FluentFiction - Indonesian

Bringing Lunar New Year Warmth to a Rainy Jakarta Dorm


Listen Later

Fluent Fiction - Indonesian: Bringing Lunar New Year Warmth to a Rainy Jakarta Dorm
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-02-02-08-38-20-id

Story Transcript:

Id: Hujan deras mengguyur Jakarta, mengetuk-ngetuk lembut di kaca jendela asrama kampus.
En: The heavy rain poured over Jakarta, softly tapping on the window glass of the campus dormitory.

Id: Di sinilah Dewi, seorang mahasiswa yang rajin, duduk di kamarnya yang kecil namun rapi.
En: Here was Dewi, a diligent student, sitting in her small yet tidy room.

Id: Di sekelilingnya terdapat kertas merah besar yang siap digantung sebagai dekorasi.
En: Surrounding her were large red papers ready to be hung as decorations.

Id: Dewi merindukan rumahnya.
En: Dewi missed her home.

Id: Lunar New Year sudah dekat.
En: Lunar New Year was near.

Id: Di rumah, keluarganya pasti tengah bersiap-siap.
En: Back home, her family must already be preparing.

Id: Dewi ingat aroma masakan ibu, suara tawa sepupu-sepupu, dan cahaya lampion bercahaya di halaman.
En: Dewi remembered the aroma of her mother’s cooking, the laughter of cousins, and the glowing lanterns in the yard.

Id: Namun kali ini, Dewi tidak bisa pulang.
En: But this time, Dewi could not go home.

Id: Tugas kuliah dan jarak membuatnya harus merayakan di Jakarta.
En: College assignments and distance required her to celebrate in Jakarta.

Id: Dia ingin membawa kehangatan kampung halamannya ke asrama ini.
En: She wanted to bring the warmth of her hometown to this dormitory.

Id: Dewi berdiri dan melirik sekeliling kamarnya yang sederhana.
En: Dewi stood and glanced around her simple room.

Id: Barang-barang hampir siap, tetapi bagaimana caranya membuat perayaan ini istimewa bagi teman-temannya, Rizky dan Sari, yang belum pernah merayakan Tahun Baru Imlek?
En: The items were almost ready, but how could she make this celebration special for her friends, Rizky and Sari, who had never celebrated Lunar New Year before?

Id: Dia mengajak mereka bertemu minggu ini saja, meski sibuk, untuk persiapan.
En: She invited them to meet this week, even though busy, for preparations.

Id: Di lorong asrama yang sudah ramai, dibantu Rizky, Dewi menggantung beberapa lentera berwarna merah.
En: In the bustling dormitory corridor, assisted by Rizky, Dewi hung some red lanterns.

Id: Sari masuk dengan membawa makanan ringan.
En: Sari entered carrying snacks.

Id: "Ini, saya bawa kue keranjang yang sudah saya buat semalam," ucap Sari sambil meletakkannya di meja.
En: "Here, I brought kue keranjang that I made last night," said Sari, placing it on the table.

Id: Dewi tersenyum, "Terima kasih, Sari.
En: Dewi smiled, "Thank you, Sari.

Id: Kalian tahu, di rumah, kami selalu memulai Tahun Baru Imlek dengan menyajikan kue ini.
En: You know, at home, we always start Lunar New Year by serving this cake.

Id: Mungkin kita bisa gabungkan dengan makanan favorit kalian?
En: Maybe we can combine it with your favorite foods?"

Id: "Rizky mengangguk, "Bagaimana kalau kita tambahkan es kelapa muda?
En: Rizky nodded, "How about we add young coconut ice?

Id: Rasanya segar.
En: It tastes refreshing."

Id: "Sari menambahkan, "Dan mungkin sedikit mie goreng.
En: Sari added, "And maybe a bit of fried noodles.

Id: Makanan yang kita semua suka.
En: Food that we all like."

Id: "Dewi senang.
En: Dewi was happy.

Id: Meski sederhana, usaha mereka membuatnya merasa lebih baik.
En: Even though it was simple, their effort made her feel better.

Id: Namun, tantangan tidak berhenti di situ.
En: However, the challenge didn't stop there.

Id: Hujan membuat beberapa dekorasi hampir jatuh, dan mereka harus buru-buru menyelamatkannya.
En: The rain caused some decorations to almost fall, and they had to hurry to save them.

Id: Waktu mereka pun terbatas, karena jadwal kuliah padat.
En: They were also pressed for time, because of the tight college schedule.

Id: Dewi berusaha tetap ceria di depan teman-temannya, meski dalam hati dia khawatir.
En: Dewi tried to remain cheerful in front of her friends, though inside, she was worried.

Id: Saat malam tiba, mereka menyalakan lampu lentera, dan aroma makanan mulai menyebar.
En: As night came, they lit the lanterns, and the aroma of food began to spread.

Id: Rizky, Sari, dan beberapa teman lainnya berkumpul di ruang tengah asrama.
En: Rizky, Sari, and several other friends gathered in the dormitory's common room.

Id: Hujan masih deras di luar, namun suasana hangat di dalam.
En: The rain was still heavy outside, but the atmosphere inside was warm.

Id: Dewi berdiri di tengah ruangan, menjelaskan tradisi Tahun Baru Imlek kepada yang hadir.
En: Dewi stood in the middle of the room, explaining the Lunar New Year traditions to those present.

Id: Mereka mengucapkan selamat tahun baru sambil menikmati makanan.
En: They wished each other a happy new year while enjoying the food.

Id: Dengan cahaya redup dari lentera dan suara hujan, mereka berbagi cerita dan tawa.
En: With the dim light from the lanterns and the sound of rain, they shared stories and laughter.

Id: Malam berlalu dengan penuh keceriaan.
En: The night passed full of cheer.

Id: Dewi menyadari, meskipun jauh dari rumah, dia berhasil menciptakan momen istimewa.
En: Dewi realized that even though she was far from home, she had managed to create a special moment.

Id: Hujan yang tadinya membuatnya gelisah, kini menjadi latar belakang indah perayaan mereka.
En: The rain, which had initially made her anxious, now became a beautiful backdrop for their celebration.

Id: Saat acara selesai, Dewi merebahkan diri di tempat tidur.
En: As the event ended, Dewi lay down on her bed.

Id: Rasa hangat dan bahagia menggantikan rasa rindu yang sebelumnya memenuhi hatinya.
En: A feeling of warmth and happiness replaced the homesickness that had previously filled her heart.

Id: Dia menyadari, di manapun dia berada, kebahagiaan bisa diciptakan.
En: She realized that no matter where she was, happiness could be created.

Id: Dewi pun tidur dengan senyuman, yakin bahwa dirinya mampu menciptakan kehangatan dan kebahagiaan di mana pun dia berada.
En: Dewi slept with a smile, confident that she could create warmth and happiness wherever she was.

Id: Malam itu menguatkan hubungan pertemanannya, menambah kepercayaan dirinya, dan mengusir jauh semua rasa homesick yang menyertainya selama ini.
En: That night strengthened her friendships, boosted her confidence, and chased away all the homesickness that had accompanied her all this time.


Vocabulary Words:
  • poured: mengguyur
  • dormitory: asrama
  • diligent: rajin
  • tidy: rapi
  • decorations: dekorasi
  • aroma: aroma
  • glowing: bercahaya
  • distance: jarak
  • preparations: persiapan
  • corridor: lorong
  • lanterns: lentera
  • snacks: makanan ringan
  • served: menyajikan
  • combine: menggabungkan
  • refreshing: segar
  • effort: usaha
  • challenge: tantangan
  • cheerful: ceria
  • anxious: gelisah
  • aroma: aroma
  • atmosphere: suasana
  • traditions: tradisi
  • wished: mengucapkan
  • dim: redup
  • cheer: keceriaan
  • backdrop: latar belakang
  • strengthened: menguatkan
  • confidence: kepercayaan
  • homesickness: rindu
  • chased: mengusir
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

FluentFiction - IndonesianBy FluentFiction.org