. Dalam benak saya, ini kayaknya kuliah Tata Boga pake dengan cawan petri dan algoritma koding –he..he.. se-blank itulah saya waktu itu. Tapi Ayu kemudian menceritakan soal jurusan kuliahnya ini, sekalipun diakui tidak ada hubungannya secara teknis dengan membuat keju, namun kuliner memang bidang di mana Ayu punya hasrat di dalamnya.
Satu lagi yang perlu teman-teman ketahui, ini adalah bisnis perdana yang didirikannya, dan bisa jalan sampai sejauh ini sekarang, tak banyak orang yang saya kenal, bisa melakukan ini digebrakan pertamanya menjadi entrepreneur. Untuk belajar soal bisnis keju, strategi pemasaran sampai mengenal profil Ayu Utami lebih detil, bisa tonton video wawancara saya untuk program @Brand.Indie atau klik link bio akunnya. Sekiranya berkenan dan dirasa ada manfaatnya, teman-teman bisa subscribe untuk mendukung program yang diinisiasi dari @BrandAdventure dan IBAN ini, di mana misinya adalah mengangkat merek lokal agar berdaya di negeri sendiri.
==================================
Brand Indie adalah serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do. ▸ website | http://brandindie.id ▸ instagram | http://instagram.com/brand.indie
================================== Program ini dipersembahkan oleh tim redaksi Majalah Money&I ▸ website | http://moneyinsight.id #empoweringentrepreneur ▸ editor in chief & host | http://instagram.com/arifrahman.journal